You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
Part 85



Dara memasuki ruang kelas, di sana sudah ada Freya dan Anggi yang menunggunya, mereka melambaikan tangan saat melihatnya di ambang pintu dan Dara segera menghambur melepas rindu kepada dua sahabatnya itu.


"Duuhh... kangen banget," celoteh Freya dan Anggi kemudian mereka bertiga saling berpelukan.


"Gimana kakimu, udah beneran sembuh?" tanya Freya.


"Eh... i-itu kakiku... su-sudah sembuh," jawab Dara tergagap. Hampir saja ia lupa, bahwa ketika di tempat outbound dirinya tak sengaja membuat drama akibat tersulut rasa cemburu.


"Syukurlah, tadinya kita dan pak Rifki sempat mau datang untuk menjenguk, tetapi kakak iparmu memberitahu dosen pembimbing bahwa kamu butuh istirahat dan tak bisa di ganggu agar kakimu lekas pulih," jelas Freya.


"Ah i-iya benar begitu, kata m-mas eh kak Wira bilang aku harus beristirahat total supaya bisa segera beraktivitas kembali, tapi sekarang sudah beneran sembuh kok." Dara merutuki dirinya, hampir saja dia memanggil Wira dengan sebutan mas di depan teman-temannya, untuk saat ini Ia masih belum siap berterus terang kepada kedua sahabatnya tentang pernikahannya dengan Wira.


Dara masih takut dengan respons keduanya jika mengetahui statusnya saat ini, ditambah lagi ia menikah dengan mantan kakak iparnya sendiri entah akan seperti apa tanggapan mereka. Bagaimana jika dirinya malah dituduh merangkak ke atas ranjang Wira secara sengaja, padahal semuanya berawal dari permintaan Almira, tetapi jika Dara menjelaskan akankah mereka bisa mengerti?


"Hey nona kenapa melamun?" Freya mengibaskan tangannya di depan wajah Dara.


"Eh... aku nggak ngelamun, cuma lagi mikirin gimana nyelesein tugas kampusku yang seabrek itu hehe." Dara berusaha kembali bersikap seperti biasanya agar Freya dan Anggi tidak curiga.


"Ra, bibirmu kenapa? dari tadi aku perhatikan kayaknya agak bengkak? apa digigit serangga?" Anggi mendekatkan wajahnya dengan mata memicing penasaran berusaha melihat bibir Dara dari dekat.


"Hah... masa sih? mungkin karena sarapan tadi menuku agak pedas, iya sepertinya itu penyebabnya hahaha," sahutnya diiringi tawa canggung.


"Bisa jadi," gumam Freya.


Dara berusaha menutupi bibirnya menggunakan telapak tangannya agar kedua sahabatnya itu tidak bertanya lebih lanjut. Tentu saja bibirnya sedikit bengkak, tetapi bukan karena serangga yang menyengatnya, selama beberapa hari ini Wira terus menerus melahapnya, ditambah baru saja di tempat parkir ia kembali dicium habis-habisan oleh pria tampan itu.


"Ra, sejak kapan kamu pakai cincin? woah cantiknya." Anggi melihat ke arah cincin di jari manis Dara dengan mata berbinar membuat gadis cantik itu kembali memutar otak untuk mencari alasan.


"Cincinnya bagus banget, boleh nyobain nggak," pinta Anggi sambil menyodorkan telapak tangannya.


"Ahahaha... sorry banget, kayaknya gak bisa dibuka, cincinnya sangat ketat di jariku." Dara berusaha meyakinkan alasannya kepada Anggi, kalau sampai dibuka dan Anggi melihat ukiran nama di dalamnya maka pertanyaan yang dilontarkan kepadanya akan semakin rumit. Beruntung dosen pengajar mata kuliah selanjutnya memasuki ruangan menyelamatkan Dara yang tengah kebingungan.


*****


Sore harinya Fatih tengah celingak-celinguk di pelataran kampusnya Dara, ia hendak mencari bidadari yang menolongnya mengganti ban waktu itu. Sejak pertama kali melihatnya entah kenapa seperti ada ribuan kupu-kupu beterbangan di dadanya, menggelitiknya dan membuatnya ingin mengenal lebih jauh sosok gadis tomboi pengendara motor trail itu.


*******************


Author note


Hai my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini. Untuk hari raya Idul Adha besok libur update dulu ya, dokter Wira dan Dara akan kembali menyapa di hari Sabtu, nantikan selalu 😊.


Jangan lupa like, komentar, rate bintang lima, serta vote seikhlasnya. Dukungan kalian membuatku semakin semangat menulis, ayo vote sebanyak-banyaknya ya readers.


Follow juga akun Instagramku @Senjahari2412 untuk mendapatkan kabar seputar novel yang kutulis.


Selamat hari raya Idul Adha bagi yang merayakannya, mohon maaf lahir dan batin 🙏.


With Love,


Senjahari_ID24