KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
141 Pengacau



Suasana warung makan lesehan masih ramai pengunjung yang lebih banyak di dominasi oleh mahasiswa yang sedang makan siang, meski banyak juga yang sekedar nongkrong dan memesan minuman.


Warung yang terletak di seberang jalan depan kampus memang selalu ramai dan padat pengunjung, bukan hanya kalangan biasa bahkan dari kalangan kelas atas pun sering singgah untuk menikmati sajian yang di sediakan oleh pemilik warung.


Kinara, Uswah dan Firda masih asik menikmati sajian yang ada di depan mereka. meski menu makanan yang mereka pesan sudah ludes tak bersisa sejak setengah jam lalu, mereka tetap tidak beranjak dari tempat duduknya karena sedang menikmati film drama dari negeri ginseng yang sedang hits.


"Ra emang udah selesai jam kuliahnya?" tanya Azka yang menghampirinya dengan tiga gelas minuman dingin lalu menaruhnya diatas meja.


"Nggak jadi, dosennya ada halangan nggak masuk" Kinara menjawab tanpa menoleh pada Azka yang masih memakai seragam dan celemek menempel di badannya.


Azka bekerja paruh waktu di warung makan ini sejak dua bulan lalu warung ini terbuka. m Bu Faiz bos tempatnya bekerja dulu sengaja memintanya untuk memegang kendali warung makan lesehan cabang yang didirikan tepat di depan kampus.


Azka melirik ke arah layar laptop karena penasaran, "Emang nggak ada film lain selain drakor ck" Azka berdecih.


"Kalau nggak suka minggir pak" sungut Firda ketus


"Mas nggak kerja?" tanya Kinara menoleh melihat penampilan sang suami.


"Kerja, kenapa nggak nongkrong di dalem ruang kerja aja, di dalam bisa bebas, kasihan ada pengunjung yang nggak dapat kursi" ucap Azka pelan


"Harusnya ngomong lah, ya udah yuk guys kita ke dalam aja, kasihan pengunjung yang lain nggak dapat kursi." ucap Kinara


"Ya udah deh pause dulu itu filmnya Uwa" ucap Firda seraya merapikan barangnya ke dalam tas. mereka bertiga serempak masuk ke dalam ruang istirahat yang biasa di gunakan Azka dan para pelayan warung.


Azka memanggil salah satu anggota untuk membersihkan tempat duduk yang baru saja di tinggalkan penghuni nya karena ia usir secara halus.


Azka kembali melayani pengunjung yang datang dan hendak memesan makanan. tangannya sibuk mencatat menu yang di pesan.


"Silahkan di tunggu ya pak, Bu," ucap Azka pamit ke dalam namun langkahnya terhenti karena suara seseorang yang ia kenal.


"Eins" suara seorang wanita cantik dengan rambut coklat dan berpakaian rapi tengah menatap nya


Azka berbalik dan terkejut melihat wanita yang tak lain adalah Catherine teman lamanya di negara asalnya yang juga pernah menjadi pengganggu rumah tangganya beberapa waktu lalu.


Sejak terakhir kesalah fahaman dengan Kinara sejak saat itu ia tak pernah lagi bertemu dengan Catherine. kabar terakhir yang ia dengar kalau wanita itu tengah berada di Bali di rumah sang ibu.


Catherine berjalan anggun ke arah Azka dengan tersenyum. Azka hanya memasang wajah datar melihat Catherine menghampiri nya.


"Hai, lama tak jumpa" tanya Catherine mengulurkan tangannya. Azka hanya menyambut nya datar lalu pergi setelahnya.


Ada raut kecewa di wajah Catherine mendapatkan sambutan biasa saja atau lebih tepatnya tidak di inginkan. Catherine tersenyum getir lalu beralih ke satu set meja kosong tak jauh dari tempatnya berdiri.


Catherine memesan makanan saat ada pelayan yang melewatinya.


"Guys pulang yuk, gue mau kerumah sakit jenguk temen gue" ucap Kinara yang baru kembali dari depan hendak meminjam kabel charger pada Azka.


Wajahnya nampak kusut meski ia paksa dengan senyuman.


"Loh kok...gimana sih tadi kan janjinya kita disini sampai sore" sanggah Firda


"Gue barusan dapet SMS dari Reno kalau temen-temen pada mau nengokin Fikar" ucap Kinara beralasan


"Hem gitu ya, ya udah deh yuk cabut" ucap Uswa akhirnya membereskan laptop nya dan memasukkan ke dalam tas.


"Kalian duluan aja, gue nunggu Reno dateng jemput" ucap Kinara pada kedua teman nya


"Lo nggak papa?" tanya Firda yang menangkap kejanggalan dari raut wajah Kinara


"Iya kalian duluan aja, gue nggak apa-apa lagian Reno benar lagi juga nyampe"


Kinara segera meraih Sling bag dia tas meja lalu keluar menyusul kedua temannya. namun langkahnya berhenti saat melihat Azka berjalan ke arahnya dengan wajah datar.


"Aku mau pulang duluan" ucap Kinara dingin.


Azka menoleh sebentar lalu berucap "Jangan pulang sendiri aku sudah bilang kan dari awal kalau kamu masih ingat" ucap Azka datar.


"Ada Reno di depan, aku mau kerumah kak Revan jenguk Tante Ratih"


"Apa nggak bisa nanti, kita pulang bareng singgah di sana"


"Nggak bisa, aku harus kerja tugas presentasi untuk mata kuliah besok siang"


"Ck ya udah lah, hati-hati jangan lupa kabarin kalau udah di rumah, aku pulang telat nanti"


"Oke" Kinara berlalu dengan wajah kesal karena tahu sang suami akan pulang telat.


Azka memandang punggung sang istri yang semakin menjauh, ada rasa bersalah di hatinya telah bersikap cuek.


"Maafin aku Ra," batin Azka melanjutkan langkah masuk ke dalam ruangannya. ia memang lelah dan sengaja menghindari Catherine agar tidak bertemu wanita itu lagi. ia juga sudah meminta izin pada temannya untuk beristirahat sejenak hingga sore .


"Ngapain Lo bengong di depan pintu?" tanya salah satu temannya yang baru saja datang karena jam masuk kerjanya siang.


"Eh Lo ndra, Lo masuk siang ternyata kebetulan gue juga udah selesai, mau istirahat sebentar"


"Bukannya Lo bosnya disini mau istirahat ngapain minta izin segala"


"Issh Lo mah, gue juga karyawan tahu"


"Pantesan aja pak Sindu maksa Lo buat megang anak cabang warung makannya" oceh Indra seraya menaruh tas di atas nakas dan mengambil seragam lengkap di loker.


"Gue mau tidur dulu, ngantuk bah"


"Gue kerja dulu bos silakan beristirahat dengan tenang tanpa gangguan" Indra keluar dengan seragam yang baru di kenakan.


Kinara berjalan keluar karena Reno memang sudah menunggunya di depan. beruntung ia tidak bertemu wanita itu, wanita yang pernah membuat kesalahpahaman antara dirinya dan Azka beberapa waktu lalu.


Namun baru saja ia bernafas lega, orang yang ia maksud sudah ada di hadapan tengah memandang nya dengan wajah terkejut meski ia sembunyikan di balik senyuman.


"Hai, kamu Kinara?" ucap Catherine mengulurkan tangannya


"Hai, iya siapa?" Kinara menyambut dengan senyum terpaksa.


"Kenalin aku Catherine Zeth teman lama suami mu di Jerman"


"Ooh iya salam kenal"


"Ra...Lo di sini, ayo cepetan kita ke rumah sakit" ucapn Reno menginterupsi.


"Oh oke, ya udah saya pamit, see u" ucap Kinara pada Catherine


Kinara berjalan menyusul Reno dan menarik tangan Reno agar berjalan cepat menuju ke mobil.


tanpa di sadarinya jemari indah Catherine mengabadikan keadaan itu dengan memotretnya. Catherine tersenyum smirk melihat mobil yang di tumpangi Kinara telah berlalu.


"Apapun yang terjadi kau akan tetap jadi milikku Eins" batin Catherine.