You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
Part 98



Petang ini Dara berada di dapur tengah serius mengiris bawang bombai sebagai bumbu pelengkap untuk membuat menu udang asam manis favorit Wira, sebelumnya ia juga mengupas kulit udangnya denga teliti terlebih dahulu.


"Nyonya, sebaiknya Anda duduk saja, biarkan saya yang melakukannya," ujar salah satu pelayan dapur.


"Aku ingin memasaknya dengan tanganku sendiri, tolong arahkan ya, ini adalah pertama kalinya aku memasak menu ini untuk Mas Wira," pinta Dara sambil mengulas senyum.


Pelayan tersebut mengangguk juga meskipun ragu, ia takut Bu Rina akan memarahinya karena membiarkan istri tuannya berjibaku di dapur, tetapi karena Dara bersikeras ingin melakukannya sendiri akhirnya pelayan itu menyerah dan menuruti kemauan sang nyonya muda.


Dara tampak puas dengan hasil masakannya dan untuk menu yang lainnya dia membiarkan para pelayan dapur yang membuatnya. Setelah selesai dengan kegiatan dapurnya Dara segera membersihkan diri dan memakai blouse cantik berwarna merah marun untuk menyambut kedatangan Wira, kebetulan hari ini kuliahnya libur, jadi dia mempunyai banyak waktu untuk mempelajari hal baru sebagai seorang istri yang seharusnya.


Hampir setiap ada kesempatan Dara meminta saran dari bu Rina dan sering membaca buku tentang panduan berumah tangga yang harmonis. Dara juga sedang mempelajari cara mengikat dasi, dia ingin setiap pagi bisa memakaikannya untuk sang suami tercinta.


Entah kenapa akhir-akhir ini dirinya ingin selalu tampil cantik dihadapan Wira, bahkan tadi siang Dara menyempatkan membeli beberapa lingerie seksi untuk dikenakannya nanti malam.


"Selamat datang Mas," Dara menghambur dan memeluk Wira saat pria itu muncul di ambang pintu.


"Selamat sore sayang, emhhh... kamu wangi sekali," Wira balas memeluk dan menenggelamkan dirinya di keharuman rambut istri kecilnya. Dara mengurai pelukannya dan mendongak menatap pria tampan tinggi menjulang itu.


"Mas mau makan dulu atau mandi dulu? biar kusiapkan," tawar Dara dengan senyuman penuh ketulusan.


"Aku ingin membasuh diriku tapi aku juga lapar," keluh Wira.


"Aku ingin mandi sambil memakanmu sayang," bisik Wira ke telinga Dara dengan sengaja.


"Ishh... Mas, jangan menggodaku." Dara langsung merona setiap kali Wira menggodanya.


Wira tergelak karena Dara mudah sekali memerah padahal mereka sudah sering melakukan hal-hal yang sangat intim, tetapi tetap saja istri kecilnya itu masih tersipu-sipu malu jika digoda seperti itu.


"Aku ingin mandi dulu saja, agar tubuhku lebih segar," ucap Wira.


"Baiklah Mas, akan kusiapkan." Dara berlari-lari kecil menuju kamar dengan antusias membuat Wira terkekeh melihat istrinya yang akhir-akhir ini selalu bersemangat dalam melayaninya.


Lambat laun Dara mulai menikmati dan menjalani statusnya dengan hati yang bahagia. Kini bukan hanya tentang kebutuhan ranjang, setiap hari Dara juga menyiapkan air mandi untuk Wira serta menyiapkan pakaian gantinya. Melayani suami tercintanya semaksimal mungkin sebisanya, bahkan Dara mulai belajar memasak semua menu favorit Wira serta cara menyeduh kopi yang baik dan benar.


Setelah mereka menyantap makan malam Dara kembali ke kamar terlebih dahulu. Ia menggosok gigi, mengganti bajunya dengan lingerie seksi berwarna putih transparan, kemudian merapikan rambut dan lipstiknya serta memakai parfum di area tertentu tubuhnya, area kesukaan suaminya.


Sudah beberapa malam ini Dara selalu merasa bergairah, libidonya meningkat drastis dari sebelumnya. Tentu saja Wira dengan senang hati menyambut istri kecilnya ke dalam dekapannya yang bergelora, tak jarang kini Dara sering memimpin mengayuh dayung surga dunia mereka dengan semangat yang panas membara.


*****