
Hari peresmian tiba. Rumah sakit yang dibangun dalam kurun satu tahun lebih itu rampung sesuai harapan dan diberi nama “Rumah Sakit Satya Medika”.
Rumah sakit tersebut masih satu naungan dengan berbagai aset Aryasatya Grup yang kini bukan hanya mengelola perusahaan farmasi sebagai penyedia obat-obatan, juga merambah di bidang pembuatan kelengkapan peralatan medis kualitas terbaik.
Setelah kelahiran Selena satu persatu harapan dan cita-cita Wira tercapai. Permata hatinya bukan hanya membawa kebahagiaan, Selena juga pembawa keberkahan dalam hidupnya.
Berkat kegigihan dan keuletannya diiringi dukungan serta do’a dari sang istri tercinta yang senantiasa mengalir juga dedikasi maksimal kedua orang tuanya, akhirnya mimpinya untuk membangun rumah sakit sendiri terwujud, keinginan yang sudah lama direncanakannya sejak lulus kuliah magisternya dulu.
Rona bahagia juga aura kepemimpinan terpancar jelas dari wajah tampannya. Membuat para kaum hawa yang hadir semakin menatap memuja kepadanya. Namun semua kekaguman mereka takkan bisa lebih dari itu, berbagai upaya dilakukan para wanita cantik dan seksi yang mencoba memikat pria tampan satu ini, dan kesemuanya hanya akan berakhir mempermalukan diri sendiri serta usaha keras mereka meletus sia-sia di udara, karena di mata dan hatinya hanya ada istrinya seorang.
Semua orang yang diundang sudah tampak hadir, tak lupa para awak media bersiap di tempatnya masing-masing untuk meliput juga mengikuti konferensi pers yang akan dilangsungkan setelah acara peresmian selesai.
Pers begitu antusias, terlebih lagi direktur utama rumah sakit baru ini adalah salah satu dokter terbaik yang kemampuan dan prestasinya menjadi buah bibir. Ditambah raga rupawannya yang selalu berhasil membius terutama kaum hawa, juga para khalayak yang haus akan gosip kehidupan pribadi si pewaris tunggal Aryasatya Grup yang tersohor sangat tertutup.
Dara duduk di tempat yang telah disediakan di sisi kanan podium di mana semua keluarga besar Aryasatya berkumpul. Wira memakai setelan hitam dari Rumah Mode Armani yang memukau sekelam malam, dilengkapi kemeja abu-abu yang dipadukan dengan dasi senada.
Dara dan Selena juga tak kalah mencuri perhatian, wanita cantik itu mengenakan gaun putih selutut dengan aksen renda yang dipercantik tali pita berwarna abu-abu di samping pinggangnya. Begitu pun Selena yang memakai gaun model serupa, hanya saja rancangannya disesuaikan dengan balita agar tetap nyaman dipakai.
Lalu tibalah saatnya bintang utama hari ini naik ke atas podium diiringi riuhnya tepuk tangan. Dara tak bisa lepas menatap suaminya penuh rasa cinta, rasa kagum, haru dan juga bangga.
Wira berdiri di atas podium dengan gagahnya, semua terdiam penuh khidmat dan perhatian hadirin terpusat padanya.
"Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bahwasanya berkat rahmatnya akhirnya mimpi saya untuk membangun rumah sakit ini terwujud. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan yang tak bisa saya sebutkan satu-persatu. Semoga perbuatan baik dan juga dedikasi kalian dibalas oleh Sang pencipta dengan beribu kebaikan.
Untuk ayah dan Ibu saya tercinta, saya ucapkan terima kasih tak terhinga, yang tak pernah lelah selau mendukung sepenuh hati, membimbing dan juga mendo’akan."
Wira menoleh ke arah kedua orang tuanya sebelum kembali meneruskan pidatonya.
"Dan juga untuk dua orang yang sangat berarti dalam hidup saya, matahari dan bulan yang menerangi kehidupan seorang Wira Aryasatya. Terima kasih untuk istriku tercinta Anandara, dan juga permata hatiku tersayang pembawa keberkahan, Selena Langit Aryasatya.“
Wira berhenti sejenak kemudian menatap dalam ke arah Dara yang tengah memaku pandangan kepadanya.
“Teruntuk Anandara, istriku. Beribu ucapan terima kasih rasanya takkan cukup atas semua cinta dan kasih sayang yang telah kau beri, dukungan juga semangat yang selalu engkau gaungkan hingga akhirnya kini aku berdiri di sini dalam peresmian rumah sakit yang menjadi mimpi terbesarku. Terima kasih karena tak pernah bosan untuk selalu menguatkanku dan setia berada di sisiku seperti apapun diriku.”