You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
Part 101



"Bolehkah saya bertanya tentang hal yang lebih pribadi untuk memastikannya?" tanya dokter itu penuh pertimbangan.


"Silahkan Dokter, jika itu memang harus untuk kelengkapan prosedur medis saya akan menjawabnya." Dara sebetulnya mulai khawatir, di benaknya bertanya-tanya, apakah dirinya mengidap penyakit serius.


"Anda masih muda dan cantik, saya sangat menyayangkan kenapa anak muda zaman sekarang banyak terlibat pergaulan bebas," keluh dokter itu diiringi helaaan napasnya berat.


"M-maksud Dokter?" Dara tidak mengerti, kenapa dokter ini membahas tentang pergaulan bebas.


"Kapan terakhir kali Anda datang bulan?"


"Datang bulan?" Memang benar sudah lama Dara tidak mendapatkan tamu bulanannya hanya saja ia benar-benar melupakannya, setelah diingat-ingat semenjak pulang dari tempat outbound ia sudah tidak pernah lagi berjumpa dengan tamu rutinnya itu.


"Saya kurang memperhatikan, Sepertinya kira-kira sudah hampir dua bulan saya tidak mendapatkannya, apakah itu berbahaya?" sahutnya seadanya dengan polosnya.


"Apakah Nona juga berpacaran melewati batas dengan sang pacar?" Dokter itu menatap Dara prihatin.


"Saya tidak punya pacar Dokter." Dara mulai keheranan dengan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya.


"Lantas bagaimana ini bisa terjadi? karena dari perkiraan saya saat ini sudah ada janin yang bertumbuh di rahim Anda. Anda hamil Nona." Dokter itu memberitahu Dara dengan suara rendah.


"Ha-hamil, yang benar Dokter? saya... saya hamil," tanya Dara antusias.


"I-iya Nona, Anda hamil." Si Dokter merasa keheranan melihat ekspresi pasiennya yang malah sumringah.


"Bukan pacar Dokter, tapi suami. Saya sudah menikah," sahut Dara. Ia begitu bangga saat menyebutkan kata suami, mengingat sang suami selalu menghujaninya dengan cinta dan kasih sayang yang melimpah ruah.


"Maaf, saya kira Anda masih lajang karena baru berusia 19 tahun, menikah muda rupanya ya." Dokter mengulum senyumnya.


"Tentu saja, dalam satu jam biasanya hasil testnya sudah bisa diambil. Perawat akan mengantarkan Anda untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter obgyn, selamat Nona, eh maaf... Nyonya," ucap Dokter itu meralat kata-katanya.


"Terima kasih Dokter, terima kasih." Dara segera bangkit dari duduknya dan bergegas mengikuti perawat yang mengantarkannya ke tempat praktek dokter obgyn di klinik tersebut.


*****


"Di mana Bu Rina?"


Ratih bertanya kepada salah satu pelayan yang sedang menata tanaman di halaman depan rumah Wira, dia baru saja tiba di rumah putranya itu. Kali ini kedatangannya tidak sendiri karena Michelia juga ikut serta bersamanya.


Mata Michelia berbinar lapar, kemegahan dan kemewahan rumah tinggal Wira beserta mobil-mobil mewah yang berjejer di garasi ditambah para pelayan yang berlalu lalang membuat ambisinya semakin membakar dirinya, bagaimanapun caranya dia harus berhasil memancing ikan besar ini dengan segera.


"Bu Rina ada di ruang tengah Nyonya besar," si pelayan itu bersikap siaga dan menjawab dengan sopan.


"Chelia, ayo kita masuk. Inilah rumah Wira, rumah besar begini tanpa kehadiran seorang istri serta anak hanyalah menjadi ruang hampa tak berguna," ucapnya. Kemudian melenggang masuk ke dalam.


"Selamat datang Nyonya besar, bagaimana kabar Anda? silahkan duduk," Bu Rina menyambut dan mempersilahkan dengan penuh hormat.


"Kabarku kurang baik, karena putraku masih belum memikirkan tentang nasib keturunan keluarga Aryasatya," keluhnya ketus.


"Oh iya Bu Rina, kenalkan ini Michelia. Dia adalah temannya Wira sewaktu kuliah hingga sekarang bekerja di rumah sakit, seorang putri dari keluarga terpandang. Aku berencana untuk membuat Chelia bisa lebih dekat dengan Wira, tapi biasanya putraku lebih mendengarkanmu daripada aku, jadi kuminta padamu untuk membujuk Wira agar mau lebih dekat lagi dengan Chelia."


Bu Rina sedikit terkesiap, tetapi ia menyembunyikan keterkejutannya dan berusaha tetap tenang setelah mendengar permintaan nyonya besarnya. Sayup-sayup terdengar bunyi bising dari arah pintu utama, suara derap langkah kaki seseorang yang berlari-lari kecil dan itu adalah Dara yang baru saja tiba di rumah.