KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 93



...assalamualaikum...


untuk para pembaca novel ku yang tersayang, maaf beberapa hari ini update nggak rajin karena saya lagi sibuk mempersiapkan ujian akhir semester, mulai rapat panitia sampai pembuatan soal semester jadi benar-benar menyita banyak waktu sampai lupa mau ngetik novel.


Malam ini saya mulai update seterusnya tanpa jeda karena kesibukan Alhamdulillah sudah selesai dan banyak waktu kosong. doakan semoga selalu sehat. terimakasih


...Wassalamu'alaikum...


...******...


Aldo berhenti di sisi jalan yang sedikit sepi dan menepikan motornya di depan rumah penjual buah.


"Pak saya nitip motor, oh ya pak kos-kosan yang 30 pintu itu masih kesana kan?" tanya Aldo pada penjual buah seraya menunjuk ke arah jalan masuk kompleks.


"Oh iya mas kesana masuk aja, kalau sudah masuk ke kompleks perumahan, jalan terus nanti belok kanan pas itu ada plang pintu masuk kos, yang punya itu rumah pertama masuk kompleks yang cat ijo" jawab penjual buah


"Oke saya pesan beli buahnya pak, kasi lima kilo" kata Aldo.


"Buah apa ini?" tanya si penjual bingung


"Jeruk manis sama rambutannya pak, tiga kilo jeruk manisnya dua kilo rambutannya, mau saya bawa" kata Aldo.


"Mau di dipisahkan atau di gabung aja?" tanya bapak penjual iseng"


"Ah terserah bapak lah gimana bagusnya, yang penting saya bayar, nih sisanya buat bapak aja, itung-itung ongkos nitip motor" ucap Aldo sedikit kesal


Si bapak penjual hanya cengengesan melihat Aldo menyerahkan dua lembar uang merah di depannya. tangannya langsung sigap mengambil buah yang di pesan Reno tanpa menimbang dulu.


"Nih mas, buahnya" ucapnya menyodorkan kantong kresek besar.


"Busyet pak, ini lima kilo apa sepuluh kilo"


"Nggak saya timbang mas hehe, bawa aja, ini kembaliannya saya balikin" ucap si bapak penjual menyerahkan uang 150 ribu rupiah pada Aldo.


"Loh, bapak bercanda ya, saya ini serius pak, ini buat bapak, siapa tahu anak istri bapak di rumah lagi butuh duit"


"Nggak usah mas, terimakasih sudah belanja di tempat saya, semingguan ini dagangan saya sepi,mas orang yang pertama kali membeli, saya nggak mau mas nya terbebani" kata si bapak


"Saya tidak merasa terbebani pak, ya udah kalau gitu buahnya saya titip di sini saja ya nanti saya ambil, oh ya pak kenalin saya Bripda Aldo, saya kesini nyari temen SMA saya yang punya kos-kosan itu sebenarnya, udah lama nggak pernah ketemu sejak lulus SMA" kata Aldo memperkenalkan diri. bapak di penjual tadi tiba-tiba gelagapan tapi bisa menguasai diri.


"Oh I...iya mas nya polisi ya" ucap si bapak kikuk


"Ya udah pak saya pamit permisi dulu, buahnya nanti saya ambil" kata Aldo langsung menstarter motor nya lalu masuk ke kompleks perumahan meninggalkan si bapak penjual yang plonga-plongo karena tidak mendapat respon dari Aldo.


"Sudah saatnya aku insaf beneran, masih ada juga orang sebaik itu" batin pak penjual buah mengusap sudut matanya yang berair.


Aldo sampai di depan gerbang pintu masuk kos-kosan, sejak lama berteman dengan Reno tak pernah sekalipun ia bertandang kerumahnya. baru kali ini ia melihat bagaimana penampakan rumah kos Reno yang tampak megah.


Aldo memarkirkan motornya tepat di depan pintu gerbang, lalu memencet tombol yang ada di pagar. tak lama seorang berpakaian satpam mendekat dan bertanya.


"Ada keperluan apa ya mas?" tanya satpam bername tag Ridho.


"Saya mau ketemu sama pemilik kos pak, ada orangnya?" tanya Aldo hati-hati


"Mau nyari kosan ya mas?" tanya pak satpam


"Em I...iya mas, masih ada yang kosong?" kata Aldo beralasan


"Oh gitu, emang si pemilik kos nggak tinggal disini pak?" cecar Aldo


"Enggak mas, pemilik nya menetap di kampung, cuma anak-anak nya aja yang seminggu sekali atau sebulan sekali datang kesini" jelas pak satpam


"Oh gitu, kirain ada yang kosong kosan nya pak, saya mau nyari satu pintu buat adek saya" kata Aldo


"Wah sayang mas, kos udah penuh, belum rejeki" ucap pak satpam dengan raut wajah bersalah


"Oh ya pak, bapak kenal Reno yang tinggal disini? saya cuma di kasih alamatnya aja, dia temen saya waktu SMA, udah empat tahun nggak pernah ketemu, saya mau ngundang dia reunian pak" tanya Aldo mengulurkan ponselnya memperlihatkan sebuah alamat yang tadi memang sudah ia tulis.


"Reno? mas Reno? mas ini temannya mas Reno?"tanya pak satpam terkejut


",Iya pak, katanya dia tinggal di alamat ini" kata Aldo memelas


"Wah benar ini alamatnya, mas nggak salah, mas Reno itu yang punya kosan, baru dua hari dia datang kesini, udah empat tahun nggak pernah pulang di luar negeri"pak satpam berujar


"Oh ya? berarti saya nggak salah alamat dong, tapi sayang nggak ada kos kosong pak" kita Aldo sumringah lalu berubah sendu


"Belum rejeki mas, oh ya mas mau ketemu mas Reno?"tanya pak satpam


"Iya, kalau orangnya ada, cuma dari tadi aku telepon nggak di angkat pak"kata Aldo tersenyum


"Oh nanti saya sampaikan mas, soalnya mas Reno masih di toko" ucap pak satpam


"Toko apa maksud nya pak?"tanya Aldo sok penasaran


"Toko roti Fitrah bakery pak, kalau mau ketemu bapak kesana aja, mas Reno ada di sana" ucap pak satpam


"Oh gitu? ya udah terimakasih infonya ya pak, saya permisi kalau gitu" kata Aldo akhirnya tersenyum senang.


"Sama-sama mas" teriak pak satpam


Aldo menstarter motor nya meninggal area kompleks, saat di depan penjual buah, ia hanya membunyikan klakson tanpa berhenti mengambil buah yang ia pesan tadi. sedangkan si penjual buah nampak duduk termenung dan melamun, tanpa peduli lalu lalang orang yang lewat, hingga sebuah mobil polisi berhenti di depan lapaknya. seorang turun dari mobil seraya memberikan sebuah surat penangkapan.


"Saya menyerah pak" ucap si penjual lalu serta merta mengikuti dua pria berseragam polisi masuk ke dalam mobil.


Aldo sampai di depan toko roti milik ibu Reno, namun sayang toko tengah tutup dan sedang libur, meski di tempat parkir berjejer mobil dan motor, tapi Aldo yakin itu kendaraan milik pelanggan toko sebelah yang tengah menikmati makan siang di warung Solo.


Aldo kecewa dan Kembali ke rumah Beno, di tengah jalan, ponselnya berdering, panggilan berkali-kali dari Beno memang ia abaikan sejak tadi. rupanya anak itu masih menelponnya juga.


"Reno nggak di kos, kata satpam nya di toko roti, tapi gue datangin malah tutup Ben, Fikar gimana udah ketemu?" tanya Aldo yang berhenti di bawah pohon akasia


"Hufft sama aja, kita kecolongan terus, emang Lo yakin om Denias nggak bohongin kita?" tanya Aldo


"Trus gimana sama rencana kita buat batalin lamaran Keisya nanti?" tanya Aldo lagi.


"Gue nyerah Ben, bingung gue mau kemana lagi" kata Aldo kesal.


"Okelah gue kesitu sekarang, yang jelas kita kesana lewat pintu samping, Lo udah bilang Azka kan?"tanya Aldo memastikan


"Oke kita cus aja, nyerah aja sama takdir mereka" putus Aldo sedih.


Hari ini memang mereka sudah berencana untuk menggagalkan acara lamaran Keisya karena mereka bersimpati pada keduanya yang saling mencintai tapi tak bisa bersama karena kesalahan Reno juga sih.