You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
Part 60



Ini adalah pertama kalinya Wira mencicipi hidangan di tempat makan pinggir jalan, saat nasi goreng tersebut masuk ke dalam mulutnya, rasa lezat yang khas seketika lumer di indera pengecapnya. Dia tidak menyangka, ternyata hidangan yang terlihat biasa saja rasanya bisa seenak ini, atau mungkin karena ada Dara di sampingnya maka dari itu hidangan sederhana pun terasa istimewa.


Suapan demi suapan terus berlanjut hingga isi piringnya kosong, sejujurnya Wira masih ingin menyantap nasi goreng tersebut dan hendak memesan kembali, tetapi dia mengurungkan niatnya karena gengsi, sebab tadi dirinya sempat mencela tentang makanan yang baru saja dihabiskannya dengan lahap.


Dara melongo karena Wira lebih dulu menghabiskan makanannya, sedangkan dia baru mengunyah beberapa suapan saja.


"Kakak cepet banget makannya, gimana rasanya? pasti enak kan?" tanyanya dengan pipi gembung karena mulutnya penuh mengunyah makanan.


"Nggak juga, aku cuma berusaha makan dengan cepat agar kita bisa segera pergi dari sini." Wira tak mau mengakui, padahal apa yang dikatakan Dara benar adanya.


"Tapi isi piring Kakak habis tak tersisa, apa iya rasanya tidak enak? padahal nasi goreng yang dijual di sini sangat terkenal kelezatannya," ujar Dara dengan ekspresi penuh tanya karena tidak puas dengan jawaban Wira.


"Ehm... ehm... sebaiknya cepat habiskan makananmu. Tidak baik makan sambil mengobrol, nanti tersedak," timpal Wira, berusaha untuk mengalihkan perhatian Dara agar berhenti berkomentar.


Wira merogoh ponsel dari saku celananya, berpura-pura sibuk dengan gawai berbentuk kotak itu untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari Dara selanjutnya dan cara itu berhasil, Gadis cantik itu kembali fokus pada hidangannya, membuat Wira mendesahkan napasnya lega.


Tiga puluh menit kemudian, Dara selesai menghabiskan makanannya kemudian meneguk teh hangat yang sudah tersedia di atas meja. Namun, karena rasa pedas dari nasi gorengnya dia minum tergesa-gesa hingga tersedak.


"Uhuk... uhuk... uhuk...."


Wira yang ada disampingnya secara refleks menepuk nepuk lembut dan mengusap-usap punggung Dara. Lalu dia mengambil tisu yang ada di atas meja kemudian menyeka mulut Dara hingga dagu.


Selesai menyeka, Wira malah menyeringai karena foundation yang di gunakan Dara di dagunya ikut terhapus oleh tisu tadi. Pria itu tersenyum senang saat hasil karyanya terpampang nyata.


"Kenapa Kakak senyum-senyum sendiri, ada yang lucu?" Dara menatap Wira dengan kening berkerut.


Dara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan bangkit dari duduknya, Wira membayar makanan mereka dan mengikuti Dara keluar dari warung tersebut. Saat Dara melewati orang-orang yang juga tengah makan di sana, mereka melirik ke arahnya sambil mengulum senyum, gadis itu belum menyadari, dan Wira yang mengekor di belakangnya terkekeh puas, pasti orang-orang itu melihat tanda merah di bawah dagu Dara dan semua itu adalah ulahnya.


Wira melajukan mobilnya dengan hati riang gembira, sementara Dara masih belum menyadari bahwa tanda merah di dagunya sudah tak tersembunyi lagi, ditambah dengan kulit pucatnya membuat warnanya makin kontras terlihat jelas.


Mobil mewah berwarna hitam itu berbelok mengambil jalur lain ke arah pusat kota, Dara melihat keluar jendela dan keheranan karena ini bukanlah arah jalan pulang.


"Kakak tidak salah mengambil jalur kan? ini bukan jalan pulang?" tanyanya penasaran.


"Memang ini bukan jalan pulang, aku ingin mampir dulu ke suatu tempat, mumpung belum terlalu malam," sahutnya sambil tetap fokus mengemudi.


"Memangnya kita mau kemana dulu?" Dara memiringkan kepalanya menatap Wira dengan mata indahnya yang polos.


"Nanti juga kamu tahu, sebentar lagi kita akan sampai." Wira mengulas senyumnya dan mengacak rambut Dara gemas, membuat gadis cantik itu mencebik sebal karena rambutnya jadi acak-acakan sekarang.


*****


Hai my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini. Tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya, dan jangan lupa juga like, komentar, serta vote seikhlasnya. Dukungan kalian membuatku semakin semangat menulis, ayo vote sebanyak-banyaknya ya readers.


Follow juga akun Instagramku @Senjahari2412. Happy reading guys, thank you very much 😘😘💕💕.


With Love,


Senjahari_ID24