KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 13



"Maaf kalian menunggu lama, ayok pulang perjalanan masih jauh" ucap tuan Denias pada Hanan dan Keisya.


"Nggak papa om, emangnya om ada urusan apa singgah ke kantor polisi segala?" tanya Keisya.


"Lihat kinerja anak buah lah, mau makan siang dulu?"


"Terserah om aja, lapar sih cuma nggak tahu warung makan disini, ini masih jauh lagi om?"


"Setengah perjalanan lagi, ya kan mas Hanan?"


"Iya tuan, kalau kita nggak berhenti dan singgah menginap sudah sampai disana tadi pagi sih" jawab Hanan sopan


"Om sih pake berhenti nginep segala" kesal Keisya.


"Biar kamu nggak bosen makanya kita nginep"


"Mas Azka udah sampai berarti ya?"


"Udah dari kemarin sore lah"


"Loh kok gitu om?"


"Secara dia kan naik pesawat, kita naik roda empat makanya banyak berhenti nya di jalan, kasihan mas Hanan sama bang Jono tuh nyupirin mobil" jelas tuan Denias.


"Kenapa nggak sekalian naik pesawat aja kemarin om?"


"Astaghfirullah Keisya, kamu kan mabuk naik pesawat, waktu pulang kesini dari negara asalmu berapa hari kamu opname?" tukas tuan Denias sedikit kesal dengan sikap keras kepala Keisya.


"Om tahu?" tanya Keisya terkejut


"Jelas tahu, anak buah om yang bawa kamu kabur dulu, masih ingat bik Asih yang jadi nanny kamu selama itu?" tanya om Denias dengan sengaja


"Masih, tapi dimana ya orangnya sekarang om"


"Orangnya sudah pergi pas kamu pergi dari rumah itu, dia sudah kembali pada keluarganya di luar pulau"


"Tapi yang kerja sama di rumah om juga namanya Asih kan, bibik yang sama mbak Rena"


"Hanya nama yang sama tapi orang yang berbeda dan mereka nggak saling kenal kok"


"Oh gitu"


"Jon, berhenti di tempat langganan ya, makan dulu, sekalian kita istirahat sore baru lanjut lagi"


"Lah om, masih mau nginep di hotel lagi?"


"Nggak, kita istirahat saja di tempat teman om, dia juga punya anak cewek seumuran kamu kok, tenang aja"


"Oh ya udah, alamat hidup di jalan ceritanya kayak gini hehehe"


"hahaha kamu bisa aja"


***


"Gimana mas, ada kabar soal Reno?" tanya Kinara saat mereka tengah berdua di ruang keluarga. papa dan mama sedang kerumah sakit menjenguk ayah yang belum sembuh.


"Nggak ada sama sekali, aku bahkan udah minta Aldo dan papanya Ririn juga tapi tetap aja nggak nemu" terang Azka.


"Sebenarnya ini yang aku takutkan selama ini, ayah terlalu ngeyelan nggak mikir kondisi psikologis Keisya terutama Reno, dia belum siap secara mental untuk menikah, malah dia udah nentuin kalau mau nikah di usia 27 atau 28 tahun" ucap Kinara membuat kening Azka mengerut.


"Kamu bahkan tahu sedetail itu?" tanya Azka


"Iyalah, kita kan dari SD bareng terus mas, ibunya kan yang ngasuh aku dulu nemenin aku belajar, les dan lain-lain kalau pas ibu sibuk" terang Kinara


"Gitu ya"


"Kenapa mukanya gitu amat? cemburu? cieee bisa cemburu dia cieeeehhh" ucap Kinara sengaja menggoda sang suami.


"Apaan sih ah"


"Udah ah, ngaco aja kamu tuh"


"Jujur aja lah mas, aku bisa baca pikiran orang loh"


"Iya...iya puas?"


"Hahaha, mas nggak usah kaku gitu, buktinya kan kamu yang jadi suami aku, bukan Reno, nggak usah sesensi gitu ahh"


"Apaan sih, ngaco Mulu"


"Hillih malu-malu ngaku, anak buah nelpon tuh" ucap Kinara melihat ponsel Azka berdering.


"huh, semoga aja kabar baik, Reno Reno...." gumam Azka meraih ponselnya di atas meja.


"Assalamualaikum Dam, kenapa?"


" Waalaikumsalam Maaf bos, kita gagal lagi, Reno susah sekali di cari, seperti dugaan awal saya kalau Reno ada yang backing jadi dia bisa bersembunyi tanpa ketahuan, kami baru saja dari pelabuhan tapi orang yang bernama Reno tetap tidak terpantau cctv, bahkan awak kapal pun sudah kami tanyai"


"Kapal tujuan kemana yang kamu tanyai?"


"Hari ini hanya ada km.Siri-siri yang tujuan ke Kalimantan dan Sulawesi tapi tetap saja kami tidak menemukan jejaknya"


"Kalau ke kampung halaman ibunya?"


"Kami sudah mencari alamat itu, tapi tidak ada yang tahu, pihak pemilik kos yang baru sebenarnya mantan anak buah Reno, tapi sudah di beli oleh orang tua dari pemilik baru, dan pemilik baru juga nggak tahu apapun soal keluarga Reno dari pihak bapak atau ibunya"


"Coba cari kedua adik kembar nya"


"Mereka sudah pindah ke sekolah baru, kami sudah meminta datanya dari pihak sekolah lama, tapi mereka juga tidak tahu kemana Dimas dan Arkan pindah"


"Arrrghh, sial kemana sih kamu Ren!" umpat Azka kesal. Kinara setia mengusap pundaknya agar sang suami merasa tenang dan tidak meledak-ledak.


"Tuan, apa perlu saya ke luar pulau juga?"


"Tidak perlu, kalian istirahat dulu, jangan lanjutkan pencarian kalian, kita buat Reno lengah saja dulu, sampai kita benar-benar bisa tahu keberadaannya."


"Baik tuan, assalamualaikum "


"Waalaikumsalam"


"Arrrghh," Reno melempar remote control televisi di atas sofa melepas kekesalannya karena tidak menemukan kabar baik tentang Reno.


"Sudah yang sabar dulu, kalau mas mau dengarkan aku, silakan ikuti saran aku kalau nggak mau ya nggak papa" ucap Kinara


"apa?" tanya Azka menghadap sang istri.


"Biarkan Reno memilih jalan nya sendiri, kalau dia memang merasa bersalah suatu saat dia akan datang sendiri tanpa perintah siapapun untuk meminta maaf pada Keisya, saat ini biarkan Reno tenang dengan kehidupannya, kita doakan saja semoga dia hidup dengan baik dimana pun dia berada. jangan lagi kita usik hidupnya, dia sudah yatim sejak kecil mas, dia juga tulang punggung ibu dan dua adiknya setelah bapak sambungnya juga meninggal, jangan persulit hidup orang lain hanya karena mereka melakukan kesalahan pada kita, kita yang seharusnya belajar ikhlas. bisa saja kita pernah menyakiti orang lain tapi di balas dengan cara yang berbeda. kita fokus pada kesembuhan mental Keisya, itu yang lebih penting, dan itu tanggung jawab ayah sebagai orang tua, anggap saja kali ini ayah sudah lalai dan Allah ingatkan kembali dengan masalah seperti ini. mas ngerti kan maksud ku?"


"Iya paham, maaf sudah berbuat jauh, aku hanya ingin penjelasan dari Reno saja sayang, sejak awal aku udah bilang kalau memang dia nggak siap lebih baik tolak saja sebelum semua terjadi" terang Azka


"Mas, mungkin saat itu Reno sedang dilema, dia tidak tahu harus pada siapa dia bercerita, mas tahu, Reno itu setiap Minggu ziarah ke makam bapak sambungnya, dia selalu curhat disana setiap kali ada masalah kalau nggak percaya tanya aja penjaga makam di daerah xx" ucap Kinara


"Kamu tahu sedetail itu?" tanya Azka


"Ya aku jujur, tahu semua hal tentang Reno karena kami berteman sejak kecil, faham?"


"Ya"


"Nanti malam kemungkinan om Denias dan Keisya juga Hanan sampai disini, mulai saat ini aku minta mas berhenti mencari Reno, ada yang lebih ahli untuk mencari jejaknya, jadi mas nggak usah khawatir" ucap Kinara mengusap punggung tangan suaminya.


"Huh, om Denias memang nggak ada duanya"


"Tuh kan tahu"


"Iya-iya"