
Sudah hampir satu bulan Gu Ana dan psngeran Zang Handrong melakukan latihan bersama, namun entah kenapa Gu Ana merasa ada yang berubah dengan sikap psngeran Zang Limo, bahkan tepatnya bermulai dengan dua minggu yang lalu. Entah mengapa pangeran Zang Limo suka sekali terlambat saat latihan, bahkan kadang membatalkannya secara tiba tiba, dengan alasan pekerjaan kerjaan yang mendesak.
Gu Ana yang merasa kan perubahan aneh pada pangeran Zang Limo akhirnya menyelidiki kegiatan pangeran Zang Limo, dari info yang Gu Ana dapat Kan, bahwa pangeran Zang Limo sering berkunjung ke kuil selatan akhir akhir ini.
"Ayah, Ayah dan Gege akan kemana?" Tanya Gu Ana kepada Tuan Gu dan Gu Min, yang saat ini tengah bersiap siap dengan sebuah kereta.
"Ayah akan ke daerah selatan yang berdekatan dengan kuil selatan, kan An'er kami akan membuka suatu toko kan di sana, selama kami pergi berdagan?" kata tuan Gu menjelaskan kepada Gu Ana.
"An'er kau mau ikut?" tawar Gu Min kepada Gu Ana.
Mendengar hal itu membuat Gu Ana bersemangat, karna Gu Ana dapat menyaksikan apa yang sebenarnya pangeran Zang Limo lakukan di kuil selatan.
"Iya, An'... " belum selesai Gu Ana menyelesaikan kata katanya pangeran Nan Cheng tiba tiba memanggil Gu Ana dari kejauhan.
"An'er..." teriak pangeran Nan Cheng dari kejauhan sambil berlari ke arah tuan Gu, Gu Min, dan Gu Ana.
Mereka sontak mengerutkan keningnya saat melihat pangeran Nan Cheng berlari ke arah mereka.
"Kita harus bicara." kata pangeran Nan Cheng tiba tiba sambil menarik tangan Gu Ana dan Gu Min dengan paksa ke tempat yang sedikit sepi.
"Apaan sih? Kepo deh inces." kata Gu Ana sambil cengengesan.
Pangeran Nan Cheng menarik nafasnya dalam dalam, terlihat jelas berat bagi pangeran Nan Cheng untuk mengatakan hal ini namun menurutnya ini lah yang terbaik.
"Ana sebaiknya kau putuskan pertunanganmu dengan si Limo bre***ek itu." tegas pangeran Nan Cheng yang kini memanggil Gu Ana dengan panggilan Ana dengan panggilan dunia dunia moderennya. "Kau tahu? tepat dua minggu yang lalu Limo kedatangan kekasih masa kecilnya, awalnya aku tak curiga, namun aku sering melihat Limo ke arah kuil selatan. Jadi kemarin aku mengikutinya, dan mendapati Limo sedang bermesraan dengan wanita itu, bahkan aku melihat mereka berci**man." Jelas pangeran Nan Cheng, dengan mengepalkan tangannya.
Mendengar hal tersebut membuat Gu Ana terdiam, Gu Ana mulai dapat menyimpulkan bahwa, inilah penyebabnya pangeran Zang Limo berubah akhir akhir ini.
Sedangkan Gu Min menggeram kesal dengan hal tersebut, sehingga memutuskan untuk langsung meninggalkan mereka dan segera menuju istana dengan kuda.
"Susul Gege Min sekarang, biar aku nerbicara dengan ayah, aku akan ikut mereka, terserah kau mau tinggal di sini atau kembali ke kerajaanmu." tegas Gu Ana meninggalkan pangeran Nan Cheng.
"Kau tahu, kau lah alasanku ada di sini, kau adalah sahabatku, jika kau tak ada maka aku juga akan pergi." kata pangeran Nan Cheng menyusul Gu Min yang saat ini sudah berangkat menuju istana.
Gu Ana berjalan mendekati tuan Gu yang kini tengah bersiap siap menuju kuil daerah selatan.
"Ayah, tidak usah ke sana, tidak akan ada yang mengurus jika kita ke Sana." kata Gu Ana menghampiri tuan Gu.
Mendengar hal tersebut membuat tuan Gu keheranan, bagaiman mungkin Gu Ana memutuskan untuk ikut mereka, sedangkan pernikahan akan segera di laksanakan.
"An'er kau akan menikah, kau ingat?" tanya tuan Gu keheranan dengan sikap Gu Ana.
Tuan Gu, para dayang dan para penjaga langsung terdiam tak percaya. Namun jika Gu Ana sudah mengatakan hal tersebut, berarti itu adalah lebenarannya.
Sementara pangeran Nan Cheng tengah mengejar Gu Min yang saat ini tengah menuju Istana.
"Min'er, untuk apa kau keistana?" tanya pangeran Nan Cheng menghentikan kuda Gu Min saat tengah berada di depan gerbang istana utama.
"Tenang saja, aku hanya akan meminta pembatalan pertunangan dengan Limo, berani sekali dia berselingkuh di belakang An'er." kata Gu Min dengan kesal, dan suara yang sedikit keras agar orang orang mendengar hal tersebut.
Sementara semua orang yang mendengarkan hal itu dibuat kaget, dan tak percaya. Namun kejujuran keluarga Gu sungguh sangat dapat di buktikan, hingga membuat semua orang percaya akan hal itu.
"Ayo, aku juga tak akan membiarkan Limo menyakiti sahabat ku, aku akan meminta pembatalan pertunangan tersebut." kata pangeran Nan Cheng, dengan semangat dan sedikit keras agar semua orang tahu hal tersebut.
Saat memasuki gerbang istana, pangeran Zang Handrong melihat Gu Min dan pangeran Nan Cheng tengah berjalan bersama, menuju ruang kerja Raja Zang Zuan.
"Kalian sedang apa? Apa ingin menemui Ayahanda?" Tanya pangeran Zang Handrong kepada Gu Min dan pangeran Nan Cheng, dengan hati hati, karna melihat ekspresi dari Gu Min yang terkesan dingin, dan menahan amarah. Pangeran Zang Handrong sungguh khawatir jika mereka mengetahui tentang hubungan pangeran Zang Limo dan kekasih masa kecilnya, maka kemungkinan mereka akan membatalkan pertunangan tersebut.
"Ingin menemui Yang Mulia Raja." kata Gu Min terkesan dingin, sambil meninggalkan pangeran Zang Handrong di ikuti oleh pangeran Nan Cheng.
Melihat hal tersebut, membuat pangeran Zang Handrong khawatir, kemudian berlari intuk menemui pangeran Zang Jade dan putra mahkota Zang Liue.
Setelah menemui raja Zang Zuan, Gu Min dan pangeran Nan Cheng bergegas keluar dari ruangn tersebut, dan segera meninggalkan istana. sementara pangeran Nan Cheng segera ke pavilium nya untuk berkemas.
Saat Gu Min keluar dari gerbang utama istana terdengar desas desusu pembatalan pertunangan pangeran Zang Limo dan Gu Ana. Sementara Gu Min bergegas menuju kediaman keluarga Gu.
Kediaman keluarga Gu kini mereka telah berkumpul, dan bersiap siap siap dengan barang bawaan mereka. dan segera memasukkan ke dalam kereta.
"An'er pertunanganmu sudah di batalkan." kata Gu Min sambil memeluk Gu Ana dengan erat.
"Tidak apa Gege, lebih baik ketahuan sekarang, dari pada saat setelah kami sudah menikah, mungkin akan lebih sulit lagi." kata Gu Ana sambil tersenyum terpaksa dengan Gu Min, agar Gu Min tidak khawatir.
"Heh Jiejie ku ini cantik, sungguh banyak orang yang lebih tampan, yang menyukai Jiejie ku yang super cantik ini." kata Gu Jun menghibur Gu Ana.
Mendengar hal tersebut Gu Ana tertawa. "Ah tuben Ju'er memujiku, oh ini harus tercatat oleh seharah." kata Gu Ana membalas candaan dari Gu Jun. "Tapi nanti malam aku akan tetap ke ulang tahun pangeran Zang Limo, sebagai tanda perpidahanku dengan para penggemarku." kata Gu Ana cengengesan menyembunyikan kesedihannya.
...
Maaf teman teman kalau banyak Typonya soalnya ini ngetiknya pakai Hp. Laptopnya belum baik, besok baru bisa di ambil.