You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
Part 90



Pukul satu siang Fatih baru saja sampai di sebuah kafe yang sudah ditentukan Dara untuk memenuhi permintaan gadis itu bertemu dengannya secara pribadi, ia duduk bersebrangan dengan Dara yang tiba lebih dulu di sana. "Sebetulnya ada hal penting apa sampai Mbak Dara ingin bertemu secara pribadi? sepertinya sangat mendesak?"


"Untuk menghemat waktu kita langsung pada intinya saja. Sebenarnya aku meminta bertemu untuk menanyakan perihal kecelakaan yang menimpa kakakku, yang kuketahui hanyalah mbak Almira tertabrak truk saat menyeberang karena waktu itu cuaca hujan serta jalanan yang licin hingga kecelakaan pun terjadi. Namun, sewaktu aku tiba di rumah sakit kala itu, telingaku sempat mendengar bahwa korban yang tertabrak truk ada dua orang, jika tidak salah mendengar nama korbannya adalah dokter Giovani." Dara menjeda sebentar kalimatnya.


"Ada juga informasi yang kudapat dari orang-orang yang sedang berada di luar bangunan rumah sakit sesaat sebelum kecelakaan terjadi, mereka sempat melihat mbak Almira keluar berlarian dari gedung rumah sakit tanpa payung padahal cuaca sedang hujan deras. Yang ingin kutanyakan kenapa Mbak Almira tergesa-gesa menyeberang, mungkinkah kamu tahu sesuatu? karena Mas Wira selalu terkesan menghindar jika aku bertanya tentang hal ini. Aku juga sudah mencoba bertanya pada para perawat di rumah sakit, tapi semua orang seolah bungkam," sambungnya kembali.


"Duh, gimana ngejelasinnya ya." Fatih menggaruk-garuk kepalanya tak gatal dengan raut wajah gusar.


"Kenapa memangnya?" tanya Dara penuh selidik.


"Sebenarnya... sebenarnya," ucapan Fatih tertahan membuat Dara semakin penasaran.


"Sebenarnya ada apa? tolonglah beritahu aku, kumohon?"


"Semua karyawan rumah sakit memang diperintahkan untuk tidak membahas tentang kejadian itu lebih lanjut karena permintaan dokter Wira sendiri yang langsung diumumkan oleh kepala rumah sakit. Berhubung mbak Dara adik dari mendiang Bu Almira maka akan kuceritakan semua yang terjadi di hari itu walaupun hanya sebatas yang kuketahui. Tapi tolong, jangan sampai dokter Wira tahu, jika beliau tahu dan marah padaku, bagaimana dengan nasib skripsiku nanti," ucap Fatih.


"Tentu saja, aku tidak akan memberitahu Mas Wira tentang hal ini." Dara berusaha meyakinkan Fatih.


"Baiklah. Aku mendengar kabar ini dari teman koasku yang ditugaskan di poli radiologi. Beberapa saat sebelum kejadian dia menyaksikan Bu Almira... bu Almira," kalimatnya tertahan.


"Kakakku kenapa?" desak Dara.


"Bu Almira dipeluk oleh dokter Giovani. Semua yang ada di poli sangat terkejut melihatnya. Entah ada hubungan apa di antara mereka, padahal saat itu dokter Gio baru saja pindah ke rumah sakit di sini sekitar dua mingguan, lalu semua yang bertugas di poli tersebut diperintahkan untuk keluar oleh dokter Gio dan semuanya juga bertanya-tanya, apa yang hendak mereka berdua bicarakan di dalam sehingga semua orang diusir dari ruangan itu. Namun, satu jam kemudian temanku yang hendak kembali ke poli untuk mengambil barangnya yang tertinggal melihat dokter Wira yang keluar dari sana dengan langkah penuh emosi disusul oleh Bu Almira dan juga dokter Gio yang berlari di belakangnya. Menurut yang kudengar, Bu Almira mengalami kecelakaan karena kurang berhati-hati saat mengejar dokter Wira, dan dokter Gio juga ikut tertabrak karena berusaha menyelamatkan kakak Anda." Fatih terdiam sejenak, kemudian meneguk secangkir kopi espresso di hadapannya untuk membasahi tenggorokannya sebelum melanjutkan kalimatnya.


Deg....


Berarti Giovani yang meninggal adalah Giovani yang sama dengan yang ada di foto, foto yang bertuliskan my first love, batin Dara.


Dara kembali mengingat percakapan Wira dan kakaknya sebelum Almira akhirnya mengembuskan napas terakhirnya, saat itu ia kurang memperhatikan karena hanya terfokus pada kondisi kakaknya. Wira pernah mengatakan bahwa Almira harus sembuh untuk mengobati luka hatinya dan juga untuk memohon maaf kepadanya dengan benar.


Gadis cantik itu termenung dan tenggelam dalam pikirannya. Jadi, apakah selama ini bukan hanya rasa sakit kehilangan yang dirasakan Wira, tetapi juga hati yang terluka karena ada sesuatu antara Almira dengan pria yang bernama Giovani itu.


******


Author note


Hai my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini. Jangan lupa juga like, komentar, rate bintang lima, serta vote seikhlasnya, dukungan kalian membuatku semakin semangat menulis.


Follow juga akun Instagramku @Senjahari2412 untuk mendapatkan kabar seputar novel yang kutulis.


With Love,


Senjahari_ID24