
"Ra... Gak bangun? Udah subuh" tanya Azka seraya mengumpulkan kesadarannya. Ia menoleh memegang kening Kinara yang terasa panas.
"Kamu demam Ra..." gumamnya lalu segera keluar.
Azka menaruh handuk kecil di dahi Kinara. "Maafin aku Ra, semua karna aku" Ucap Azka pelan lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Mas..." lirih Kinara memegang handuk di dahinya.
"Udah bangun? Mau ikut sholat subuh?" tanya Azka
"Hm iya" ucapnya seraya bangun dari posisinya di bantu Azka lalu menuju ke kamar mandi. Azka menyiapkan alat sholat sementara menunggu Kinara.
Selesai sholat subuh Kinara berbaring kembali karna kondisi tubuhnya sangat lemah.
"Hari ini kamu gak perlu sekolah, nanti ada dokter Siska datang, kamu istirahat gih" titah Azka seraya mencium pucuk kepala Kinara lalu segera berlalu keluar kamar melakukan rutinitas paginya.
Kinara yang mendapatkan sikap tak biasa Azka hari ini hanya tersenyum simpul di balik selimut yang menutupi tubuhnya meskipun ia sendiri masih kecewa dengan sikap Azka kemarin di sekolah.
🌷🌷
"Eh Lo...."
"Lu juga...."
Ucap 2 orang yang kini berada di depan pintu rumah Azka. Mereka berpelukan erat saling melepas rindu.
"Gue kangen lo kunyuuk, kemana aja Lo..."
"Lo aja yang kemana.. Lama lo gak ke markas... Aaaahh gua kangen lo sumpah..."
"Hei kalian ngapain pagi-pagi pelukan di depan rumah orang??" tanya Azka yang keluar membawa sekantong sampah. Mereka berdua melepas pelukannya dan menoleh ke sumber suara.
"Aldo....? Lu ngapain kerumah gue? Lo ganti gender sekarang? Ririn lu kemanain njir?"
"Enak aja lu ngomong, gua masih normal, emang lu udah sah belum gol..😛😛" sahut Aldo
"Maaf Tuan Muda, Bapak ada kan?" tanya orang yang berdiri di samping Aldo.
"Masuk aja Mas Yusuf, Papa ada di dalem lagi siap-siap".
"Terimakasih Tuan Muda" Yusuf segera masuk ke dalam rumah menemui atasannya.
"Maaf Tuan Muda saya kemari untuk menjemput Nona Muda atas titah Tuan Besar...😁😁" Ucap Aldo seraya menirukan Yusuf.
"Tuan muda pala lo.... Lu ngapain kesini heh? Mau ngetawain gua lu? Gua di skors".
"Siapa Azka?" tanya Papa yang keluar mendengar percakapan mereka.
"Aldo... Masuk aja gak usah sungkan Kinara masih di atas" titah Papa mempersilahkan Aldo masuk.
"Eh tunggu....tunggu.... Ini apa maksud nya??" cegah Azka memegang lengan Aldo.
"Papa yang minta Aldo jadi bodyguard Kinara." Ujar Papa.
"Eh gak bisa dong pa..Kinar istri aku kenapa harus dia sih yang nganter jemput? kan ada Pak Puji dan yang lainnya bisa.." Ucap Azka menolak.
"Kamu kira Papa minta Aldo itu gratis? Bahkan sampai masa skorsingmu selesai kalian tetap harus berangkat dan pulang dengan Aldo." Ujar Papa masuk ke dalam rumah
Aldo menaik turunkan alisnya dengan tersenyum jahil .
"Gua jadi new bodyguard heihei tayoo...😜😜" Aldo menggoyangkan pinggulnya. Azka mendengus sebal
" Awas lo macem-macemin bini gua, nih tong sampah siap nerkam lo" Ancam Azka mengikuti Papa dan Aldo masuk ke dalam rumah.
Tak lama seorang wanita muda, cantik, dan berhijab tiba di depan rumah.
"Assalamualaikum.." Ucapnya dengan tersenyum ramah
"Waalaikumsalam..." ucap mereka yang berada di ruang tamu bersamaan. Semua menoleh ke sumber suara. Yusuf dan Aldo memandang penuh takjub pada tamu yang baru saja datang.
"W.o.w jelmaan bidadari..." batin Aldo
"Astaghfirullah maksiat mata.." Batin Yusuf seraya menundukkan pandangannya.
"Dokter Siska.. Silahkan masuk, kok tumben datang kerumah sepagi ini? " tanya Papa
"Maaf pak tadi subuh saya di beritahu asisten saya untuk datang kemari" jawab Dokter Siska
"Loh emang siapa yang sakit Dok? Saya tidak memberi perintah apapun" tanya Papa bingung.
"Eh Dokter Siska...ada apa kok tiba-tiba dateng?" sapa mama yang datang dari arah dapur membawa nampan diikuti Azka
"Eh Dok udah dateng, yuk langsung aja ke atas..." Ajak Azka. Mama Papa dan semua menoleh ke arah Azka.
"Kamu sakit dek?" tanya Mama. Azka menggeleng
"Wy Wife mama..." jawabnya menggantung ucapannya.
"Apa? Apa mama gak salah denger? Mama mau punya cucu?" tanya Mama pelan penuh semangat tapi masih dapat di dengar yang lain
"Iiishh mama deh...belum waktunya." sergah Azka.
"Jadi lu udah gol nyuukk? Busyet topcer banget lu...." tanya Aldo di telinga Azka.
"Lu gak pernah makan cabe utuh heh?? Enak aja lu ngomong!" ucap Azka pelan menendang kaki Aldo.
"Kinara sakit?" tanya Papa
"Iya demam tinggi, Yuk ah dok kita ke atas" ajak Azka pada dokter Siska.
Setelah mengantar Dokter Siska ke kamarnya beberapa saat kemudian Azka turun membawa 2 buah amplop putih.
"Do...lu kan bodyguard gua sekarang, dan ini tugas pertama lo, amplop ini harus lo kasi ke Pak Budi dan Bu Susi."
"Ini apaan?" tanya Aldo
"Surat Keterangan Sakit. Kinara gak bisa sekolah mulai hari ini sampai seminggu ke depan."
"Emang ada demam sampe seminggu? Gua aja demam paling lama 2 hari.. Ooh gua tau nih...bilang aja lo cemburu gua jemput Kinara.. Iyakan?? iyakan?🤓🤓😂😂" goda Aldo
"Udah sono pergi lu...jangan b****** disini..."
"Aku cemburu...hei hei aku cemburu 🤣🤣🤣" Aldo bergoyang sembari berlari kecil menuju pintu keluar.
"Pergi gak lo....😠😠??" Azka mengejar Aldo sampai di halaman rumah.
"Ckckck...anak siapa sih?" Sean mendumel tanpa lepas memandang adiknya
"Anak mamanya..." respon Papa santai tanpa beralih dari berkas di tangannya.
"Kan bikinnya juga bareng papa..." ujar Sean lagi
"Kalian ini......kakak adek sama saja enggak ada bedanya."
"Anak Papa juga kan..!"
"Ya sudah papa pergi dulu, kamu jangan telat kita ada meeting dengan klien dari London siang ini." titah Papa
"Siap Komandan.."
**
Di Suatu Tempat
"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan petunjuk?" tanya sang bos
"Belum Bos, sepertinya rumah itu sudah lama kosong."
"Begitu rupanya, tapi aku tidak yakin rumah itu benar-benar kosong, aku akan ubah rencana bersiaplah dan kali ini aku tidak mau gagal lagi" titah sang bos
"Baik bos" Jawab sang anak buah lalu segera keluar.
"Hmm rupanya kau masih Bersembunyi Wibowo, kali ini aku akan menemukanmu dan kau harus merasakan apa yang aku rasakan dulu." Gumamnya mengepalkan tangan
"Amina.. Andai saja waktu itu kau menerimaku, kau sudah jadi milikku saat ini..dan sekarang putrimu satu-satunya sudah ada dalam genggamanku, setelah balas dendamku selesai aku akan mengubah statusnya menjadi anak ku dan aku akan menguasai semua milik Wibowo Hahaahaa"
"Tuaan...tuan...maaf tuaann... Ini gawat" Ujar seorang wanita paruh baya datang dengan wajah khawatir dan ketakutan.
"Ada Apa Mbok Inah..?"
"Anu. . Itu.. Itu... Nona muda tidak ada di kamarnya, kami sudah mencari kesemua sudut rumah tapi tidak ada. Dan saya sudah perintahkan Jupri untuk mencarinya ke seluruh kota." ucapnya panjang lebar.
"Owhh... APAAAAAA??? bagaimana bisa Mbok?"
"Saya tidak tahu Tuan,tadi pagi setelah sarapan Nona kembali ke kamarnya lagi dan tidak pernah keluar. jendela dan pintu kamar juga tertutup rapat tuan". Terangnya sekali lagi.
" ********* Kau mau bermain-main lagi denganku Kei?" geram sang bos.
"Tuan apa yang harus saya lakukan?" tanya Mbok Inah
"Tenanglah Mbok saya akan menemukannya segera, sekarang pergilah" titahnya.
"Baik Tuan.." lalu segera keluar
"Sampai kapanpun aku akan terus menggagalkan rencanamu tuan. Sudah cukup kau menyiksa keponakan mu sendiri, selama ini kau menutup mata hati mu dari kebenaran karna cinta buta pada saudaramu sendiri, suatu saat kebenaran akan terungkap dan kau akan sangat menyesalinya saat itu juga, silahkan berbuat semaumu dan aku akan berbuat semampuku untuk memenuhi wasiat ayahmu Henri Wiraatmadja". Batinnya dalam hati tanpa melepas genggaman tangannya dari baju yang ia kenakan
"Jadi Anthony memulai rencana baru?" tanya seorang pria paruh baya setelah menyeruput tehnya
"Iya Pak Den, Sepertinya dia akan melancarkan aksinya malam ini." Terang anak buah.
"Lakukan saja apa yang dia perintahkan dan pastikan Anderson dan anak buahnya tetap siaga. Dan soal Kinara jangan sampai Anthony mengetahui identitasnya. Wibowo sudah memberi wasiat padaku dia akan kembali jika sudah saatnya tiba. Dan pastikan bukti akurat yang kita pegang tetap terjaga keamanannya,
Aku ingin Anthony menyadari kesalahannya kali ini." Papar Sang Bos
"Oh ya hampir lupa Pak Den, Keisya keluar dari rumah itu pagi tadi.." ujar anak buah
"Hmm ya ya ya aku sudah mengetahuinya, kau lacak dimana gadis itu sekarang" titah sang bos
" Baik Pak.."
To be continue....
Penasaraaan kan gimana kelanjutannya. Makin kesini ceritanya kok makin membingungkan?? Tunggu di akhir ceritaaa.
Votenya banyakiiinn biar cepet updatenya
Nb: Berhubung kondisi aku udah lumayan membaik setelah melahirkan jadi ada waktu dikit di sela momong si kecil buat lanjutin nulis. mohon komen yang membangun ya teman-teman pembaca biar aku tambah semangat. maapin kalo ada keslaahan penulisan author masih pemula. 🙏🙏🙏