
Kinara terbangun pukul 3.15 dini hari saat sebuah tangan kekar membelit pinggangnya yang ramping. Ia menoleh dan mendapati Azka terlelap menghadap tepat di wajahnya. Kinara tersenyum samar entah kenapa ada desiran halus dalam dadanya saat menatap wajah tenang itu dalam tidurnya lagi-lagi ia tepis. Pelan-pelan ia mengalihkan tangan Azka dari pinggangnya agar tak mengusik tidur lelaki itu tapi nihil Azka rupanya terbangun.
"Tangan kamu berat." Cicitnya pelan.
"Lebih berat mana kalau badanku yang nindih kamu hem?"
Kinara melotot mendengar ucapan Azka di telinganya dan melepas kasar tangan Azka dari pinggangnya.
" Aku mau Sholat dulu" ujar Kinara ketus seraya beranjak dari tempat tidur. Azka tersenyum smirk melihat wajah Kinara yang memberengut kesal karna ucapannya. Ia tahu mungkin bagi Kinara masih sangat tabu tapi toh mereka sudah menikah jadi bukan hal aneh bagi Azka menggoda istrinya seperti itu. Satu saat pun hal itu akan terjadi juga.
"Tungguin aku, kita jamaah sholat malamnya sekalian ibadah batinnya" ucap Azka seraya masuk ke kamar mandi setelah Kinara keluar. Kinara hanya menoleh sekilas tanpa peduli dengan ucapan Azka barusan.
"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakaatuh" Azka mengucap salam dan mengakhiri sholat dengan membaca dzikir dan di tutup doa. Kinara mengamini satu shaf di belakangnya. Selesai berdoa Azka menoleh ke belakang dan tangannya di sambut sang istri kemudian menciumnya. Azka mencium pucuk kepala Kinara lama sembari membacakan doa dan sholawat. Azka menyudahinya kemudian beralih menatap lekat wajah sang istri.
"Kamu kenapa?" Kinara menaikkan satu alisnya
Cup
Benda kenyal nan lembut bertender di pipi kanannya. Kinara terkejut tubuhnya kaku seketika, nafasnya tercekat di tenggorokan. Ada getar aneh di area wajahnya.
"Maaf" Azka berucap lalu membawa Kinara ke dalam pelukannya. Kinara masih merasakan detak jantungnya yang makin tak beraturan.
"Ak. . Aku mau ambil minum dulu" ucap Kinara gugup seraya melepas alat sholatnya.
"Itu di atas nakas" Azka berujar ia sangat tahu Kinara masih merasa gugup dan salah tingkah.
"Eh..he maksud aku ya itu haus." ucap Kinara malu seraya meraih gelas dan teko lalu menuangkan air dan menenggaknya habis. Azka yang melihatnya semakin gemas ingin rasanya ia memangsa Kinara saat ini juga jika tak ingat janjinya pada mama untuk tidak menyentuh Kinara sebelum lulus ujian yang masih 6 bulan lagi terlaksana.
Memang bukan hal tabu bagi Azka karna ia tahu betul bagaimana kehidupan di luar negeri tempat tinggalnya dahulu. Teman remajanya pun kebanyakan sudah melakukan hal itu dan tak merasa malu menceritakan pengalaman mereka. Meski Azka memang hanya menjadi pendengar tak pernah sedikitpun terbersit niatan untuk melakukannya. Ia hanya ingin melakukan itu dengan gadis halal untuknya sesuai ajaran agamanya. Dan sekarang sudah ada yang halal untuk nya namun terhalang statusnya yang masih pelajar dan hal itu masih sangat tabu bagi orang timuran.
๐ท๐ท๐ท
Kinara menjawab panggilan mama di ponsel suaminya setelah selesai sholat subuh. Tadinya mereka hendak sholat berjamaah tapi karna Azka merasakan mulas yang mengharuskan ia bolak balik ke kamar mandi.
"Mama ngapain nelpon? Kak Rania udah lahiran?"
"Bikin kaget aja sih kamu mas.. Iya ponakan kita kembar cewek cowok "
"Hah?? Langsung dua?? Top cer banget kak Sean hahahaa langsung dapet double couple. Kita kapan ya sayang?"
"Apa?!!" Kinara melotot mendengar ucapan Azka. "Belajar dulu yang beneer lulus ujian trus kuliah kerja!"
Ujarnya ketus
"Tapi kamu juga gak nolak aku cium hehe"
"Iishh kamunya aja yang nyosor duluan"
"Tapi enak kan? Itu belum semuanya loh gimana ya rasanya..."
Puuukk
"Pikir aja sendiri aku mau bantu mbak Rita masak untuk sarapan"
๐ท๐ท๐ท
"Iihh gemessh banget kamu boy.. mirip siapa sihh? Papa? Mama? Ato uncle yang gagah ini?" ucap Azka menimang ponakannya yang baru lahir.
"Makanya lo cepetan bikin juga kalo bisa triple couple." sahut Sean yang di hadiahi pelototan oleh Kinara dan hanya di balas cengengesan oleh Sean.
"Sayang aunti nya gak mau di sentuh gimana bisa dapet triple couple? Yang single aja belum tentu dapet hikss!" ujar Azka dengan mimik memelas.
Puukk
Kinara memukul pelan lengan Azka.
"Jangan kdrt donk yank..."
"bisa diem gak sih tuh mulut?"
"Ahahahahhahahaahaaaaa" Rania dan Sean tertawa melihat interaksi kedua adiknya. Saat ini hanya mereka berempat yang ada di klinik bersama duo baby. Karna mama memilih pulang bersama pak Puji setelah Azka dan Kinara datang. Sedangkan papa sudah pulang sejak subuh tadi karna semalam setelah makan malam papa segera menyusul ke klinik.
Kelahiran bayi kembar kakak iparnya rupanya mampu menularkan rona bahagia di hati Kinara meski tak di pungkiri bayang-bayang gadis kemarin siang yang mendatanginya di brankar rumah sakit masih terlintas di benaknya. Ia masih belum siap jika harus memenuhi permintaan gadis aneh itu. Untuk saat ini biarlah ia simpan untuk dirinya sendiri jika kelak ia sudah mengambil keputusan ia akan menemui gadis itu sendiri tanpa harus diminta.
"Whom?"๐คจ tanya Azka setelah sang kakak mematikan sambungan telponnya.
"Catherine!"
"What she want for coming here?"๐คจ
"She will visit Bali for her mom."
"Ouh gitu"
"Kamu masih dendam ya?"
"Gak. Biasa aja."
"Udahlah toh dia udah nyadari kesalahannya."
"I don't care".๐๐ balas Azka cuek
"Kamu gak sekolah dek?" tanya Sean pada sang adik ipar.
"Besok kak..hari ini aku masih di haruskan istirahat total sama dokter."
"Nah kamu Azka sampe kapan masa skorsingmu selesai?"
"Minggu depan lah. tumben lo peduli kak?"
"Lo kan adek gue atu-atunya.!"
"Ciiihh... baru nyadar punya adek?"
"hiiisssss Greget gue ngomong sama lo bocil!"๐ค๐ค๐ค
"Gue ge-deg" ๐๐๐
"Daaah pergi sono lo. tadi di pesenin apa lo sama mama??huss husss.
"Beneran deh..lo ngusir gue bang toyib??"๐คจ๐คจ
"Emang iya...salah lo nyebelin."๐๐
"Lo parah..."๐๐
"Kalian ini bisa diam gak? si kembar nangis nih!" tegur Kak Rania kesal melihat perdebatan kedua kakak beradik yang gak pernah akur. sedangkan Kinara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka seperti kucing dan anjing.
"Yaudah yuk kita pulang sayang....noh si tukang cilok udah ngusir kita." ajak Azka seraya meraih lengan Kinar
"Tukang cilok kek gue itu langka asal lo tau aja...๐๐๐"
"Emang iya??"๐๐
"Iya donk... modal kegantengan gue udah pasti laris manis..."๐คฃ๐คฃ๐คฃ
"Ieeeuuuuuuhhhh๐คฎ๐คฎ๐คฎ....alergi gue denger ocehan receh lo.. Kak Ran kok bisa sih kesambet dukun abal-abal kek dia??"
"๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐๐๐๐๐๐" Kak Rania dan Kinara tertawa mendengar ocehan Azka
"Udah kalian pulang aja dah di tungguin mama di rumah..jangan lupa ke pasar belanjain pesanan mama."titah Rania berusaha melerai mereka agar tak berlanjut.
"Daaahh baby boygirl, uncle dan aunty pulang dulu... kalo papa lo ngoceh, sumbat aja tuh mulutnya pake tutup dot xixixi...๐คญ๐คญ๐คญ" ucap Azka berbisik.
"lu ngajarin apa ke anak gue bocil? pergi gak lo?"๐ก๐ก
"Assalamualaikum bye...!" Azka melengos dan melenggang keluar dari klinik.
"๐คช๐คช๐คช๐คช๐คช tukang cilok kepedean.."Kepala Azka menyembul di balik pintu lalu segera berlari menuju parkiran menghindari amukan sang kakak.
"Kamu bisa gak sih sehari aja gak berantem sama Kak Sean?" tanya Kinara saat mereka sudah di tengah perjalanan ke pasar tradisional.
"Ya itu seni nya aku sama dia.. dari dulu emang gak bisa akur. tapi disitulah bentuk kasih sayang kita berdua soalnya kalo pas lagi jauhan kita kek kehilangan satu sama lain.
"Tapi gak baik loh didepan bayi...aku aja malu tadi liat tingkah kalian berdua.."ujar Kinar
"Hehehe maklumin aja yah...janji deh gak di ulangi di depan si kembar.
"Nah gitu dong.. ehh udah nyampai aja kita."
"Kamu aja deh yang masuk aku tunggu disini aja." ucap Azka.
"Iiihh yang bawain barang belanjaan siapa dong? ini banyak Azkaa....gak dikit liat nih!!" ujar Kinara seraya menunjukkan daftar belanjaan.
"Busyeeeet daaah ini mau borong seisi pasar? gak penjualnya sekalian di borong?" ๐คฆโโ๐คฆโโ๐คฆโโ
"Dah yukk ahh keluar..."titah Kinara
"Emang harus gini yah?? arggh gue gak pernah masuk pasar tradisional." keluh Azka seraya menutup hidungnya mengikuti langkah Kinara yang sudah lebih dulu jalan di depannya.
"hihihi rasain sekali-kali bau amis!" batin Kinara.
"Wooiii bang liat-liat dong baju gue basah nih, aarggghh amiiisss..Kinaaar tolongin gue.."teriak Azka saat seorang pria jangkung tak sengaja menumpahkan air bekas membersihkan ikan.
"Duh gusti maap mas gak sengaja. bajunya basah deh hehehe maapin ye..." ucap pria itu nyengir kuda seraya menaikkan 2 jarinya membentuk huruf V pertanda maaf.
"Kenapa sih teriak-teriak malu tau..." ucap Kinara yang sebenarnya ingin tertawa namun tertahan takut Azka semakin menjadi.
"Baju aku gimana dong? bau amis nih luar dalem! Hooeeekk"
"Sabar dulu napa, abis ini ke toko baju yang di sebelah, belanjanya belum kelar nih masih banyak. bang maafin suami saya ya udah teriakin abang tadi.." ucap Kinara memohon maaf pada si penjual ikan.
"Gak papa neng...justru saya yang harusnya minta maaf gak liat kalo ada orang lewat."
"Ahh sama-sama bang, ya udah saya permisi dulu bang.."ucap Kinara seraya menarik lengan Azka segera pergi.
Rupanya kejadian tadi menarik perhatian seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka saat ia tak sengaja mendengar suara yang sangat dia kenali. pria itu memperhatikan punggung Kinara yang semakin menjauh. ada senyum yang terukir di sudut bibirnya. "Gadis itu"batinnya.
"Iiihh mama lagian ngapain harus ke sini sih? kan bisa belanja di supermarket usah bersih higienis pula. nah ini badan gue amis semua. cepetan deh Ra... dah gak kuat nih gatal semua." Azka menggerutu di belakang kinara.
"Husst..bisa diem dikit g? sabar napa?"
"Nih cepetan ganti di kamar mandi yang ada di pojokan sana..baju kamu yang kotor masukan aja di kresek ini."titah Kinara seraya menyerahkan keresek hitam berisi pakaian lengkap yang ia beli dadakan.
"Diem disini jangan tinggalin aku.."Ucapnya seraya berlalu.
Sembari menunggu Azka, Kontra mengecek barang belanjaan nya jikalau masih ada yang tertinggal. "Ahh udah beres semua tinggal singgah ke supermarket bentar belanja yang lain lagi"
"Emang gak ada baju selain ini Ra??"Tanya Azka yang sudah berdiri di belakang Kinara.
"Emm itu juga bagus kok. lagian cocok-cocok aja sih kamu pakai.." ucap Kinara memperhatikan baju Azka yang kebesaran serta celana Jeans selutut yang agak kekecilan. Kinara menahan senyum jahilnya.
"Angkat nih semua masukin ke mobil. kita singgah ke supermarket ada yang mau aku beli."
"Kenapa gak daritadi aja belanjanya di sana sih?"gerutu Azka
"Isshh nih orang gak bisa di ajakin hemat dikit." omel Kinar
"Ya kan gak gini-gini juga Ra.."
"Diam" Kinara melotot membuat nyali Azka menciut.
"Iyee ibu negara"
"Semoga kita bisa ketemu lagi" batin seseorang yang tadinya hendak menghampiri Kinara namun terhenti saat melihat Azka keluar dari kamar mandi.
ย
"Kamu borong ini buat apaan?" tanya Azka melihat beberapa box pembalut yang Kinara masukan ke troli.
"Bukan aku tapi kak Rania yang pesen tadi."
"Ooh Kirain kamu" ucap Azka mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"Aku ke gerai sana dulu ya ada yang mau aku beli mau ikut?"
"Hemm daridapa kamu ilang aku juga kan yang susah mana bawa belanjaan sebanyak ini lagi.."
"Hedeeww gitu aja dah ngeluh ...gimana kalo udah ada anak??"seloroh Kinara lalu menutup mulutnya dengan tangan saat sadar apa yang ia ucapkan.
"Jadi usah siap hemm??"Azka menyenggol pundak Kinara dengan pundaknya.
"Isshh apaan sih?? Kinara merona.
"Aku tunggu nanti malam"bisik Azka menggoda
"Gak mau.."
"Aku mau.."
"ishh apaan sih?" Kinara mencubit pinggang Azka.
"Aduh sakit sayang...Kdrt Mulu daritadi."
"Biarin!"
langkah mereka terhenti di salah satu gerai pakaian muslim. Kinara masuk dan memilih salah satu gamis yang menurutnya pas. setelah membayar dia segera keluar dan mengajak Azka membeli pakaian anak-anak sebagai hadiah untuk keponakan baru mereka.
Menjelang tengah hari mereka baru selesai berbelanja. Azka sibuk memasukkan belanjaan mereka ke dalam mobil Kinara menatap salah satu penjual es dawet yang mangkal di depan supermarket.
"Mas...aku mau beli Es dulu ya...haus nih"
"Iya...aku juga mau!"
"Mas Es nya dua ya.."
Kinara tak segan mengajak si penjual ngobrol seraya membuatkan es dawet pesanannya.
"Makasih ya mas, ini uangnya. kembaliannya ambil aja untuk anak istri mas dirumah" ucap Kinara menyerahkan selembar uang merah.
"Wah mbak ini mah kebanyakan" ucap sang penjual
"Udah ambil aja mas kapan lagi kita bisa ketemu. es dawetnya segera banget mas. makasih ya!" Kinara segera berlalu dan memberikan se cup es dawet pada Azka.
"Ra..."
"Hmmmmm ada apa?"
"Emm kamu sama Rangga putus karna apa sih?kalo boleh tau.. emmm aku gak bermaksud yang aneh-aneh...cuma aku...aku dengar gosip di sekolah kalo....."
"Kalo apa?"potong Kinara.,
"Kalo kalian mau balikan."
"Terus kamu percaya gitu aja?"
"Ya enggak.!"
"Ya udah..lagian buat apa aku balikan kalo aku udah ada yang halalin?"
"iya juga sih"! mendengar jawaban Kinara hati Azka menghangat membuatnya semakin yakin jika memang orang tua mereka tidak salah menyatukan mereka dalam pernikahan. "Semoga slamanya Tuhan menjagamu untukku Ra...."batinnya.