
"Selamat datang kembali di kampus Ibu hamilku yang cantik cetar membahana sepanjang masa...." sambut Freya dan Anggi dengan lantang dari kejauhan menyambut Dara yang baru saja turun dari mobilnya di parkiran kampus.
Dara mempercepat langkahnya ingin segera mendekat untuk menghentikan kedua sahabatnya yang menyambutnya super berisik serupa petasan penganten sunat.
"Heyyy... jangan gaduh. Aku malu, gara-gara kalian aku jadi pusat perhatian!" protes Dara dengan mata melotot yang malah terkesan lucu, bukan menakutkan.
"Biarin aja, aku nggak peduli," sahut Freya santai yang kemudian memeluk Dara dan juga Anggi secara bersamaan.
"Aku kangen kalian tauk...." gumam Anggi sumringah.
"Ulululu... aku juga kangen kalian," jawab Dara kemudian mereka bertiga mengurai pelukan dan menuju ke gedung fakultas MIPA.
"Ra, wajah ganteng suamimu akhir-akhir ini wara-wiri terlihat di siaran berita terkait tertangkapnya si wanita ular itu. Sampai-sampai ada netizen yang berkomentar, kenapa Dokter Wira tidak menjadi aktor saja?" cicit Freya dengan heboh seperti biasa.
"Kalau dokter sultan jadi aktor, aku adalah fans garis kerasnya!" Anggi berucap penuh semangat sambil mengepalkan tangannya.
"Hei... sadarlah kau!" Freya menoyor kepala Anggi sedangkan Dara hanya terkikik geli.
"Oh iya, kalian ke kelas duluan saja. Aku mau ke ruangan rektor juga ke ruangan Pak Rifki dulu, mau ngasih ini." Dara mengeluarkan beberapa amplop hard cover persegi berwarna hijau toska berpadu dengan krem dilengkapi aksen pita warna gold untuk mempermanis.
"Apa ini?" tanya Freya dan Anggi serempak.
"Ini undangan pesta resepsi pernikahanku. Akan digelar akhir pekan ini. Oh iya, surat undangan untuk kalian dan juga teman-teman sefakultas sebentar lagi dibawakan Pak Jono kemari."
"Woah pesta? pasti banyak makanan enak. Kamu ke ruangan Pak Rifki saja, biar aku sama Anggi yang menunggu Pak Jono di sini," ucap Freya disertai anggukan dari Anggi.
"Oke thank you, mmuach...." Dara melayangkan fly kiss dan segera berlalu dari sana.
Dara mengunjungi ruangan rektor terlebih dahulu, menyerahkan undangan untuk beliau beserta para jajaran penting universitas. Setelah itu barulah dia menuju ke ruangan dosen pembimbingnya, Dara mengetuk begitu sampai di pintu ruangan Rifki.
Tok... tok... tok....
"Masuk!" seru Rifki dari dalam sana.
Pintu terbuka, pandangan Rifki langsung tertuju pada sosok di ambang pintu. Wanita cantik berkulit pucat berambut coklat yang sempat diharapkannya melangkah masuk mendekati. Auranya tampak semakin luar biasa menyilaukan, tatapan memuja pun tak mampu ia sembunyikan lagi meskipun Rifki berusaha mati-matian untuk meredamnya.
Pria berwajah perpaduan Indonesia dan Perancis itu menatap nanar ke arah amplop tersebut sebelum kemudian tangannya terulur untuk mengambilnya.
"Saya harap Bapak bisa hadir di pesta resepsi pernikahan saya dengan Mas Wira." Dara berkata sopan.
"Aku pasti datang. Bagaimana dengan kandunganmu?" Rifki berusaha bertanya dengan nada senormal mungkin walaupun tenggorokannya terasa tercekat efek rasa sesak yang menghantam dadanya.
"Kandunganku baik, sangat baik," jawab Dara gembira seraya mengusap-usap sayang perutnya yang mulai membuncit dan semua itu tak luput dari perhatian Rifki.
"Aku juga ada hal yang ingin disampaikan. Masa mengajarku di kampus ini akan berakhir bulan depan, aku akan kembali ke tempat kelahiranku yaitu Bali." Rifki berucap dengan senyuman getir.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Dara penasaran.
"Ada masalah keluarga. Jadi aku memutuskan untuk pulang. Semoga kamu selalu berbahagia." Rifki mengulurkan tangannya mengajak bersalaman sebagai ucapan selamat juga salam perpisahan.
Dara menerima uluran tangan itu, sejujurnya ia terkejut dengan keputusan Rifki yang tiba-tiba, tetapi dirinya memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut dan menghormati keputusan sang dosen yang sempat dekat dengannya itu.
*****
Halo my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini. Jangan lupa budayakan tinggalkan jejak kalian setelah membaca berupa like, komentar, serta vote seikhlasnya. Dukungan kalian selama ini melalui like, vote poin serta koinnya dan juga komentar positif membuatku semakin semangat menulis.
Follow juga Instagramku @senjahari2412 untuk mengetahui informasi seputar cerita-cerita yang kutulis.
Selamat membaca....
😘💕.
Sambil menunggu baca juga novelku yang lainnya.