You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
Part 299



Halo my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini. Jangan lupa budayakan tinggalkan jejak kalian setelah membaca berupa like, komentar, serta vote seikhlasnya. Dukungan kalian selama ini melalui like, vote poin serta koinnya dan juga komentar positif membuatku semakin semangat menulis.


Follow juga Instagramku @senjahari2412 untuk mengetahui informasi seputar cerita-cerita yang kutulis.


Selamat membaca....


*****


Taman samping disulap begitu cantik, bunga-bungaan yang tumbuh memenuhi penjuru taman juga pepohonan rindang menambah indahnya tempat tersebut. Meja-meja didekorasi begitu manis tak berlebihan, dengan aksen bunga hidup yang menambah kesan segar suasana pesta.


“Selamat ulang tahun, istriku,” ucap Wira mesra, matanya menatap dalam menerobos netra cantik Dara yang berkilauan. Ia kemudian mengecup kening Dara penuh cinta di saksikan keluarga dan orang-orang tedekat.


Dara tersenyum bahagia dengan mata berkaca-kaca. “Makasih banyak, suamiku tercinta. Aku sangat bahagia dimiliki olehmu,” sahutnya penuh syukur.


Kemudian Bu Rina membawa kotak besar berwarna merah muda berhiaskan pita gold yang cantik ke hadapan mereka berdua. “Ini hadiah dariku, walaupun kamu bilang tak membutuhkan hadiah apapun, tapi tetap saja rasanya tak lengkap. Hanya ini yang terpikirkan olehku. Bukalah, semoga kamu suka.” Wira meraih kotak tersebut dan memberikannya kepada Dara.


Dara membuka kotak tersebut, ternyata isinya adalah sepasang sepatu balet mahal berwarna baby pink, matanya berbinar senang, Wira memanglah sosok paling perhatian. “Aku suka… suka sekali hadiahnya,” ujarnya dengan senyuman yang tak surut menghiasi.


“Ini adalah hadiah pembuka.” Wira kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Dara. “Dan hadiah utamanya nanti malam. Kujamin kamu pasti suka, sayang,” bisiknya sensual dengan nada paling panas yang pernah ada.


“Ish, Mas!” Dara memukul pelan dada bidang Wira, semburat merah tak terelakkan imbas dari dirinya yang dirayu di depan para tamu yang menghadiri, meskipun mereka tak mendengar bisikkan mesum suaminya, tetap saja semua itu membuat Dara tersipu malu.


Mereka terus saja saling menggoda begitu mesra tak sadar tempat. Entah kenapa keduanya seolah diciptakan begitu cocok untuk saling melengkapi satu sama lain, hingga terkadang lupa bahwasanya mereka sedang menjadi pusat perhatian.


Ratih dengan Selena digendongannya lalu menyela karena ingin mengucapkan selamat juga kepada menantunya. “Lepaskan istrimu, ibu juga ingin memberi selamat,” protes Ratih saat menyaksikan putranya terus menempeli Dara.


“Baiklah Bu, istriku terlalu cantik, jadi aku terlena,” jawabnya menggoda sang ibu.


“Sana, sapa para tamu. Jangan menempel terus pada Dara!" titah Ratih sambil mengibaskan tangannya menyuruh pergi, Wira tergelak ringan kemudian segera berlalu menyapa keluarga juga teman yang sudah hadir.


Satu persatu memberi selamat, kemudian giliran kedua sahabat Dara yang seperti biasa super heboh memberi ucapan. “Selamat ya, sayangku. Sekarang kamu bertambah tua,” ucap keduanya kompak.


“Thank you,” sahut Dara dengan senyum manisnya.


“Ini hadiah dari kita, tapi gak boleh dibuka sekarang. Bukanya nanti saja saat para tamu sudah pulang, jika dibuka sekarang bisa mengundang huru hara. Ingat buka kadonya harus di dalam kamar!” ucap Anggi yang kemudian terkikik geli, sedangkan Freya menepuk-nepuk wajahnya sendiri kala terbayang kembali isi dari kotak tersebut.


Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, ditutup dengan pembacaan do’a lalu sesi foto bersama. Semua yang hadir berebut ingin berfoto dengan yang berulang tahun juga Selena. Dara dengan senang hati berpose cantik sambil menggendong buah hatinya berfoto dengan mereka secara bergiliran.


Di saat orang-orang sibuk bercengkerama juga foto bersama, Freya dan Fatih malah asyik duduk berduaan di rerumputan, saling menyuapi kue bergantian sambil berselfie ria dengan berbagai macam pose ala selebgram tanpa mempedulikan sekitar.