KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
38 Ngusilin Bambang



"Maafkan ayah nak, ayah tidak becus menjaga kalian hingga kau harus tumbuh dalam tekanan hebat." ucap pak Wibowo lirih seraya membelai lembut rambut anaknya, air matanya menetes memandang wajah anak nya yang pucat pasi.


"Ayah sudahlah biarkan Kei istirahat dulu, biar Rena dan bik Asih yang menjaga nya. kita juga harus istirahat." ujar Revan dan hanya di angguki oleh sang ayah. setelah Rena dan Bik Asih masuk ke kamar Keisya barulah Revan dan ayahnya keluar.


"Apa Denis bertemu Anderson?"tanya Pak Wibowo pada anak lelakinya. saat ini mereka berada di ruang keluarga.


"Iya ayah setengah jam lalu om Denis dan Alex pergi ke markas. karna tawanan mereka baru saja siuman." jawab Revan.


"Apa??baru siuman?? yang bener kamu Van?" tanya pak Wibowo terkejut.


"Iya Om sendiri tadi yang ngomong yah".jawab Revan


"Bener-bener tuh Bambang masukin obat!" oceh pak Wibowo tersenyum geli.


"Situ kan bosnya.." timpal Revan


"Bisa aja lu...."sahut ayah


"Emang iya kan? hahaahha" Revan dan ayahnya serempak tertawa.


"Gimana perasaan lo? udah enakan?" tanya Yusuf seraya menaruh segelas air mineral di atas nakas samping tempat tidur Riko.


"E..eh pak Yusuf, cuma kepalaku agak pening sedikit sih., saya dimana pak?"


"Minum dulu" titah Yusuf seraya memberikan segelas air.


"Kamu di apartemen saya sekarang." ucap Yusuf


"loh kok?? bukannya tadi kita mau kerumah papa saya pak?" ucap Riko sedikit bingung.


"Papa kamu barusan aja keluar"


"Hah?" Riko melongo bingung dengan ucapan Yusuf. rupanya pengaruh obat bius itu masih ada hingga membuat Riko sendiri seperti orang linglung.


"Ya udah kamu istirahat dulu saya ada urusan sebentar. kalau perlu apa-apa pencet saja tombol di samping mu nanti ada asisten saya yang datang membantu."


"Hah? ini..? akhhh!! ucap Riko pelan seraya memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Jangan di paksa. istirahat lah!" ucap Yusuf lalu melangkah keluar kamar.


"eehh busyeeet.... bangsat lo mbang.... mau bikin gue mati muda lo???" umpat Yusuf saat ia baru saja keluar kamar Riko dibuat terkejut melihat Bambang memakai masker pembersih wajah.


"Helleh... yang penting gue bukan mbak kunti.." sahut Bambang cuek


"Lo lakinya si kunti"ucap Yusuf ketus


"Kalo iya mang napa? bukan masalah buat lo!" sahut Bambang lagi


"Emang dasar! otak lo miring kemana sih??"


"Kedepan Suf.. udah ah rempong banget sih lo kayak emak-emak kompleks"


"Yee... secara lo laki pake masker perempuan kek gak ada pembersih lain aja.."


"Serah gue donk...muke gue..😝😝"


"Emang susah ya ngomong sama lakinya kunti" sungut Yusuf


"Bodo...yang penting muka gue kinclooong"


"Eh gue nanya berapa gram lo masukin ke gelas nya Riko? bisa-bisanya ampe 2 hari baru siuman. gue yang kejer di tanyain mulu sama pak Bagas tauk!!"


"Ya lo sendiri kan yang ngomong 2x48 jam. "


"Iya juga sih ya..tapi maksud gue bukan itu bro.."


"Iya gue tau!! sebenarnya tuh anak udah siuman pas udah gue bawa dimari tapi berhubung lo langsung pergi sama bos. jadi gue bius lagi biar gak kabur".


"Busyeet nih anak bener-bener lo ya.. gue ampe ngebayangin kalo dia mati gimana? tambah berabe gue!"


ting tong


"Eh si bos tuh bukain pintu" titah Bambang


Yusuf melangkah membuka pintu dan benar saja Pak Denias dan Alex datang dengan pakaian ala penjual bakso.


"Emang abis nge-gym dimana pak?" tanya Yusuf basa basi


"bocah gemblung..." jawab pak Denias seraya memukulkan handuk kecil di kepala Yusuf. yang mendapat pukulan malah cengengesan. Alex menyenggol lengan Yusuf memberi kode. keduanya mengikuti langkah pak Denias di depan.


"Astagfirullah Setan alas..." teriak pak Denias tatkala melihat Bambang sedang berbaring santai selonjoran di sofa tentunya dengan wajah masih penuh masker dengan mata tertutup timun. yang di teriaki malah santai seolah hidup hanya miliknya saja, bagaimana tidak kalau kedua telinga kiri dan kanan di sumpal headset.


Yusuf dan Alex yang di belakang rupanya cukup terkejut juga mendengar sang bos berteriak kesetanan. setelah tau biang keroknya mereka hanya cekikikan.


Pak Denias hanya mengelus dada melihat tingkah Bambang yang kelewat absurd.


"Suf, sejak kapan kamu buka salon di apartemen? ono ono wae kelakuane cah iki ckckck mbang mbang " pak Denias geleng geleng kepala dan muncullah ide brilian di kepala nya.


"Lex bawa sini hapeku. Suf siapin salon yang biasa kamu pake karaoke dadakan" titah pak Den. yang di perintah langsung melaksanakan tugas setelah barang yang di minta siap, pak Den menyambungkan kabel dari salon ke ponsel pintar nya. "matiin lampu Suf," titahnya lalu bersembunyi di balik sofa.


Rupanya kejahilan Pak Den mulai kambuh lagi, ia bergeser ke samping sofa seraya menarik-narik kabel headset yang di pakai Bambang. alhasil membuat si Bambang jengah dia kira si Yusuf yang ber-ulah.


"Apaan sih Suf? ganggu gue meditasi aja lo..!" gerutunya dengan mata masih pada posisi yang sama tertutup kacamata timun.


Pak Den tak putus asa dia tetap menarik-narik kabel headset dan terjadilah aksi saling tarik menarik kayak lomba tarik tambang.


"Woooiii Suf, bikin sabar gue abis aja sih lo!!" sungut nya seraya merubah posisi dari terlentang sekarang duduk. otomatis kacamata berharganya juga ikut jatuh ke lantai. Pak Den langsung sembunyi di tempat semula.


"Eh busyet mati lampu mana gelap lagi... Suuuf dimana lo? hape gue mana nih?? et dah si Yusuf malah di copotin, ....


*sreeeet


sreeeeet


sreeeet*


"Eh busyet si brondong alim kemana lagi sih nih, gue suruh bukain pintu si bos malah ngilang..."


"Suuuf dimana sih lo???"


*sreeeet


sreeeet


sreeeet*


"Ahhh emaaaakk gue merinding.. Yusuuuf mana sih lo brondoong??"


*hihihihi


hihihihi


hihihihi*


"Et dah mak kuntiiii.... amppuuunnnin gue" si Bambang akhirnya lari kocar kacir..


braak


klontaang


klontang tiiiiinng bruuuuuk..


*hihihihi


hihihihi


hihihihi*


"ampuuun mak kunti....ampun gue janji gak bakal pake masker lagi..." udah ketakutan masih lari aja si Bambang


Krieet


"aaaaaaaaaaa han.......bruuuk...


klik


lampu tiba tiba menyala dan 2 orang manusia terkapar di depan pintu kamar. rupanya si Riko sang tawanan juga pingsan dengan tangan memegang senter mini diikuti si Bambang yang juga pingsan. niat hati mau ngerjain Bambang malah si Riko kena batunya juga nih. bisa jadi tadi Riko terusik tidurnya karna dengar suara kluntang klantung di luar kamar dan berniat mencari sumbernya eh malah kena batunya juga.


Pak Denias, Alex dan Yusuf terpingkal pingkal melihat adegan Bambang yang kocar-kacir ampe pingsan. setelah kram perut selesai karna tertawa akhirnya mereka menggotong tubuh 2 insan manusia sejenis itu ke dalam kamar masing-masing.


Dan sekarang penampakan apartemen Yusuf sudah seperti kapal pecah saja karna ulah Bambang. mereka pun membereskan semua nya ke tempat semula supaya si Bambang gak curiga soal tragedi yang baru saja terjadi. tinggal kita lihat besok pagi bagaimana reaksinya.


sejam berlalu rupanya si Bambang masih belum siuman sepertinya dia bener-bener pingsan akut. sedangkan si Riko udah siuman sejak setengah jam yang lalu dan sekarang lagi di sidang sama si bos Mr.Denias, Yusuf si brondong alim katany Bambang dan Alex si es batu.


disinilah mereka sekarang.


"Apa aku bisa memegang omonganmu Riko?" tanya pak Denias santai


"Iya pak" menunduk takut


"Berikan informasi sedetail mungkin tentang Anthony."


"Baik pak"


"Oh ya apa kau pernah melihat gadis ini dirumah Anthony?" tanya pak Den seraya memperlihatkan foto Keisya.


Riko terkejut ia tertegun sejenak "Dia gadis kecilku" batinnya "apa hubungannya dengan bos Anthony?"batinnya resah.


"Apa kau pernah melihatnya?" tanya pak Den lagi


"Be...belum pernah pak!"


"Lalu bagaimana kau bisa membuntuti keponakan pak Den saat sebelum kecelakaan?" kali ini Yusuf yang bertanya


"Mak....maksudnya pak saya gak ngerti!"


"Bukankah kau yang menolong korban kecelakaan tunggal di dekat pantai beberapa hari lalu?"


Blaaamm


serasa di pukul sasak tinju dada Riko bergemuruh, ia sangat terkejut mendengar ucapan Yusuf.


"Apa benar begitu Riko?"tanya pak Den


"Sa...saya... benar yang menolong korban. tap...tapii saya tidak membuntuti mereka pak!"


"Lalu ini apa.....??" Yusuf membuka rekaman cctv yang diambilnya dari mobil yang di pakai Aldo dan Kinara. Riko semakin terkejut saat melihat rekaman cctv itu.


"Di situ sudah jelas selama 3 hari berturut-turut kamu mengikuti mereka, lalu sekarang kau bilang tidak mengenal gadis ini?" ucap Alex seraya mengangkat foto Keisya di hadapan Riko.


"Jujur pak saya tidak membuntuti mereka"


"Tunggu....apa kau mengenal salah satunya?" Tanya Yusuf


Deg


Riko diam seketika


"Apa kau mengenal salah satu dari mereka?" tanya Alex


"I...iya pak"


"Siapa?" tanya 3 sekawan itu berbarengan


"Gadis itu... gadis itu saya mengenalnya"


Ketiga nya saling memandang satu sama lain