
Suster Yasmin mencabut jarum infus yang tertancap di lengan Kinara. beberapa menit lalu dokter Siska visit dan sudah memperbolehkan Kinara untuk pulang.
"Jangan kerja terlalu berat ya nona, istirahat yang cukup, asupan makanannya juga di jaga, biar si baby juga sehat" terang suster Yasmin.
"Iya sus, makasih sudah di ingatkan"
"Sama-sama"
"Udah selesai sus?" tanya Azka yang datang mengambil tas pakaian ganti miliknya dan Kinara untuk di bawa ke mobil.
"Sudah tuan, sebentar saya ambilkan kursi roda"
"Langsung ke parkiran ya sus"
"Iya tuan"
"Nona masih ada yang ingin dilakukan, buah air misalnya "
"Nggak sus"
"Ya sudah saya ambil kursi roda dulu"
Suster Yasmin keluar ruangan dan mengambil kursi roda yang tersimpan di ruang perawatan. lalu membawanya ke kamar rawat Kinara.
Suster Yasmin membantu Kinara turun dari bed dan mendudukkan di kursi roda.
"Sus, nggak dapat jatah di rumah ya?"
"Saya nona?"
"Iya"
"Kan sudah ada suster Ema, tugas saya disini sudah selesai kecuali kalau dokter Siska mau visit di rumah dan mengajak saya, barulah saya datang"
"Oh gitu, suster Yasmin udah nikah?"
"Kok nanya begitu nona, maaf"
"Ya siapa tahu belum saya Carikan calon yang siap hihihi"
"Ahha nona muda bisa aja, saya mah sudah tunangan, Insha Allah bulan depan acaranya"
"Wuuuaah beneran?"
"Iya nona"
Sepanjang koridor rumah sakit hingga pelataran parkir Kinara dan dan suster Yasmin saling bercanda dan membahas banyak hal. hingga tidak sadar jika mereka sudah di area parkir.
"Loh Ren, Lo disini?" tanya Kinara melihat Reno tengah berbincang di samping mobil dengan Azka.
"Hehe, mau jenguk Lo, baru sempet soalnya gue sibuk di kampus" jawab Reno tersenyum
"Ooh, Lo sama siapa? sendiri?"
"Sama Kriting, anaknya masih mampir di toilet"
"Sorry gue nggak ngabarin kalau udah lahiran, mau ikut kerumah sekalian lihat si kembar?" tawar Kinara
"Boleh, ntar nunggu Kriting"
"Tuan bisa gendong nona masuk ke mobil? saya nggak bisa" tanya suster Yasmin pada Azka yang tengah memasukkan beberapa paper bag ke dalam mobil
"Astaghfirullah lupa, iya sus, Ren masukin semua ke dalam gue angkat bini dulu"
Azka menggendong Kinara dan suster Yasmin membuka pintu depan sebelah kemudi agar Kinara bisa duduk.
"Mbak Yas, kita ketemu" teriak seorang pria dari jarak tidak jauh sedang berjalan menghampiri mereka. Kinara, Azka dan Reno sontak menoleh pada sumber suara.
Yasmin melotot mendapati calon adik iparnya berjalan tergesa ke arah mereka.
"Hai Kakak ipar ketemu lagi kita" sapa Kriting dengan sumringah
"Ck, dimana-mana ada Lo, Ting, apa kabar?" tanya suster Yasmin yang sedang merapikan letak duduk Kinara agar wanita itu merasa nyaman.
"Kabar baik mbak ipar, mau ikut sekalian kerumah Azka?"
"Nggak lah, mbak masih tugas belum jam pulang, lain kali aja kalau ada kunjungan, Lo darimana?"
"Dari kampus lah, sekarang nemenin Reno mau lihat dedek bayi, mbak ihhh cepetan juga lah"
"Bisa kamu tuh, kebiasaan"
Reno dan Azka yang mendengar percakapan mereka hanya bisa menyimpulkan jika keduanya ada hubungan kekerabatan.
"Sudah nona, kalau begitu saya permisi karena harus visit pasien lainnya" ucap suster Yasmin
"Makasih ya sus"
"Sama-sama nona"
Kinara dan Azka langsung keluar dari gerbang rumah sakit, begitu mobil sudah jalan, Reno dan Kriting mengikuti di belakang dengan menggunakan sepeda motor.
"Mas, Reno masih biasa cerita ke kamu?"
"Maksudnya?"
"Ya maksudnya ngobrolin apa gitu, urusan pribadi atau apalah"
"Kok tumben kamu kepo Sayang, nggak biasa nya"
"Ya nggak kepo juga sih, cuma Keisya sering banget nanyain Reno, Reno terlalu cuek atau gimana sih, lama-lama aku yang kasihan sama Keisya"
"Gimana ya, mas juga nggak enak mau ikut campur, mas tahu Keisya belajar menerima Reno meski mungkin dia juga terpaksa, mungkin ya, tapi kalau mas boleh jujur, Reno sampai sekarang belom bisa menerima Keisya sebagai tunangan, Reno mengiyakan hanya sebatas balas Budi ke ayah dan nggak tega ke ibunya yang sayang banget sama Keisya"
"Aku khawatir mereka akan gagal bahkan sebelum berkembang"
"Haha berkembang emang tumbuhan apa"
"Doakan aja yang terbaik buat mereka, lagian dari awal ayah sama Bu Fitri udah sepakat bakalan legowo kalaupun suatu saat mereka hanya berhenti di persimpangan"
"Iya sih, tapi tetep aja luka nya membekas mas"
"Ya semoga saja Keisya bisa kuat"
"Aaah mama ngirimin fotonya kembar, lagi minum ASI,. ululuh anak-anak mama" oceh Kinara menatap layar ponselnya yang menampilkan gambar kedua anaknya sedang meminum ASI bersama suster Ema dan mama.