KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 125



"Bu, Andin kenapa?" tanya Reno panik saat sampai dirumah


"Udah jangan panik, kamu duduk dulu dokter Rahma yang jelasin, biar Andin ibu yang jaga" ucap Bu Fitri menenangkan anaknya


"Istri saya kenapa dok?" tanya Reno nampak khawatir


"Saya tidak menduga kalau kista nya bisa separah ini, saya kasih saran bapak konsultasi ke teman saya di Singapura, kalau mau program hamil juga bisa, saya ada beberapa teman di Singapura yang ahli di bidang ini" jelas dokter Rahma


"Saya sebenarnya sudah dapat saran dari sopir saya Bu beberapa waktu lalu, cuma saya masih belum ngomong ke istri dia setuju atau tidak, saya tidak mau bikin dia semakin tertekan" kata Reno


"Begini saja pak Reno, saya rekomendasikan teman saya untuk mengobati kankernya, untuk konsultasi progam hamil bisa setelahnya, karena banyak juga pasien saya yang saya rekomendasikan ke sana Alhamdulillah berhasil" jelas dokter Rahma


"Baik dok, nanti saya bicara dengan istri"


"Kalau bisa jangan terlalu lama pak, karena kondisinya Bu Andin ini sudah saya bilang darurat"


"Baik dok"


"Saya sudah resepkan obatnya pak, ini bisa di tebus di apotek, kalau begitu saya permisi"


"Baik dok terimakasih banyak"


"Sama-sama pak, kalau sudah ada keputusan langsung hubungi saya pak, saya akan siapkan dokumen untuk ibu Andin"


"Iya dok terimakasih"


setelah mengantar dokter Rahma hingga ke pintu gerbang, Reno kembali ke dalam rumah dengan perasaan tak menentu.


Dengan langkah gontai, ia menghampiri istrinya di kamar.


"Andin sudah tidur Bu?"


"Iya, biarkan dia istirahat, biar suster yang menjaganya, ibu perlu bicara sama kamu"


Reno menurut saat ibunya melangkah pergi keluar kamar. I mengikuti langkah ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makanan untuknya.


"Katanya mau ngomong Bu"tanya Reno


"Makan dulu, kamu belum makan, seharian di kantor pasti capek" ucap Bu Fitri


Reno tanpa protes menurut perintah ibunya, makan dengan lahap hingga tuntas tak bersisa.


"Aku bersih-bersih dulu Bu, gerah, sekalian sholat maghrib" ucap Reno lalu melangkah pergi meninggalkan dapur.


"Assalamualaikum Bu, ibu aku di belakang" suara Cintya di belakang pintu dapur.


"Waalaikumsalam, kenapa lewat belakang Cin?" tanya Bu Fitri pada menantu nya itu.


"abis lewat depan ribet mana rumah segede ini, malas muter-muter Bu" jawab Cintya


"Kamu bawa apa?"


"Ini bawa pepes, ibu belum makan kan?"


"Nanti dulu, kamu kesini trus yang jagain Ningrum siapa Cin?"


"Bapaknya"


"Udah pulang Arka?"


"Dari ibu kesini dia pulang, em bu Dimas jadi lamaran sama Ainun?"


"Nggak tahu, Ainun belum ngasih keputusan Cin, sebenarnya udah lewat sih masa ta'aruf mereka tapi Ainun seperti nya belum ngasih keputusan"


"Aku tadi ketemu Ainun di alun-alun, nggak sengaja dia sama laki-laki dan dua orang perempuan diantar mereka"


"Oh ya? Nggak kamu sapa?"


"Nggak, Malu lah"


"Hiis kamu tuh, cepat pulang, udah masuk maghrib, pamali kena sawan nanti" titah Bu Fitri


"Sekalian habis Maghrib" sahut Arka dari ruang keluarga.


"Kamu nyusul? Trus siapa dirumah?"tanya Bu Fitri


"Ada Dimas baru pulang, jadi aku langsung susul kesini lah, ya kan anak Sholehah?" jawab Arka


***


"Loh bukannya tadi sama kamu di dapur sayang?"tanya balik Hanan


"Loh bukannya tadi dia masuk lagi ke dalam?"tanya balik Keisya


"Nggak ada sayang, daritadi aku sama Kaila duduk manis di sini, nonton tv selesai ngaji" jawab Hanan


"Loh, Trus kemana anak ini mas?" tanya Keisya mulai panik


"Udah kamu cari ke kamar?"tanya Hanan


"Udah tapi nggak ada, di panggil nggak nyahut juga"jawab Keisya


"Ya udah biar aku yang cari"putus Hanan berjalan mencari sang anak.


"Faras... Faras"


"Mbak lihat Faras?"tanyanya pada salah satu pegawai rumah


"Mas Faras tadi main di belakang pak, udah saya minta masuk, tadi nurut tapi nggak tahu kalau dia keluar lagi" jawab pegawai berseragam biru itu


"Kemana lagi ini anak, mbak bantu cari ya, saya kebelakang, mbak cari ke depan kalau perlu di rumah tetangga atau rumahnya mbak Cici sekalian" kata Hanan


"Baik pak"


Hanan mencari ke setiap sudut rumah tapi nihil ia tidak mendapati jejak Faras. Anak ini memang selalu bersembunyi jika hatinya merasa sedikit terganggu.


Hanan duduk di kursi teras belakang, sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Matanya menangkap sebuah ruangan yang terang benderang di halaman samping tempat biasa ia menyimpan barang lama.


"Kok gudang nyala, siapa di dalam?" batin Hanan menduga.


Hanan melangkah mendekati ruangan kecil yang lampu nya terang benderang.


Hanan mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka, ia melihat sang anak tengah asyik duduk di sebuah kursi dan membuka sebuah album lama.


Karena tak ingin mengganggu sang anak, Hanan akhirnya duduk di depan pintu tanpa membuat keributan. Ia tahu dari album yang di ada di tangan sang anak, itu album lama Keisya sebelum bersamanya.


Tak ada yang perlu di salahkan, begitu bisik hati Hanan. Meskipun ia tahu album itu berisi semua masa lalu Keisya dan Reno juga keluarga mereka.


Hanan sesekali mengintip di balik pintu, apakah sang anak sudah selesai atau belum. Aktivitas sang anak tak luput dari perhatiannya.


Bahkan saat Faras mengambil sebuah foto dan memasukkan ke dalam kantong celananya.


Hanan langsung memilih mundur tanpa menimbulkan suara saat mendengar langkah sang anak menuju ke pintu.


Tanpa menimbulkan suara berisik, Hanan melangkah dan bersembunyi di samping bangunan.


Faras keluar gudang dan langsung menguncinya, tanpa rasa bersalah atau apapun anak itu masuk ke dalam rumah sambil bersiul riang.


Hanan menatap sang anak dengan tersenyum. kenapa dia memiliki karakter seperti mas Reno? Apa karena saat itu ibunya masih belum bisa move on?" batin Hanan memandang anaknya masuk ke dalam rumah.


Setelah memastikan Faras masuk ke dalam rumah, Hanan menyusul masuk kedalam rumah dan mendapati Keisya marah pada Faras karena selembar foto lama.


"Faras, darimana nak?" tanya Hanan lembut


"Dari gudang pa, nyari fotonya om Reno orang yang aku ceritakan dulu pa, yang pernah beliin aku buah karena Kaila ngambek" jawab Faras tanpa rasa bersalah sama sekali


"Emang fotonya mana, papa boleh lihat?" tanya Hanan


"Udah di sobek sama ibu tuh" sahut Kaila menunjuk robekan kertas foto di lantai.


Keisya langsung naik dan masuk ke dalam kamar dengan amarah yang memuncak.


"Faras, emang di foto itu ada om Reno?" tanya Hanan


"Ada, om Reno sama ibu pakai baju pengantin" jawab Faras polos


Meski sedikit terluka dengan kepolosan anaknya, tapi Hanan tak mau membuat anaknya merasa tersakiti. Faras hanya belum mengerti urusan orang dewasa.


"Ya udah nggak papa, nanti biar papa yang benerin fotonya, Faras belajar dulu ya, nanti papa balikin fotonya kalau udah papa sambungkan lagi" ucap Hanan merayu anaknya. Faras pun menurut saja dan mengikuti perintah Hanan.


Kaila yang sempat melihat bagaimana ibunya mengamuk pada sang kakak, hanya cuek saja lalu berbisik pada papanya.


"Om Reno itu papa kandung nya mas Faras ya pa?" tanya gadis kecil berumur empat jalan lima tahun itu.


"apa?" tanya Hanan terkejut mendengar pertanyaan anak perempuannya.