KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 104



"Kei maaf, maafin mas udah terlalu jauh berprasangka buruk padamu" kata Hanan meminta maaf setelah sekian lama mereka saling terdiam setelah ucapan Keisya beberapa saat lalu.


"Aku pulang mas, pikirin baik-baik kalau memang mas pikir aku seburuk itu, mas Reno sudah menikah jadi untuk apa aku mengharapkan orang yang memang bukan takdir ku? kalau mas memang mau mundur meskipun bukan karena mas Reno silakan saja, karena sejujurnya aku masih belum siap untuk menikah, aku menerima karena lelah selalu mendengar ucapan orang tentang ku" ucap Keisya sinis lalu pergi meninggalkan Hanan dengan sejuta penyesalan dan rasa bersalahnya.


Keisya keluar dengan mata basah, Kriting yang sedang membersihkan dan merapikan meja nampak heran dengan dua orang yang tak lama lagi menikah itu.


"Apa gara-gara Reno lagi jadi berantem?" gumam Kriting menggeleng dan Kembali sibuk dengan lap dan alat pembersih nya.


Cafe sudah tutup sejak setengah jam lalu, tapi karena dua orang yang sejak tadi tengah berdebat Kriting dan Gugun juga karyawan lain lebih memilih istirahat di cafe.


"mas Kriting saya pamit duluan" pamit Hanan berjalan mendekati Kriting


"iya mas silahkan" balas Kriting sopan


Hanan berjalan lesu mendekati mobilnya yang terparkir di halaman depan cafe. lima belas menit lalu Keisya sudah pulang di jemput sopirnya.


Hanan menyesali perkataan nya pada Keisya, hanya karena rasa cemburunya yang begitu besar dan rasa bersalahnya telah memaksa Keisya, berakhir ribut dengan wanita yang ia cintai itu.


Andai ia tak membahas masa lalu mereka, hal ini tak mungkin terjadi. Hanan yang tak mencari tahu dulu seluk beluk Reno akhirnya membuat persepsi sendiri sejak pertemuan nya dengan reno satu minggu yang lalu.


Kini mengubah mood Keisya menjadi hal terpenting lagi dan itu benar-benar berat dan menyita pikiran.


Seharusnya ia tak perlu lagi membahas Reno karena gadis itu toh tetap menerimanya dan tak pernah banyak bicara soal acara pernikahan mereka dua minggu lagi.


Kalaupun Keisya menolak seharusnya acara foto pre-wed dan fitting baju hari ini tak akan pernah terjadi.


Hanan benar-benar salah besar, salah dalam melangkah. tidak seharusnya ia mendahulukan ego dan keputusan sendiri.


Mobil perlahan melaju meninggalkan pelataran cafe. Kriting dan Gugun memandang dari kaca etalase, dan mengembuskan nafas berat.


"Jadi orang baik, ternyata susah juga ya, apalagi soal perempuan" gumam Gugun


"Untung aja bukan adek gue, kalau aja tuh Hanan adek gue udah bonyok gue tonjokin, jadi laki kok lembek",Seru kriting


"Lo denger mereka berantem?" tuduh Gugun


"Dikit sih, soal Reno lagi" kata Kriting


"Lagian Reno ngapain juga pake muncul segala, udah jelas dia yang nyalah duluan sekarang malah sok-sokan ikut tersakiti" cibir Gugun


"Biar bagaimanapun dia sahabat kita, kita nggak tahu apa yang dia rasain, cukup kita doain aja biar dapet gantinya Keisya" kata Gugun sok bijak.


"Sok bijak Lo, tumben hahahaha" ejek Gugun menoyor pundak Kriting dengan kain lap.


Hanan pulang kerumah kontrakan dengan keadaan lesu. baru kali ini ia benar-benar merasa tak mampu berbuat apa-apa, kalaupun pada akhirnya Keisya memilih membatalkan pernikahan mereka, cukup sudah ini menjadi hari terakhir nya bekerja di perusahaan besar keluarga Keisya.


Mengikuti jejak abah nya saja yang memilih menjadi seorang imam desa dan guru ngaji di kampung seperti nya lebih baik.


Hanan masuk ke dalam rumah dan betapa terkejutnya ia mendapati kakak nya Hanif sedang tertidur di kasur lantai depan televisi.


Keluarga besar mereka di rencanakan akan tiba dia hari menjelang akad nikah. karena hal itulah Hanif berinisiatif datang lebih dulu membantu adiknya mengurus keperluan pernikahan.


"Assalamualaikum mas, bangun kenapa tidur di sini?" panggil Hanan menggoyang tubuh kekar kakaknya yang tertidur pulas


"Waalaikumsalam, aku mengantuk nan, tidur o duluan di kamar sana, panas di dalam kamar makanya aku pindah kesini"


"Lha AC nya apa nggak nyala?"


"AC nya mati nan, lagian aku nggak biasa pakai AC"


"Yo wes, sesok tak panggil tukang servisnya"


"Yo, mpun dahar? aku masak gulai ikan gabus tadi sore, di kasi tetangga rumah mu sebelah"


"Oh, pak RT toh, kemarin memang bilang katanya panen ikan di kebun belakang rumahnya"


"Iyo tadi orangnya kesini ngobrol banyak soal tambak ikan, aku jadi kepengen juga nan, bisa nggak ya di kampung bikin tambak?"


",Yo ISO ae, asal nduwe niat"


"He, nyapo Rai mu kok kusut koyok klambi rong di setriko?" tanya Hanif melihat wajah Hanan yang kusut duduk termenung di atas sofa.


"Mas, aku salah, aku bikin salah lagi sama Keisya" kata Hanan dengan tangan terjulur ke depan bersandar di atas kakinya yang ia tekuk salah satunya.


"Salah opo?" tanya Hanif penasaran dan langsung merubah posisinya menjadi duduk bersila menghadap sang adik yang nampak murung


"Aku bahas soal mantannya, satu minggu lalu memang aku ketemu di rumahnya, tapi aku juga ngga tahu kalau mas Reno itu ketemu dia atau nggak ,kamu sempat ngobrol basa basi doang, udah gitu orangnya pergi" jelas Hanan


"Kamu cemburu?"


"Entahlah, aku Dewe bingung"


"Trus kamu bahas apa ke Keisya?"


"Ya itu tadi soal mas Reno" kata Hanan menceritakan semua detail permasalahannya.


"Kowe Yo salah, jangan pernah mengungkit masa lalu orang yang sekarang sudah ada di samping mu, itu kesalahan terbesar mu nan, kalau memang Keisya masih ngarepin mantannya nggak mungkin loh sampai Keisya Nerima lamaran kamu nganti wes fitting baju , foto prewedding, Yo Kowe seng aneh, harusnya nggak usah kamu bahas masa lalu dia, cukup bagaimana kamu memperlakukan dia tidak sama seperti perlakuan mantan nya dulu, kamu yang harusnya memberikan obat yang bisa jadi penawar bukan malah membuka aib masa lalu, jelas sikap mu Ki salah besar nan, opo maneh sampe niat ape mundor, lah kenyataan ne mbok pikir nggak sesuai kan? nyatane mantan e Yo wes mbojo, aneh ncen Kowe Ki, dewasa sitik no loh" cecar Hanif memberikan nasihat panjang lebar tanpa jeda pada Hanan.


"Iyo mas ancen aku salah, bener omonge sampean aku termakan cemburu" kata Hanan garuk-garuk kepala menyadari kekeliruannya.


"Yo ngono, sesok Moro o njalok sepuro, sak lupute Karo Keisya, Ojo maneh mbok bahas soal mantan dan apapun itu jenisnya, oke, nyatane Keisya Yo Ra tau sok tahu soal hidup mu kan selama ini, yang penting kamu mau menerima dia apa adanya dan ikhlas" tutur Hanif di angguki Hanan.


",Yo wes, aku penasaran jenenge Reno Ki aneh Endi? pengen eroh Poto ne lak enek hehehehe"tanya Hanif cekikikan


"Astaga maass... plak" timpal Hanan memukul lengan kakaknya