
"Kamu dengar sendiri kan?" tanya dokter Fritz di salah satu ruangan cctv di restoran tempat Hanan menemui Reno.
Keisya memang membuntuti Hanan sejak sore karena seharusnya hari ini jadwal Keisya untuk check up ke dokter kandungan tetapi Hanan beralasan akan lembur di kantor.
Saking kesal Keisya akhirnya nekat membuntuti suaminya sejak sore tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Hanan sendiri. Baginya tidak seperti biasanya Hanan berasalan lembur, sesibuk apapun dia pasti lebih mengutamakan keluarga di banding pekerjaan.
Setelah sampai di restoran, Keisya langsung masuk ke dalam ruangan manajer yang tidak lain adalah sahabat nya sendiri.
Ia meminta untuk memasang alat penyadap suara dan langsung memasang cctv di ruangan VIP restoran tersebut.
Beruntung sahabat nya mau membantu dan dalam waktu singkat semuanya bisa ia dapatkan sesuai keinginan.
Tapi setelah melihat cctv ia terkejut karena melihat sosok Reno bersama dengan seorang wanita.
Aina sang sahabat yang mengerti langsung menghubungi dokter Fritz untuk langsung datang ke restoran miliknya.
"Kei, kamu denger sendiri kan, bagaimana Reno menolak kamu, bahkan suami mu sendiri diam-diam melakukan cara ini hanya demi membuat mu bahagia, dan justru menyalahkan dirinya sendiri. Apa kamu masih belum bisa membuka hati mu sedikit saja untuk Hanan? Dia orang yang tulus kei," ucap dokter Fritz
Aina yang duduk tak jauh dari mereka hanya akhirnya ikut bersuara.
"Kei, mas Hanan itu tulus ke kamu, bahkan hingga kalian punya anak tidak sekalipun Hanan punya keinginan untuk menyakiti mu, meskipun dia tahu kalau hatimu masih bersemayam nama Reno, untuk apa kamu ingat masa lalu yang sudah jelas menolak mu secara nyata di hadapan suami mu sendiri? Masih tidak ada kah harganya seorang Hanan untuk mu? kalau memang iya aku siap menggantikan posisi mu" ucap Aina sedikit mencoba memprovokasi perasaan Keisya.
Keisya yang mendapatkan ucapan tak mengenakan dari Aina langsung menoleh dan menatap nyalang pada Aina.
Aina dan dokter Fritz tertawa melihat sikap Keisya.
"Sudahlah siapa juga yang mau sama Hanan, kei, kamu hanya terobsesi dengan Reno dan itu yang membuat kamu lupa bahwa ada orang lain yang selama ini tulus padamu, dan tanpa pernah kamu sadari kalau kamu juga merasa nyaman dengan Hanan tapi obsesi mu itu yang membuat mu buta" lanjut Aina tersenyum.
"Iya kei, kamu tahu sendiri kan bahkan Hanan rela merendahkan dirinya di hadapan Reno hanya demi kamu, apa kamu nggak menyesal sudah menyakitinya?" tambah dokter Fritz.
Keisya akhirnya menangis tergugu di bahu Aina. rasa bersalah itu hadir setelah melihat langsung apa yang di lakukan sang suami untuk nya.
Sementara itu di luar Reno sedang menunggu Andin memesan makan malam di sebuah warung makan lesehan di kaki lima tempat biasa ia makan dengan keempat sahabatnya sewaktu masih SMA.
Pikirannya benar-benar kacau setelah keluar dari restoran tadi bahkan makanan yang tersaji di depannya pun tidak membuatnya berselera.
"Mas, nggak makan?" tanya Andin Yangs udah duduk santai sembari melahap makanan yang sudah tersaji sejak tadi.
Karena pikiran yang kacau membuat Reno tidak menyadari keadaan di sekitarnya sejak tadi.
"Loh udah datang?" tanya Reno melihat makanan tersaji di depannya.
"Makan dulu lah, ngelamun nya bisa di tunda nanti, yang penting perut kenyang dulu" ucap Andin menyindir.
"Hehe maaf" ucap Reno merasa bersalah
***
"Baru pulang mas?" tanya Keisya begitu Hanan sampai di rumah.
"Iya, maaf ya telat" ucap Hanan menatap sang istri dengan perasaan tak menentu.
Keisya mencium takzim punggung tangan Hanan dan mengambil tas kerja suaminya. Hanan Langung berlalu ke dalam ruang kerjanya dan menguncinya dari dalam.
Keisya bersikap seperti biasa meskipun hatinya tengah di landa kegelisahan berlipat-lipat.
setelah menyiapkan makan malam untuk Hanan, Keisya kembali ke kamar untuk memanggil sang suami. tapi keberadaan Hanan tidak ia temukan
Keisya menuju ke kamar anak tetapi Hanan tak ada. setelah nya ia ke ruang kerja Hanan tapi pintu terkunci rapat.
Keisya sudah menduga jika Hanan tengah marah. Keisya kembali ke kamar dan merenungkan semua ucapan dokter Fritz dan Aina di restoran tadi.
Ia tak pernah menyangka apa yang ia simpan rapat-rapat selama ini, akhirnya di ketahui sang suami, meskipun tak ada niatnya ingin mengakhiri rumah tangga, tapi Keisya benar-benar meras bersalah dan melakukan dosa besar pada suaminya.
Ketulusan Hanan selama ini tak pernah mampu membuatnya goyah meski mereka sudah memiliki dua anak. obsesi nya yang terpendam itu lah yang membuatnya sulit untuk melihat ketulusan yang Hanan berikan padanya.
Keisya menangis tergugu, semua kenangannya dengan Hanan sejak mereka resmi menikah terlintas di benaknya tanpa jeda.
"Maafkan aku mas, aku sudah salah" batin Keisya tergugu.