You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
part 75



Wira menipiskan bibir menertawakan dirinya sendiri, tak menyangka bahwa ia telah terjerat pesona seorang gadis muda yang dulu hanya dianggapnya sebagai adik.


Ditatapnya Dara yang tertidur begitu pulas di pelukannya. Setiap kali memandang wajah cantik itu, segala ketakutan, kegundahan, mimpi buruk, dan bayangan menyakitkan yang menghantuinya, seolah sirna menguap entah kemana.


Dara laksana obat baginya, mereka seperti mempunyai kecocokan yang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Tubuh gadis itu mungkin memang rapuh, tapi dibalik semua itu menyimpan aura yang begitu kuat sebagai penyembuh jiwa.


Wira memutuskan untuk bangun terlebih dahulu, bersentuhan kulit secara langsung tanpa penghalang dengan Dara sungguh menyiksa dirinya. Bukti gairahnya kian memberontak meminta dibebaskan, membuat dirinya didera rasa nyeri karena hasratnya terus-menerus berseru meminta pelepasan.


Ia bangun sepelan mungkin agar pergerakannya tidak membangunkan Dara, dengan hati-hati membenahi posisi tidur Dara agar tetap nyaman dan tidak mengganggu mimpi indahnya.


Diselimutinya tubuh istri kecilnya yang tak memakai sehelai benang pun. Wira berusaha mengalihkan pandangannya, tetapi sudut matanya tetap mencuri pandang pada tubuh ranum yang membuatnya berdesir dengan hebatnya.


Dengan cepat dia segera beranjak menuju ke kamar mandi, jika tetap berdiam di sana bisa-bisa ia tak mampu mengendalikan diri dan menerkam Dara bulat-bulat. Istri kecilnya itu sungguh menggoda, membuatnya tak tahan ingin mereguk kembali madu asmara yang begitu manis dan memabukkan.


Wira menyiram dirinya di bawah guyuran shower, berharap rasa nyeri menyiksa yang dirasakan tubuhnya bisa diredakan. Padahal cuaca dini hari itu masih terasa dingin, tetapi justru tubuhnya memanas karena gairahnya yang mendidih dan menggelegak.


*****


Setelah dua jam berada di bawah kucuran air akhirnya Wira berhasil meredakan gairahnya walaupun tidak sepenuhnya. Dia menghubungi layanan kamar untuk datang, lalu menyerahkan kunci mobilnya dan memintanya untuk mengambil pakaian ganti miliknya yang memang selalu tersedia di dalam mobilnya.


Wira selalu menyimpan satu atau dua set pakaian ganti lengkap di dalam mobil, karena profesinya terkadang sering terjadi hal yang tak terduga, sementara sebagai seorang dokter dirinya selalu diharuskan dalam kondisi bersih dan steril.


Pria tampan itu sudah berganti pakaian, setelah mandi dia semakin terlihat segar, ditambah tubuh tinggi kokoh serta wajah rupawannya, membuat pesonanya berkali-kali lipat terpancar begitu menyilaukan. Ia memesan sarapan lengkap penuh gizi untuk dirinya dan Dara, setelah beberapa saat kemudian pesanannya datang diantar pekerja hotel.


Dara mulai terusik mendengar bunyi derak roda meja makanan yang beradu dengan lantai kamar, membuatnya mengerjapkan mata karena sumber suara gaduh itu semakin mendekat ke arahnya.


Dara membuka matanya dan disambut pemandangan Wira yang duduk di tepian ranjang, terlihat begitu tampan dan segar dengan aroma maskulin yang menyeruak.


"Pagi juga, su... eh Ka-Kakak," sahutnya canggung membuat Wira terkekeh pelan.


"Ayo, sarapan dulu, kamu harus mengisi energimu. Aku tahu tubuhmu terasa lelah bukan? setelah semalam kita_"


"Arghh... stop! jangan diteruskan, aku malu." Dara menelungkupkan kedua telapak tangannya ke wajahnya.


"Kenapa harus malu, bahkan aku sudah melihat dan merasakan setiap inci dari tubuhmu, sayang," goda Wira dengan sengaja.


"Kakak bisa diem gak sih! Aku beneran malu." Dara masih menyembunyikan wajahnnya, sementara Wira yang menyaksikannya tergelak kencang melepaskan tawa.


*****


Hai my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini, tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya.


Jangan lupa juga like, komentar, rate bintang lima, serta vote seikhlasnya. Dukungan kalian membuatku semakin semangat menulis, ayo vote sebanyak-banyaknya ya readers.


Follow juga akun Instagramku @Senjahari2412 untuk mendapatkan kabar seputar novel yang kutulis.


Happy reading guys, thank you very much 😘😘💕💕.


With Love,


Senjahari_ID24