
Semenjak keluar dari ruangan dokter Fritz, Andin masuk ke ruang perawatan Puput di temani Bu RT. meski tadi ada sedikit adegan tak terencana saat berhadapan dengan dokter Fritz, Andin tetap memilih diam tak berani bertanya apapun pada Reno yang tampak lebih memilih diam daripada banyak bicara seperti sebelumnya.
Reno pamit untuk mengambilkan baju ganti untuk Bu RT dan Andin setelah mengantar Andin ke ruang rawat Puput.
Sejujurnya ia tak pernah tahu dan tak menyangka jika akan di pertemukan dengan dokter Fritz dan kenangan masa lalunya kembali terulang di ingatan.
Reno menepikan mobilnya di tempat penjual sate dan memesan dalam porsi banyak. karena waktu sudah pukul sepuluh malam ia langsung menghubungi Tante Meri agar tidak khawatir jika ia pulang terlambat.
"Aku tadi kerumah sakit anterin sepupunya Andin yang nekat bunuh diri Tan" kata Reno di sambungan telepon.
"Astaghfirullah kenapa kamu nggak ngomong? om kamu khawatir kamu belum pulang sampai sekarang, bukannya sepupunya itu yang mau nikah sama anak pengusaha tambang kan?"suara Tante Meri terkejut
"Iya, dia jadi korban, calon mertuanya lagi nyari anaknya yang melarikan diri sama selingkuhan nya." kata Reno
"Astaghfirullah, trus kamu sekarang ada dimana?"
"Di penjual sate, kasihan Andin cuma di temani sama Bu RT, pak RT dan warga lainnya sementara dirumah kontrakan mereka berjaga-jaga sekaligus bersihkan rumah yang berantakan"
"Ya udah, kalau udah selesai kamu cepetan pulang, besok kamu harus ngajar kan?"
"iya Tan, nanti aku telepon kalau udah dekat rumah"
"iya..iya hati-hati loh Ren"
"Iya Tan, assalamualaikum "
"Waalaikumsalam"
Reno menunggu di kursi kayu dekat gerobak sate sembari menunggu pesanannya yang belum selesai. sesekali ia berbicara dengan penjual yang sudah lama menjadi langganan nya selama berada di sini.
"tumben pesen banyak Ren"
"Buat temen di rumah sakit bang, kasihan nggak punya orang tua, di rumah sakit cuma di temani sama Bu RT"
"Temen kamu yang mana? yang cewek itu kah yang biasa jualan minuman dekat kampus?"
"Iya bang"
"Owh, sakit apa emangnya?"
"Bukan dia yang sakit, tapi saudara sepupunya yang nekat bunuh diri tapi untungnya masih tertolong"
"Astaghfirullah naudzubillahi min dzalik, stress kali Ren?"
"Iya stres di bohongin calon suaminya, kasihan"
"Oh ya Allah muga-muga dapat gantinya"
"Hai, Ren, lama nggak ketemu" suara halus dan ngebass milik seseorang datang menghentikan obrolan mereka.
Rupanya dokter Fritz yang datang dan ikut memesan sate. dokter Fritz duduk di samping Reno setelah di persilahkan oleh si penjual.
"Hai, dok, apa kabar" kata Reno sungkan
"Alhamdulillah kabar baik, rupanya kamu disini, lama nggak ada kabar" Seloroh dokter Fritz
" Iya, karena tugas disini sekarang"
"Oh tugas disini, kerja dimana?"
"Di madrasah ibtidaiyah di desa Bulurejo"
"Wow, bukannya itu desa terjauh disini? butuh waktu satu setengah jam sampai kesana"
"Iya seperti itulah, namanya juga desa terpelosok, tapi Alhamdulillah jalanan sudah bagus perjalanan juga bisa semakin singkat sekarang"
"Oh ya, kapan-kapan bisa dong wisata kesana, oh ya istri kamu mana?"
"Di rumah sakit jagain sepupunya, saya pulang ambil baju buat ganti"
"Oh...udah lama nikah? anak udah berapa?"
"Doakan saja dok, semoga cepat di beri momongan, baru juga satu bulan"
"Hehehe ya begitulah"
"Nggak pernah pulang ke Jakarta?"
"Nggak, karena ibu dan adik tinggal di desanya nenek sekarang di Jawa timur"
"Oh gitu, kirain masih sering pulang ke Jakarta"
"Udah nggak pernah, karena istri disini dok"
"Oh, istri asli orang sini ya?"
"kakek neneknya asli disini tapi mertua merantau ke ibu kota dan sekarang udah nggak ada semua"
"Maksudnya?"
"Mertua saya sudah meninggal semua, istri ku yatim-piatu, satu kakaknya di Jakarta tapi sudah berumah tangga juga, sekarang malah ikut suaminya ke Amerika, dan tinggal di sana"
"Oh jadi begitu, jadi kamu udah menetap disini sekarang Ren?"
"Iya Alhamdulillah sudah menetap, pak Dokter udah lama tugas disini?"
"Baru juga enam bulan, rumah sakit disini kekurangan dokter ahli bedah saraf dan psikolog makanya saya diminta sama direktur nya untuk kesini, kebetulan pemilik rumah sakit ini masih sahabat lama saya waktu kuliah"
"Oh gitu"
"nggak pernah ketemu atau berkabar sama Keisya?"
Deg
Reno langsung terdiam begitu mendengar pertanyaan menusuk dari dokter Fritz.
"Nggak pernah dok" jawab Reno singkat dengan bibir bergetar. hatinya begitu teriris mengingat nama yang masih bersemayam di hatinya hingga kini.
"Oh kirain masih berhubungan baik, dia sekarang jadi wanita sukses loh, kuliah, jadi desainer termuda yang paling sukses, pegang lima cabang butik sekaligus, dan denger-denger sudah hafal Al-Qur'an 30 juz."
"Oh ya? Alhamdulillah"
"Iya, hanya saja Keisya menjadi pribadi yang introvert, gila kerja dan sangat menghargai waktu, saya juga udah lama nggak ketemu dia sejak terakhir kali jadi pasien saya tiga setengah tahun lalu"
Deg
Bagai di hantam ombak di tengah samudra, hati Reno semakin tercabik-cabik mendengar ucapan demi ucapan dokter Fritz tentang Keisya.
Reno mendesah halus berkali-kali berharap hantaman keras di dadanya bisa melunak secepatnya. sekuat-kuatnya ia menyimpan kebohongan kelak pasti akan tercium juga. hari ini sudah berapa banyak ia berbohong demi menyelamatkan dirinya tanpa sadar menarik Andin dalam permainan nya.
Lamunan reno terhenti kala penjual sate menyodorkan beberapa bungkusan sate yang sudah ia pesan. tanpa ba-bi-bu Reno langsung membayar dan pergi begitu saja tanpa mengambil uang kembaliannya.
Dokter hanya diam saja melihat sikap Reno yang tak biasa. Reno yang dulu ia kenal dewasa dan humble di antara teman-teman nya yang lain kini berubah menjadi sosok yang berbeda menurutnya.
Reno berhenti di rumah kontrakan Andin, begitu masuk ia di sambut oleh salah seorang polisi yang memang sudah mendapatkan laporan dari mantan calon mertua Puput untuk mencari anaknya dan melihat kondisi Puput.
"Tadi sore orang tua tersangka melapor ke kantor dan malam ini saya baru sempet datang untuk melihat bagaimana kondisi korban. saya juga mendapat laporan dari pak RT kalau ada warganya yang melakukan aksi bunuh diri" kata polisi itu
"tersangka dimana sekarang pak?"tanya reno
"Masih dalam proses pencarian, apa saudara ini keluarga korban?"
"Saya temannya pak,tadi sore saya lihat korban jalan kayak orang linglung di taman kota trus saya antar pulang, di tengah jalan dia minta berhenti trus cerita kronologi permasalahannya"
"Baiklah, terimakasih atas keterangannya, korban ada dimana sekarang?"
"Di rawat dirumah sakit bakti Husada pak, kondisinya masih kritis"
"Baik, besok kami akan melakukan kunjungan dari kepolisian untuk meminta keterangan korban, ternyata tersangka ini sudah melarikan diri sejak satu Minggu yang lalu dengan membawa sejumlah uang dan perhiasan emas milik orang tuanya, namun kedua orangtuanya baru menyadari pagi tadi setelah mendapatkan laporan dari anak asisten rumah tangganya yang kehilangan kunci brankas saat di minta oleh majikannya"terang pria berseragam coklat itu
"Oh jadi begitu ceritanya" ujar pak RT
"Terimakasih atas bantuannya pak RT dan warga, jika ada informasi tentang tersangka harap melaporkan langsung ke kantor" tambah pak polisi.
"Siap komandan"