
Reno menghentikan mobilnya diantara jejeran mobil-mobil lain yang sedang parkir di luar tempat hajatan. matanya tak henti menatap Keisya yang tampil anggun Dengan pakaian muslimah berwarna dusty dan hijab senada serta makeup yang sederhana tapi terkesan wow.
Keisya nampak tersenyum bahagia dengan Hanan yang sesekali melontarkan candaan. meski Reno tak tahu apa yang mereka bincangkan. tapi tetap saja ada nyeri di sudut hatinya.
Kenapa rasa itu justru hadir di saat mereka sudah berpisah. Reno mengusap kedua sudut matanya yang meneteskan air mata. tak dapat di bohongi kalau hatinya benar-benar sakit. sakit karena rasa bersalah dan sakit karena baru menyadari rasa cintanya saat ini.
Setelah Keisya benar-benar masuk ke dalam mobil, Reno melihat siluet tuan Wibowo keluar dari tempat hajatan bersama seorang pria berpakaian necis juga.
Ekor matanya menatap tuan Wibowo hingga mantan calon mertuanya itu masuk ke dalam mobil. Reno menghela nafasnya berkali-kali. ternyata sesakit ini menanggung beban penyesalan.
Mobil yang di tumpangi Keisya sudah pergi meninggalkan pelataran hajatan. Reno sengaja mengekor di belakang seolah ia juga baru keluar dari tempat hajatan.
Tanpa Reno sadari, ada salah satu bodyguard tuan Wibowo yang mencurigai mobilnya. bodyguard itu memakai motor dan melambung mobil Reno dengan kecepatan sedang.
Reno tetap mengikuti jarak laju mobilnya dengan mobil yang di tumpangi Keisya. hanya ingin memastikan mereka akan kemana.
Sampai di tikungan jalan menuju ke desa Reno berbelok ke arah lain karena tak ingin membuat tuan Wibowo dan Keisya semakin curiga. Reno menuju ke arah batas kota dan berhenti di sebuah masjid karena akan melaksanakan sholat maghrib.
Bodyguard yang tadi mencurigai mobil yang di bawa oleh Reno begitu terkejut saat melihat Reno turun dari mobil dan menuju ke masjid.
Bodyguard itu memang tadinya bertugas mengawal tuan Wibowo dan anaknya tapi di pertengahan jalan ia berfikir untuk mengikuti mobil yang Reno kendarai.
Bodyguard itu kemudian menyusul masuk ke area masjid untuk mengambil wudhu dan melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.
Tiba dirumah, tuan Wibowo bingung melihat Bintoro anak buah sekaligus asisten dan bodyguard nya tidak sampai di tempat.
"Bintoro mana Gus? bukannya tadi sama kamu?" tanya tuan Wibowo pada Hanan yang memasukkan mobil ke bagasi.
"Mboten mireng Kulo pak" jawab Hanan karena memang sejak keluar dari tempat hajatan tidak melihat Bintoro sama sekali.
"Loh bocah iki mampir neng ndi neh, kok ora pamitan" omel tuan Wibowo sembari masuk ke dalam rumah.
"Nanti juga pulang yah, palingan singgah ke masjid sholat dulu, ini udah magrib, habis magrib aku mau nyusul ke rumah Bulik Sri" kata Keisya.
tuan Wibowo menoleh ke arah sang anak lalu berucap, "Bareng sama Hanan saja ya naik motor". katanya
"No, aku naik motor sendiri, udah bisa di ajarin Arini kok" tolak Keisya mengerucutkan bibirnya.
"Ya udah hati-hati, nanti ayah nyusul pulang dari rumah pak RT, ada keperluan" kata tuan Wibowo
"Palingan mau beli sawahnya orang lagi, ya kan ya kan?" seru Keisya
"Bukan, kali ini bukan mau beli sawah, tapi ada proyek pemerintah mau bangun jalan tol dan sawah-sawah penduduk kena dampaknya karena itu satu-satunya jalan poros ke kota kabupaten lain, makanya ayah kesana bantuin pak RT buat ngurusin ini, karena mbak mu yang menangkan proyek kemarin dan dia yang bertanggung jawab atas proyek jalan tol. tanya aja Hanan kalau nggak percaya" jawab tuan Wibowo menolak tuduhan anaknya.
"Iya sih iya aku percaya, ayah itu sudah waktunya istirahat loh, nggak usah mikirin kerjaan lagi, udah cukup jalan-jalan di kebun atau ke sawah kalau suntuk, nggak usah lagi mikirin kerjaan berat" ujar Keisya
"Namanya juga orang minta tolong nduk, masa iya ayah mau diam saja, apalagi yang punya proyek ini perusahaan ayah, bisa kena getahnya nanti ayah kalau ada apa-apa" imbuh tuan Wibowo
"Yo wes lah, yang penting jaga kesehatan, udah nggak usah wara-wiri, di kurangin sekarang"
"Iya sayang, cih sekarang makin mirip ibumu ya, cerewetnya hahaha".
Hanan melihat interaksi kedua ayah dan anak itu dengan hati menghangat, ada desir halus dalam hatinya melihat Keisya memperlakukan ayahnya dengan penuh kasih sayang.
"Semoga saja Allah swt berikan kita jalan kei, kalau memang kamu jodoh ku, meski aku tahu kamu masih berharap Reno yang datang padamu bukan aku" batin Hanan sedih.
Reno yang baru saja selesai sholat langsung kembali masuk ke dalam mobil dan hendak menemui tuan Wibowo di rumahnya.
"Mas Reno?" sapa Bintoro yang sedang memakai sepatu di samping Reno.
"Iya, siapa?" tanya Reno yang bingung dan tidak mengenali siapa lelaki yang tengah duduk di sampingnya.
"Oh maaf, saya asisten pribadi tuan Wibowo sekaligus merangkap bodyguard, saya dulu di tugaskan di perusahaan cabang luar negeri, setelah tuan kembali ke desa saya di panggil untuk menjadi pengawal beliau" kata Bintoro memperkenalkan diri.
Reno melongo karena tak pernah merasa berkenalan dengan asisten pribadi mantan calon mertuanya itu sebelumnya.
"Darimana mas tahu saya Reno?" tanya Reno penasaran
"Saya datang waktu acara pertunangan mas Reno dengan nona muda, maaf kalau saya bahas ini" jawab Bintoro.
"Oh gitu, iya iya" ucap Reno singkat
"Maaf mas kalau boleh tahu mau kemana? bukannya selama ini mas Reno menghilang?"
Reno memandang Bintoro dan merasa sedikit kesal karena pertanyaan Bintoro yang terkesan terlalu blak-blakan dan to the point seolah itu adalah urusannya juga.
"Maaf mas" ucap Bintoro yang merasakan gelagat tersinggung dari Reno.
"Nggak papa mas, saya cuma mau menemui tuan besar saja karena besok saya sudah kembali pulang ke luar negri, hanya ingin bertemu beliau sekali ini saja untuk terakhir kalinya" ucap Reno sedikit berbohong soal keberadaan nya selama ini.
"Oh kalau begitu saya bisa bantu, tapi maaf mas, saya hubungi dulu tuan, bisa di temui atau tidak karena beliau sekarang sudah membatasi diri untuk tamu-tamu perusahaan atau kolega yang ingin menjalin kerjasama" ujar Bintoro.
"Oh begitu, ya sudah. boleh lah, yang penting jangan sampai aku ketemu Keisya mas, sebagai sesama pria mas pasti tahu kan alasannya apa tanpa harus di tebak"kata Reno bernegosiasi
"Iya baiklah, saya telpon dulu beliau"
"Terimakasih mas"
Bintoro langsung menghubungi tuan Wibowo dan mengatakan perihal pertemuannya dengan Reno. hanya satu jawaban yang di terima Bintoro
"Bawa kerumah, dan saya akan mengantarkan Keisya kerumah Bulik nya terlebih dahulu" kata tuan Wibowo melalui sambungan telepon.
"Gimana mas?"tanya Reno pada Bintoro yang baru saja selesai menelpon.
"mari mas saya antar, beliau menunggu dirumah"
"Emang nggak papa? beneran?"
"Iya, mari saya antar"
",Baiklah terimakasih mas"