It'S Me

It'S Me
S2 (26)



"Terimakasih atas informasinya, silakan kita kembali masuk nyonya Arkan," kata Satria dengan sopan.


Kini Iya tahu bosnya lah yang bersalah di sini, karena berani menggoda istri orang lain. Yah walaupun Satria tahu bahwa bosnya tidak mengetahui hal itu. Satria tahu betul bahwa bosnya bukan tipikal pencinta rumput tetangga. Jadi secepatnya Satria akan mengatakan kebenaran tersebut, agar ia tidak lagi tertarik kepada Ariana.


...----------------...


Ariana tersenyum kepada Satria, Iya harap setelah mengatakan hal ini tidak akan ada lagi yang namanya kesalah pahaman antara Dimas dan suaminya.


Mereka berdua melangkah menuju ruang rapat, mereka mendapati kedua laki laki dewasa tersebut tengah rapat.


Ah... bukan lebih tepatnya saling sindir satu sama lain.


"Ah saya yakin anda orang yang sangat panda dalam mengatur sebuah rencana," kata Dimas.


"Ah... anda terlalu memuji, semua orang tahu bahwa anda lebih baik dalam mengetahui tempat tempat yang menarik." balas Arkan tak mau kalah.


Kini Satria dan Ariana tampak semakin bingung saja, Ariana tampak berfikir menghenti kan pertengkaran mereka.


"Mas..." kata ariana menghenti kan pertengkaran mereka.


"Ada apa sayang..." kata Arkan dengan peruh Kemenangan.


"Sayang?" Dimas bingung dan terkejut. Rasanya sebuah palu besar baru saja menghantam kepalanya. "Apa hubungan kalian sejauh itu?"


"tentu saja dia istri ku," jawab Arkan dengan sombong.


"Apa...? Istri ke dua?" tanya Dimas bingung.


Pasalnya Ariana sangat muda, bisa di bilang lebih muda dari Dimas. Karena itu la bahkan masih tak percaya.


"Benarkah? Kenapa tidak bilang lebih awal?" tanya Dimas masin dalam keadaan terkejut, dan rasa tak percaya.


Dimas merasa malu, karena tak mengetahul hal itu sejak awal, jika saja ia tahu maka ia tak akan tertarik dengan Ariana. Yang memang sangat menarik.


"Bagaimana bisa? Aduh saya benar benar minta maaf, oh ya jika berkenan bagi tips nya dong," kata Dimas mencoba menggoda Arkan.


Dimas juga ingin mencairka suasana, yang pasti akan canggung. Ah... keberuntungan berpihak kepada Dimas, kopi yang di pesan Ariana telah datang.


"Silahkan kopinya," kata Ariana sembari menyodorkan kopi dari officer girl tadi.


"Ah anda," tidak minumnya tanya Dimas kepada Ariana, sontak membuat Arkan melotot. "Ah santailah tuan, rumput tetangga sungguh tidak enak jika di makan."


"hm..." kata Arkan malas. Rasanya ingin sekali ia mengakhiri meeting ini. Sudan malas rasanya melayanı orang tak tahu malu ini. Apalagi saat ini pria yang bergelar senior Cassanova ini, tengah berbincang dengan istrinya. Mereka bahkan kini terlihat lebih arab, sehingga membuat Arkan semakin kesal.


...----------------...


Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.