You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
Part 100



Pagi ini Dara tengah memasangkan dasi, Wira sedikit membungkuk mensejajarkan tingginya untuk mempermudah Dara memakaikannya. Ini adalah kali kedua ia mencoba mengikat Dasi untuk suaminya, setelah satu minggu berlatih dengan pengarahan dari Bu Rina.


"Selesai," ucapnya sambil tersenyum senang karena berhasil mengikatkan dasi dengan sempurna, kemudian tangannya bergerak mengusap lurus ke bawah dasi di dada bidang Wira untuk memastikan suaminya berpenampilan rapi.


"Semakin hari istriku makin pintar saja, jangan belajar terlalu keras, kulihat akhir-akhir ini kamu mempelajari banyak hal." Wira menatap Dara penuh cinta sambil meremas pundaknya lembut.


"Mas tenang saja, aku mempelajari semuanya dengan hati yang bahagia," ujarnya menenangkan sambil mengusap-usap tangan Wira yang ada di pundaknya.


"Kenapa belum bersiap-siap?" tanya Wira saat melihat istrinya masih memakai gaun rumahan.


"Sepertinya hari ini aku gak ke kampus dulu Mas, sudah dua hari aku tidak mood mengikuti kuliah, mungkin karena jenuh dengan tugas yang sedang banyak-banyaknya. Aku ingin beristirahat di rumah saja untuk hari ini, boleh ya?" pintanya manja, lalu Dara melingkarkan lengannya ke tubuh kokoh itu.


"Bukankah sudah kubilang jangan terlalu lelah? jika butuh bantuan untuk mengerjakan tugas kuliahmu mintalah padaku, jangan menanggungnya seorang diri." Sebelah tangannya membelai lembut kepala Dara dan sebelahnya lagi merangkul pinggang rampingnya.


Dara mengangguk. "Aku tahu... ayo kita sarapan dulu Mas, nanti terlambat berangkat ke rumah sakit.


*****


Sesiangan ini Dara baru menyantap beberapa suap makanan saja, saat diisi sarapan lambungnya menunjukkan reaksi yang tak biasa. Saat ini Dara hendak mencoba mengisi kembali perutnya yang melilit perih dengan sebatang coklat almond karena secara tiba-tiba saja dia menginginkannya.


Bu Rina membawakan satu cangkir teh melati dan beberapa keping coklat almond premium di atas nampan, kemudian menaruhnya di meja ruang tengah di mana Dara tengah duduk di sofa ruangan tersebut sambil menyaksikan siaran televisi.


"Silahkan Nyonya. Untuk makan siang menu apa yang anda inginkan?" Bu Rina bertanya dengan sopan.


"Aku sedang tidak punya nafsu makan apapun, hanya coklat ini saja yang kuinginkan. Nanti akan kuberitahu jika ada makanan yang ingin kusantap."


"Baik Nyonya." Bu Rina mengangguk dan segera berlalu dari sana.


Dara menyantap coklatnya dengan lahap, sejak tadi lambungnya terus bergolak dan terasa perih hingga menjalar ke kerongkongan jika diisi jenis makanan lain, tetapi saat coklat itu mendarat sepertinya lambungnya mulai tenang dan tidak menolak. Apakah mungkin asam lambungnya kambuh pikirnya.


Setelah menghabiskan coklat dan tehnya, Dara memutuskan pergi bertemu dokter saja untuk diperiksa, karena sudah dua hari rasa tidak nyaman itu terus-menerus mengganggunya. Namun, Dara tidak pergi ke rumah sakit tempat di mana Wira bekerja karena tak ingin suaminya menjadi khawatir kepadanya padahal hanya sakit lambung kambuhan saja.


"Ehm... Nona, sepertinya lambung Anda tidak terlalu bermasalah, tetapi hasil pemeriksaan saya sejauh ini dan dari cerita Anda tadi saya menyimpulkan sesuatu yang lain, hanya saja kita perlu melakukan test lanjutan untuk memastikannya." Dokter itu tampak menghela napas sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya.


"Bolehkah bertanya tentang hal yang lebih pribadi untuk memastikannya?" tanya dokter itu penuh pertimbangan.


"Silahkan Dokter, jika itu memang harus untuk kelengkapan prosedur medis saya akan menjawabnya." Dara sebetulnya mulai khawatir, di benaknya bertanya-tanya, apakah dirinya mengidap penyakit serius.


*****


Author note.


Hai my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini. Jangan lupa juga tinggalkan jejak kalian setelah membaca. Kutunggu like, komentar, serta vote seikhlasnya. Dukungan kalian membuatku semakin semangat menulis.


Follow juga akun Instagramku @Senjahari2412 untuk mendapatkan kabar seputar novel yang kutulis.


Terima kasih telah membaca 😘💜


With Love,


Senjahari_ID24


Sambil menunggu update, baca juga novelku yang lainnya.




Selamat membaca 💜.