KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
134 Cemburu Bilang Bos!



Kinara dan Azka kembali di sibukkan dengan perkuliahan karena sudah menjelang ujian semester kenaikan tingkat.


Setelah tujuh hari meninggalnya Nana, Azka dan kawan-kawannya masih sering bertandang kerumah Bu Halim untuk sekedar ngobrol dan melihat kondisi Bu Halim dan Diki serta sepupunya Rana-Rani.


Bahkan Beno yang memiliki cuti hanya tiga hari saja saat itu memutuskan untuk tetap menginap dirumah Bu Halim setelah menemui emak nya. karena mengingat jasa yang sudah di lakukan Nana pada ibunya beberapa tahun silam.


"Mas kok aku penasaran sama bayi Bayu ya, mereka anak siapa sih?" tanya Kinara siang itu di kantin kampus.


"Kenapa nggak nanya Rana-Rani pas kesana kemarin?"


"Nggak enak mau nanya"


"Tuh tau, nggak usah terlalu mencampuri urusan keluarga mereka, itu hak privasi mereka"


"Iya sih hehehe"


"Kamu nggak ada hubungin Keisya semenjak pergi?"tanya Azka seraya menyeruput es tehnya.


"Nggak, aku masih kecewa daripada bawaan nya mau marah mending nggak usah aja" jawab Kinara jujur


"Sesekali lah hubungin dia tanyain kabar atau gimana, kalian itu kembar pasti ikatan batin kalian juga kuat" ujar Azka menasehati


"Ck, sejak kapan suami ku secerewet ini?" singgung Kinara.


"Aku cerewet ya? ya udah deh maaf" ucap Azka merasa bersalah takut jika sang istri tersinggung.


"Ya marah dia, lucunya..." ucap Kinara menggoda sang suami.


"Berisik" sahut Reno yang baru saja datang membawa setumpuk buku-buku perkuliahan.


"Otak gue mampet Ra, bantuin nih bahasa Inggris nya tingkat dewa gue mana tahu" keluh Reno sembari meletakkan buku di tengah-tengah meja.


"Buset, Lo kayak mau ujian akhir aja bawa buku sebanyak ini" tukas Azka geleng-geleng kepala


"Abis gue bingung, satu soal beranak pinak, bingung gue mau jawab dari mana" keluh Reno sembari meletakkan kepalanya di atas meja.


"Ck, baru segitu aja udah nyerah ini baru semester tingkat pertama, ntar malam aja kerumah deh Lo, nggak konsen gue kerja kalau di kampus" ucap Kinara seraya membolak-balik halaman buku yang dibawa Reno.


"beneran Lo mau bantuin gue?" tanya Reno dengan senyum berbinar-binar Kinara hanya berdehem saja menjawab pertanyaan Reno.


"Yeees terimakasih bumil iiihh gemes gue"


plak


Rupanya Azka yang memukul tangan Reno saat hendak mencubit pipi Kinara.


"Eits maap pak pres khilaf hehe" ucap Reno bersalah.


"Kebiasaan" gerutu Azka kesal


"Bu pres suami Lo pencemburu berat ya hihihi," oceh Reno.


Plak


Lagi-lagi Azka menghadiahi sebuah pukulan di dahi Reno dengan keras.


"Main pukul aja Lo pak pres, gue gugat ke meja hijau mau Lo?"


"Eh sembeb emang gue apaan mau Lo gugat?"


"Ck kalian ini dari dulu nggak berubah" ujar Kinara jengah.


"Assalamualaikum Hai, boleh gabung?" tanya seorang pria muda seumuran mereka dengan pakaian rapi, kemeja abu, celana bahan, sepatu pantofel, rambut tersisir rapi wajah cerah dan senyum yang mampu menghipnotis semua wanita yang melihatnya. lesung Pipit di sebelah kanan pipinya menambah kesan manis.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh silakan saja pak" jawab Reno seraya menggeser tempat duduknya.


Untuk sesaat pria itu menatap Kinara tanpa berkedip membuat Azka semakin di penuhi rasa cemburu.


"Emm maaf saya mahasiswa pindahan, boleh nanya nggak mas mbak?" tanya pria itu dengan ramah


"Iya silakan aja pak, mau nanya apa" ucap Reno


" Mau nanya prodi Jurusan pendidikan bahasa Inggris dimana ya? soalnya saya keliling dari tadi nggak nemu"


"Oh bapak dosen disini ya?"


"Bu..bukan saya mahasiswa pindahan mas"


"Oh iya tadi udah ngomong, kampus ini luas Pak, kebetulan prodi kita sebelahan tempatnya di ruangan paling ujung sana, nanti saya antar, Bapak pindahan darimana?"


"Ha??" Reno melongo mendengar ucapan pria di samping nya itu, lalu mengamati dari bawah keatas. penampilan nya seperti seorang dosen rapi amat.


"Mas kenapa lirik saya begitu?" tanya Balik pria itu karena merasa gerah di perhatikan oleh Reno.


Azka dan Kinara hanya menyimak saja obrolan mereka berdua. karena Azka sudah merasa malas untuk meladeni karena pria itu sempat curi pandang dengan sang istri. cemburu bilang bos!.


"Hehehe maaf mas kalau gitu soalnya penampilan anda seperti dosen makanya saya panggil pak"


"Oh gitu, saya Hanan dari jurusan pendidikan bahasa Inggris semester tiga"


"oh senior dong, kami baru tingkat satu"


"Oh iya" ucap Hanan melirik Kinara yang sibuk dengan ponselnya.


"Sayang mau ikut nggak ke perpustakaan?" tanya Azka yang mulai merasa risih karena pria bernama Hanan itu menatap Kinara terus menerus.


"Hem ayok aku temenin, Ren, eh mas Hanan mau ikut sekalian?" tanya Kinara membuat Azka juga semakin bertambah kesal.


"Nggak" jawab keduanya serempak.


"Abis sholat Maghrib gue kerumah Lo ya pak pres"


"Okeh bawa martabak jangan lupa"


",Sip endorse"


Setelah kinara dan Azka berlalu Reno mengajak Hanan berkeliling kampus sebelum ke prodi bahasa Inggris yang menjadi tujuan Hanan.


"Mereka tadi sahabatku dari SMA kalau yang istrinya tadi malah dari SMP sahabatan" ujar Reno menceritakan tentang Azka dan Kinara pada Hanan.


Hanan terkejut mendengar kata istri dari ucapan Reno.


"Em maksudnya istri siapa mas Reno?"


"Ya tadi itu yang duduk bareng saya mereka suami istri"


"Ha? su...suami istri?"


"Iya loh kok mas yang aneh, emang mas kenal Kinara?"


Dengan cepat Hanan menggeleng karena tidak ingin Reno tahu jika ia sempat melirik kearah Kinara sejak tadi. ada sesuatu yang mengganjal di pikiran nya saat mendengar langsung kalau mereka suami istri.


"kalau nggak kenal kok malah kaget gitu"


"Ya aneh aja mas kirain mereka kakak adik karena ada kemiripan" ucap Hanan berbohong.


"Mirip karena memang mereka jodoh kali"


"Hehe emang gitu ya mas Reno?"


"Iya sih kata orang dulu gitu"


Sementara itu Azka yang tadi pamit hendak ke perpustakaan kini berbalik arah ke parkiran. Kinara yang di gandengan merasa heran dengan tingkah Azka yang tiba-tiba diam


"Kamu kenapa sih mas?"


"Ayo pulang"


"Loh katanya tadi mau ke perpustakaan?"


"Nggak jadi besok aja"


"Kamu marah?" ucap Kinara saat sudah duduk di kursi samping kemudi.


Azka menghela nafas berat sejurus kemudian memeluk erat sang istri yang tampak semakin bingung.


"Kamu ini kenapa sih?"


"Aku nggak suka ya kalau ada laki-laki lain yang mandangin kamu" ucap Azka membuat Kinara tertawa terbahak-bahak


"Astaghfirullah mas bilang aja kalau kamu cemburu lagian Reno kamu cemburuin udah tau anaknya gesrek otaknya rada miring ke kiri hahahaha"


"Bukan Reno tapi laki-laki itu"


"maksudnya?"


"Ck au ah" ucap Azka kesal karena Kinara tidak mengerti juga.