
Tuan Wibowo tak henti-hentinya menciumi wajah mungil cucunya berjenis kelamin laki-laki dalam gendongannya. raut bahagia tercetak jelas di wajah tuanya. tak henti-hentinya ia bersyukur telah di limpahi berkah sedemikian besar.
Nyonya Hanna masih sibuk memakaikan baju bayi perempuan Kinara setelah di mandikan oleh suster. beruntung saat Kinara siuman setelah 24 jam tidak sadarkan diri karena kelelahan setelah melahirkan, Azka dengan sigap memompa ASI di bantu oleh suster Yasmin yang bertugas merawat Kinara di rumah saki.
Bidan Yunik dan Dokter Siska juga rutin mengunjungi Kinara di rumah sakit setiap pagi dan sore. bahkan bidan Yunik mengaku bangga telah bisa membantu Kinara melahirkan bayi kembar secara normal.
"Tuan, bayinya mau saya mandikan dulu" ucap suster Ema pada tuan Wibowo yang masih asyik menimang cucunya.
"Oh iya silakan sus, maaf saya saking bahagianya jadi nggak nyadar waktu kalau udah mau di mandiin" ucap tuan Wibowo ramah seraya menyerahkan bayi mungil itu pada suster Ema.
"Hanna saya pamit dulu ya, mau pulang ke desa" ucap tuan Wibowo pada mama Hanna
"Loh, sampean baru tadi malam nyampai disini mas, masa mau pulang lagi, tunggulah semingguan kalau Kinara udah beneran pulih" ucap mama Hanna
"Saya harus jenguk Keisya juga, kemarin belum sempat ngasih kabar kalau Kinara lahiran, jadi saya amanahin sama Sri di sana, tukang juga sudah saya liburkan, sisa finishing saja mungkin nggak sampai sebulan" ujar tuan Wibowo
"Tapi nanti kalau papanya anak-anak datang, sampean kalau ada waktu bisa datang ya, kalau syukuran aqiqah nya terserah Azka sama Kinara aja, saya nurut aja apa maunya mereka"
"Iya Han, terserah Azka saja yang nentuin kapan, kalau memang belum bisa dalam waktu dekat juga nggak papa, Anderson kapan pulang?"
"Rencananya seminggu lagi, kalau urusan di sana bisa clear" ucap mama Hanna mendesah berat
"Masalahnya berat ya Han?"
"Ya gitu lah mas, orang itu minta hak kepemilikan saham terbesar atas namanya, padahal tidak sekalipun dia menanam saham di perusahaan kami, dia menuntut tanah yang kami miliki adalah milik nya, dia masih mengira jika tanah itu di berikan cuma-cuma pada Anderson, padahal kenyataannya tanah itu sudah kami beli dari orang tuanya sebelum meninggal."
"Ada hubungan apa antara kalian dulu?"
Mama Hanna menghirup oksigen banyak lalu mengeluarkan perlahan dengan kesal.
"Dia sahabat Anderson saat remaja, dia pria bengis yang kerjanya hanya memalak dan merampas apapun yang menurutnya menarik, bahkan orang tuanya terbebani dan sering sakit-sakitan, memang benar dia pernah menyelamatkan Anderson saat remaja, Anderson pernah hampir mati karena di hakimi massa karena kesalahpahaman kecil, dan pria itu merasa berjasa lalu memperbudak Anderson perlahan-lahan"
"Dan sekarang pria itu datang menagih hutang budi, begitu maksudmu?"
"Ya seperti itulah, ku pikir setelah di penjara selama 25 tahun dia sudah menyadari kesalahannya, rupanya tidak"
"Lalu apa yang mau kalian lakukan?"
"Anderson hanya ingin memberikan ia ruang sedikit untuk menikmati keinginannya, tapi itu hanya alibi, karena Anderson sudah mengantongi semua bukti valid untuk menghancurkannya saat waktunya tiba"
"Semoga saja cepat selesai"
"Kapan acara Keisya dan Reno mas?"
"Setelah rumah selesai, tiga bulan lagi mereka menikah"
"Semoga saja di mudahkan hingga selesai"
"Ya sudah saya pamit dulu mungkin besok pagi saya berangkat karena harus kerumah Revan dulu"
"Oh iya, salam buat Revan, denger-denger istrinya sedang mengidam"
"Iya mungkin, anak itu selalu begitu kamu sendiri tahulah bagaimana tabiatnya, nggak pernah mau berbagi"
"Hahahaha, didikan siapa"
"Tapi aku beruntung bisa mengasuhnya hingga setua ini"
"Sudah takdir"
"Ya sudah assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Setelah mengantar besannya ke depan pintu utama dan memastikan sudah pergi bersama asistennya, mama Hanna kembali ke dalam rumah. sudah dua hari ini Kinara di rawat di rumah sakit, dan Azka masih setia menunggu kepulihan sang istri, setiap pagi dan sore Azka akan pulang mengantar stok ASI yang sudah di pompa agar si kembar tidak kehausan.
Mama Hanna di bantu suster Ema serta mbak Reni dan bik Siti bergantian menjaga si kembar yang baru berumur dua hari itu.
"Nyonya makan dulu, udah saya siapin dari tadi siang belum makan kan" ucap bik Siti yang menghampiri mama Hanna di ruang televisi, karena si kembar sedang di menyusu di dampingi suster Ema dan mbak Reni.
"Sekalian nanti habis Maghrib bik tanggung banget ini udah sore"
"Oh ya sudah, mau di siapin cemilan nyah?"
"boleh lah sama teh hangat ya, oh ya kalau bibik udah selesai langsung makan aja dulu, gantian sama anak-anak jagain si kembar ya"
"Siap nyah"
"Kok nggak bilang dari kemarin?"
"Baru aja nelpon"
"Hufft kebiasaan itu nenek selalu begitu, si bocil mana?" mama Hanna menanyakan cucu kembar pertamanya yang sudah berusia hampir dua tahun itu
"Di atas lagi bobok"
"Tumbenan jam sore baru tidur"
"Capek main seharian, nggak tidur siang juga sih"
"Sean ada ngasih kabar mau pulang?"
"Bareng papa katanya kalau mau aqiqah"
"Hah, papa mu nggak ada ngomong dari kemarin"
"Katanya orang itu mengacau kemarin seharian di kantor, papa jadi serba ribet, makanya mas Sean nyempetin nelpon"
"Emang polisi disana gunanya apa sih, menjarain orang gila kayak gitu susah amat"
"Mama nggak tahu ya"
"Maksud kamu apa Rania?"
"Orang itu stres setelah keluar dari penjara karena anak istri dan orang tuanya sudah meninggal semua, dan ternyata dia juga Kembali berulah merampas dan menjarah rumah seorang tetangga orang tuanya di ujung desa sebelah selatan perbatasan, wanita tua yang di jarahnya meninggal dan dia sedang buron"
"Oh astaghfirullah... trus sekarang papamu sama Sean ngapain aja?"
"Kerjasama dengan polisi, papa sengaja nurutin semua kemauan orang itu, setelah dia lengah barulah papa dan polisi bergerak"
"Huh, ngadepin psikopat macam dia serepot ini, tinggal tembak mati aja bisa"
"Iiih mama serem amat dah mentang-mentang dokter jago bela diri ahli menembak"
"Ya lagian papamu lemot sih "
"Astaghfirullah mama"
"Udah nggak usah di bahas"
Mama Hanna meninggalkan Rania di ruang keluarga, berjalan menuju ke kamar si kembar untuk melihat kedua cucunya yang sedang meminum ASI.
"Udah tidur rupanya, kalian pergi bebersih dulu gih, nanti biar saya dan bik Siti yang jaga, kalian makan juga sekalian mumpung mereka sudah tidur."
"Iya nyonya" ucap mbak Reni dan suster Ema bersamaan.
"Oh iya nyah, tadi deh Azka nelpon katanya besok nona muda udah bisa pulang" ucap mbak Reni
"Oh ya, baguslah kalau gitu besok bikin kulupan ya di bagiin tetangga dulu, trus besok lusanya siapin bingkisan buat anak-anak panti."
"Siap nyonya, untuk aqiqah kapan ya, tadi emak di kampung nelpon saya nyah, katanya mau datang kalau aqiqah"
"Tunggu keputusan dari Azka sama Kinara aja ya mbak, soalnya saya nggak mau ambil keputusan sepihak, karena ini acara mereka"
"Oh gitu ya udah saya tinggal dulu ya nyah"
"Oke, suster bisa mandi dulu, sholat, makan dan istirahat sebentar, simpan tenaga untuk nanti malam, kita begadang lagi"
"Hehehe nyonya bisa aja, ya sudah kami pergi dulu nyah"
"Oke"
...........>
to be continue
Beberapa bab lagi tamat season 1, novel ini masih terus berlanjut ya, tapi di season 2 fokus pada kehidupan Keisya dan Reno serta pernak-pernik kehidupan mereka berdua sejak setelah pertunangan hingga akhir perjalanan kisah mereka berdua.
Akan tetap ada peran Azka dan Kinara serta kedua orang tua mereka dan keluarga besar tapi inti cerita tetap pada dua sosok yang berbeda aral itu. Keisya dan Reno.
Selamat malam dan salam sayang untuk para pembaca, untuk pembaca setia yang selalu memberikan komentar, akan ada hadiah menarik untuk kalian. thank u. tunggu aja ya. komentator paling banyak akan dapat hadiah spesial. 😍😍😍