KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
146 Cara mengusir tamu tak diundang



"Non ada temennya datang saya suruh nunggu di teras" ucap bik Siti saat Kinara tengah menyiapkan makan siang di meja.


"Gugun ya atau Reno?"


"Itu yang jadi sopir pribadi nona dulu, bibik lupa namanya"


"Oh...Aldo?" ucap Kinara setelah mengerti siapa yang dimaksud bik Siti. wajahnya kembali cerah seperti sudah menemukan sesuatu yang hilang.


Kinara melangkah ke depan dengan senyuman penuh binar bahagia. sudah lama mereka tidak bertemu setelah lulus SMA.


"Aldo?" tanyanya meyakinkan pada pria muda yang berdiri membelakangi nya. pria itu menoleh dengan senyum merekah dan merentangkan tangannya.


"Hahahaha"


Mereka berdua akhirnya tertawa riang karena tidak bisa saling memeluk. bukan muhrim buk!


"Sumpah gue nggak nyangka Lo berubah secepat ini Do, ya Allah gue kangen banget sama Lo, udah lama kita nggak berantem, Ririn mana?"


"Iya dong gue juga sama kangen banget sama Lo, sekarang udah gemukan ya, udah berapa bulan?" tanya Aldo memperhatikan perut Kinara yang sudah terlihat membuncit


"Jalan enam bulan sih, udah mulai enakan kok makannya jadi kelihatan mekar nih"


"Alhamdulillah, udah lihat jenis kelamin nya?"


"belum sih, biar jadi surprise aja katanya mas Azka, oh ya Ririn mana?"


"Ririn di asrama lah, gue kesini karena tugas, mau nggak mau bisa nggak bisa tetap harus datang, udah kewajiban "


"Tugas? Lo kan masih pendidikan Do?!"


"Tugas VVIP"


"Hahahahaaaa VVIP apaan sih Lo ngelawak"


"Eh beneran ini tugas VVIP, tuan Anderson dan Putra bungsunya yang super nyebelin "


"Hah? maksud Lo papa sama Azka yang nyuruh Lo kesini?"


"Yups siapa lagi kalau bukan mereka. hanya mereka yang pandai dalam soal culik menculik pelajar kayak gue, masih masa pendidikan malah di culik dengan alasan nggak masuk akal"


"Hahahaha emang Lo di apain?"


"Bikin alasan yang masuk akal kek, masa izin kalau nenek gue meninggal, lah nenek gua udah di dalam kubur 3 tahun lalu, aneh aja si laki Lo, heran gue"


"Astaghfirullah, jadi beneran kak Rania laporan ke papa" batin Kinara.


"Emang di dalem ada siapa lagi sih?"


"Ck, Lo masih ingat cewek yang ketemu di cafe dan di apartemen dulu?"


"Yang setengah bule itu?"


"Iya,"


"Jadi cewek gesrek itu yang dateng, mau apa lagi sih dia, ada semprot hama nggak?"


"Semprot hama? aneh Lo buat apa coba"


"Buat butain matanya tuh cewek biar nggak jelalatan, lagian udah tau kumbang nya pergi masih nekat aja tebar pesona"


"Udah..udah nggak usah ngomel, ntar dia denger loh, masuk yuk kita makan siang bareng ada si kembar di dalam"


"Anaknya kak Sean?"


"Iya, cuma kak Sean lagi Jerman sama papa, istri sama anaknya tinggal di sini sementara sampai mereka pulang"


"Owh ya udah deh, gue masuk tapi gue mau nunjukin sesuatu dulu"


"apaan lagi?"


"ntar juga Lo tau" Aldo mengeluarkan buket bunga dari dalam tas ranselnya


"Udah diem Lo masuk bawa ini, gue cuma mau mastiin sesuatu aja"


"Ini beneran?"


"Ck nggak usah banyak nanya deh, nurut aja sana masuk"


Kinara masuk kedalam rumah tersenyum sembari memandangi buket bunga yang ia bawa. Catherine duduk di sofa sedang asyik berselancar di medsos. matanya memicing kala Kinara berjalan melewatinya tanpa bicara sepatah katapun. diam-diam dia mengambil foto Kinara yang sedang menyimpan buket bunga di atas meja yang ada tak jauh dari sofa.


"Suka sama bunganya Ra?" tanya Aldo yang tiba-tiba sudah ada di belakang sofa tempat Catherine duduk. sontak Catherine menoleh melihat Aldo dengan pandangan kagum. pakaian dinasnya masih melekat di tubuh tegap dan rampingnya, juga tas ransel yang ia selipkan di sebelah pundak membuat kesan macho pada dirinya.


"Suka banget, makasih ya udah repot - repot datang kesini"


Aldo melirik ke arah Catherine yang menganga dengan wajah terkejut, dari sorot matanya, bisa Aldo baca jika Catherine akan melakukan sesuatu setelah ini.


"Eh, gara-gara kesengsem sama buketnya sampai lupa nawarin duduk, silakan duduk do tenang aja suamiku lagi nggak ada di rumah kok, jadi jangan khawatir ketahuan" ucap Kinara senyaman mungkin mengikuti permainan Aldo


"Owh gitu berarti gue beruntung dong datang kesini hari ini,"


"Beruntung banget, mau minum apa do?"


"Kayak biasanya aja yang biasa kita pesan kalau kencan dulu"


"Ishh jangan ungkit masa lalu lah, malu gue, ntar ada teropong ajaib suami gue tahu, Lo bisa berabe, eh salah kita berdua bisa berabe gitu maksudnya " ucap Kinara menahan tawa.


Catherine semakin menganga mendengar percakapan Aldo dan Kinara di depannya.


"Ini nggak bener, gue harus laporin ke Azka kalau istrinya main belakang, ini bisa jadi jalan aku bakalan ambil hati Azka lagi" batin Catherine tersenyum smirk.


"Eh Ra, ini siapa, saudara kamu?"tanya Aldo menunjuk Catherine yang duduj di sebrang sofa


"I...iya kenalin namanya Catherine hehe"


"Owh kenalin gue Aldo, mantan pacarnya Kinara" Aldo mengulurkan tangannya pada Catherine.


"Saya Catherine, panggil saja Erin"


"Nama yang bagus"


Percakapan itu berlangsung lama antara Catherine dan Aldo, tanpa Catherine sadari kalau Azka sudah kembali dan duduk tak jauh dari sofa yang ia tempati.


Kinara sudah kembali ke dapur untuk menyiapkan kembali makan siang, si kembar sudah berada di kamarnya bersama pengasuh mereka Mbak Ita dan mbak Ati yang juga ternyata kembar.


"Ra, kamu istirahat aja biar kakak yang nerusin" kak Rania datang membawa bekas peralatan makan si kembar.


"Nggak papa kak tinggal dikit doang kok" ucap Kinara tersenyum


"Ra, maafin kakak ya tadi bener-bener nggak teliti sebelum bukain pintu, mbak juga heran darimana dia tahu rumah kami" kali ini kak Rania berucap karena merasa bersalah.


"nggak papa kak, sebenarnya aku nggak masalah dia mau datang kalau sekedar silaturahmi, selama dia nggak ada niat buat nyelakain aku atau Azka dan bisa saja kita semua"


"Makasih Ra, maaf kalau kakak berlebihan karena kakak khawatir sama kamu apalagi kamu hamil sudah sering bolak-balik masuk rumah sakit."


"Makasih kak udah khawatir, insha Allah semua akan baik-baik saja"


"Kamu memang hebat, sebenarnya sejak kemarin Azka sudah dapat teror, ada yang ngirimin dia foto kamu masuk ke mobil sama cowok"


"Hah, kakak tahu?"


"Azka yang cerita tapi, melarang kaakk buat cerita ke kamu, karena nggak mau nambahin beban buat kamu"


"Ya Allah, emang Azka percaya gitu aja kak?"


"Nggak, karena tahu cowok itu temen kalian kan yang atlit basketball itu"


"Iya emang dia yang di tugaskan papa buat antar jemput aku sekarang"


"Hem syukurlah kalau gitu, semoga saja rumah tangga kalian baik-baik saja selalu dalam lindungan Allah swt"


"amiiiin"