You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
Part 277



Swiss terkenal sebagai lokasi liburan musim dingin terindah di dunia. Memiliki rangkaian Pegunungan Alpen sebagai spot utama wisata alamnya, selain itu Swiss juga memiliki objek wisata lainnya yang tak kalah menarik yakni bangunan-bangunan bersejarah. Jangan lupa, ada juga Danau Jenewa yang termasuk sebagai danau terindah di dunia yang merupakan salah satu ikon Swiss.


Hari pertama liburan mereka habiskan untuk merelaksasi tubuh di fasilitas spa terbaik yang terdapat di resort tersebut. Terbang dalam durasi lama berada di atas awan membuat tubuh mereka cukup lelah dan spa sangat ideal untuk mengembalikan kodisi supaya segar kembali.


Aroma minyak esensial dipadu lilin aroma terapi sungguh memanjakan tubuh dan pikiran. Malam harinya mereka makan bersama mencicipi hidangan khas setempat sembari melahap kemolekan kota Zurich yang dinobatkan sebagai kota dengan kualitas kehidupan terbaik di dunia.


Keesokan harinya mereka berangkat pagi-pagi untuk mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah salah satunya Istana Chillon. Ini adalah salah satu situs bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Swiss. Kastil yang dibangun di tempat strategis ini terbentuk dari beberapa kejadian paling berpengaruh dalam sejarah Swiss, membuat para wisatawan yang berkunjung selalu kehausan dan ingin menggali lebih dalam lagi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan Istana Chillon.



Mereka juga menikmati pesona Danau Jenewa serta menyaksikan secara langsung ikon Air Mancur Jenewa atau The Geneva Water Fountain.



Beberapa foto juga dimbil sebagai kenang kenangan, sepanjang kunjungan Wira dan Dara selalu bergandengan mesra lengket seperti di lem, meskipun sudah mempunyai momongan kemesraan mereka tak pernah surut sedikit pun, bahkan mungkin makin menjadi.


Semenjak tiba di Swiss, belum pernah satu malam pun mereka berhasil memadu kasih. Selena pasti selalu terbangun di saat mereka baru saja mulai bercumbu. Apalagi setiap kali Wira mencoba menyentuh sumber makanan Selena, bayi itu pasti otomatis terbangun dan merengek seolah terdapat alarm gawat darurat yang terpasang di tubuhnya.


Malam ini Wira berinisiatif untuk membuat anaknya tidur di kamar Ratih juga Haris. Awalnya Dara tak mengijinkan karena tak terbiasa tidur tanpa ada Selena di dekatnya, tetapi Wira berdalih bahwa Ayah dan Ibunya memaksa ingin berlama-lama dengan sang cucu.


“Bagaimana kalau Selena lapar?” tanya Dara.


“Tapi nanti Ayah dan Ibu kerepotan, ASI-nya harus dihangatkan dulu sebelum diberikan.”


“Mereka bilang sama sekali tak masalah. Lagipula apa kamu tak kasihan pada Ibu yang sesekali ingin tidur dengan putri kita?” bujuk Wira. Dia pantang menyerah, demi mencumbui istrinya yang selalu begitu ranum menggoda di matanya.


Akhirnya Dara mengangguk setuju membuat Wira bersorak girang dalam hatinya. Dia menyayangi Selena lebih dari apapun, tetapi saat ini dia membutuhkan pemenuhan batin dari sang istri tercinta


Tentu saja dengan senang hati Ratih dan Haris menyambut antusias cucu tercintanya, kemudian kedua orang tua itu mengulum senyum penuh arti tepat ketika Wira menutupkan pintu setelah menyerahkan bayi lucu itu kepada mereka.


Dara baru saja selesai berganti pakaian ketika Wira masuk kembali ke kamar. Tanpa basa basi Wira langsung membopongnya dan membaringkannya ke atas ranjang. Ia segera mengungkung melingkupi di atasnya, lalu meneggelamkan bibirnya di mulut hangat nan manis sang istri mencecapnya rakus tak sabaran, bahkan Dara hampir kewalahan karena suaminya lebih ganas dari biasanya, beberapa malam tak mendapat asupan membuat suaminya menjadi buas.


Ia melucuti pakaian Dara dengan cepat begitu pun dirinya. Dara melenguh dan mengerang kala bibir ahli Wira menjelajah, meninggalakan jejak di leher jenjangnya dengan tangannya yang tetap bergerak aktif menyusuri kulit halus memabukkan itu.


Bukit kembar Dara yang bertambah ranum karena berisi ASI membuat gairah Wira semakin meletup-letup, tangannya membelai berlama-lama di sana tanpa melepaskan pertautan bibirnya dengan Dara, tepat saat ia hendak mengecup gunung favoritnya, pintu kamar mereka diketuk bersamaan dengan suara tangisan Selena di balik pintu.


*****


Note: source pic by pinterest