KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 64



Assalamualaikum"


"waalaikumsalam" jawab Arkan yang duduk di ruang tamu di rumah neneknya sembari menonton televisi.


Reno datang membawa oleh-oleh dan memberikan pada Arkan.


"Mana yang sakit?" Tanya Reno memeluk pundak adiknya


"Udah enakan mas, ini apa?" Tanya Arkan basa-basi menyembunyikan rasa bersalahnya pada Reno


"Oleh-oleh dari kota M, ibu mana?"


"Di rumahnya Bulik Sukaesih sama Dimas,"


"Ini hari Kamis ya, apa mau pengajian?"


"Iya katanya sekalian khataman gitu, palingan malam baru pulang"


"Oh ya udah, nanti kita kesana habis magrib ya, kamu udah makan?"


"Udah mas, ibu masak sayur kesukaan kamu, katanya kamu mau pulang hari ini"


"Ahhaha, palingan ya Dimas lagi yang minta"


Reno berdiri hendak ke kamar tapi lengannya di tahan oleh Arkan.


"Kenapa Ar?" Tanya Reno heran


"Maaf mas, maafkan aku yang sudah banyak salah" kata Arkan menunduk


Reno tersenyum hangat kemudian meraih adiknya kedalam pelukan.


"Udah di maafkan, nggak usah merasa terbebani, kita saudara harus saling mendukung dan mengerti satu sama lain" ucap Reno


"Maaf udah bikin kamu kesusahan menanggung beban mas"


"Udah nggak papa itu udah kewajiban, kita lahir dari satu rahim yang sama meskipun berbeda ayah, kamu tetap adik ku"


"Terimakasih banyak mas, nggak tahu harus dengan apa membalas semua pengorbanan kamu"


"Udah ah…jadi melow gini, ikatan darah itu lebih kental daripada air, apapun dan bagaimanapun kamu tetap adik ku Ar, sudah kewajiban ku untuk menjaga kalian setelah bapak tidak ada, dan aku tidak merasa terbebani"


"Makasih mas"


***


"Fit, Arkan sendirian dirumah?" Tanya Bu Sukaesih


"Iya udah sehat kok" jawab Bu Fitri


"Reno belum pulang?"


"Katanya semalam udah jalan pulang, harusnya udah nyampe rumah sih, karena semalam star jam tiga pagi"


"Dua hari lagi, dia libur cuma sebn disini, soalnya disana juga kerja bantu-bantu Danu di proyek, kalau pas weekend dirumah bantuin Meri bikin pesenan kue"


"Mandiri bener si Reno fit"


"Emang anaknya gitu sih dari kecil, kamu kan tahu sendiri dia di paksa dewasa oleh keadaan bukan kemauan, yang seharusnya di salahkan itu aku Sih, kadang kasihan lihat dia pontang-panting bantuin bikin kue, urusin kosan, belum lagi dia harus sekolah di tambah jadi pengawal pribadi anaknya nyonya Amina, tapi dia nggak pernah mengeluh Sih, itu yang bikin aku merasa bersalah tiap hari" ungkap Bu Fitri sembari memasukkan kue basah ke dalam mika kecil.


"Udah takdir fit, satu hal yang harus kita syukuri, rejeki paling mahal itu sehat, selama anak-anak kamu sehat dan hidup akur insha Allah semua akan indah kalau kita jalanin dengan ikhlas" ungkap Bu Sukaesih


"Iya Sih, bersyukur di usia ku yang sudah masuk senja anak-anak selalu sehat dan nggak pernah minta neko-neko, selalu membantu tanpa aku minta sekalipun" kata Bu Fitri


"Oh ya, soal mantan calon menantu kamu itu masih sering ada kabar?"


"Udah nggak Sih, semenjak aku pindah kesini, udah nggak pernah ada kabar apapun, ini sudah setahun lebih dua bulan Sih, mungkin saja dia juga sudah menikah dengan orang lain, atau mungkin sudah jadi bos, aku nggak tahu, cuma doa saja yang aku harap dia hidup dengan baik dan bahagia"


"Sebenarnya yang niat jodohin anak itu kamu atau suaminya almarhum mantan bos kamu dulu?"


"Suaminya almarhum yang nekat jodohin anak, alasannya masuk akal sih karena wasiat, hanya saja ia salah langkah, di saat anaknya masih mengalami gangguan mental di paksa harus menerima perjodohan, itu yang bikin Reno tertekan karena belum siap menikah, di sisi lain, Reno menyukai saudara kembarnya yang sudah menikah malahan, mungkin itu juga yang jadi beban dia selama ini"


"Oalah, ceritanya cinta segitiga, lagian Reno itu sedikit tertutup kalau menurut aku sih, dia pinter banget menyembunyikan perasaan, bener nggak? Makanya mungkin sejak lama udah suka sama saudara kembarnya tapi nggak berani ngomong, sampai akhirnya udah nikah Reno masih belum bisa melupakan"


"Hem, begitulah Sih, namanya anak muda, lagian Kinara saudara kembar mantan calon menantu ku, menikah juga karena di jodohkan"


"Oh ya? Bener-bener sih orang kaya, jodohin anak karena urusan bisnis ckckck"


"Bukan cuma urusan bisnis, tapi emang dari kecil sejak Keisya hilang, almarhum nyonya Amina emang udah jodohin mereka"


"Masak sih? Ya ampun, pasti banyak benget drama nya keluarga mantan bos kamu ya fit"


"Ya gitulah, tapi sebelum almarhum meninggal pernah ngasih pesen ke aku, kalau harus pintar menyembunyikan identitas, kita ngga tahu siapa musuh kita yang sebenarnya"


"Emang almarhum suami kamu yang kedua ada sangkutan dengan keluarga mereka?"


"Ada, soal jual beli tanah yang sekarang udah jadi kos-kosan sama dua toko roti yang aku serahin ke istrinya Somat"


"Waduh, kok bisa gitu fit"


"Entahlah cuma mas Bambang yang tahu Sih"


"Eh ya denger-denger Dimas sama Arkan beda sekolah? Kenapa?" Tanya bu Sukaesih mengalihkan pertanyaan


"iya, anak dua itu meskipun kembar tapi nggak pernah akur Sih, tiap hari ada aja sindiran-sindiran yang aku dengar, Arkan orangnya keras, Dimas lemah lembut dan cekatan, tiap hari mereka debat terus entah apa aja yang di debatin"


"Laki-laki nggak sama kayak perempuan fit, kalau anak kamu perempuan semua itu yang kembar nggak pecah kepala mu tiap hari dengerin mereka nyanyi lagu rock and roll"


"Hahaha rock and roll alias bertengkar melulu".


"Nah itu dia hahahaha


"Kamu bisa aja sih"