It'S Me

It'S Me
Episode 58..



“Saat ini jiwanya sedang terguncang, dan tertekan sehingga membuatnya sangat setres…” kata kata tabib Long terputus.


“Jadi dia tidak apa apa kan?” tanya pangeran Zang Limo kepada tabib Long.


“Tubuhnya tidak apa apa, namun mungkin Ia akan tertidur selama satu minggu, guna memulihkan jiwanya yang sedang terluka.” Kata tabib Long. “Situasi atau sebuat trauma masalalu yang sangat menyakitkan yang membuatnya seperti ini.” Lanjut tabib Long.


“Setelah ini saya akan melakukan akupuntur dengan Nona Gu, setiap pagi agar nona Gu cepat sadar” terang tabib Long kepada semua orang. “Setelah melakukan akupuntur mungkin nona akan sembuh total, tetapi setelah kesembuhannya tolong biasakan terbuka dengan Nona Gu, agar Nona Gu juga dapat bercerita dengan orang orang, karna ini terjadi akibat Nona Gu terlalu memendam semuanya sendiri.” Terang tabib Long kembali.


Setelah mereka bubar, Raja Zang Zuan memanggil Gu Min, Gu Jun dan pangeran Nan Cheng untuk menghadap dan menceritakan semuanya.


“Kapan kalian memulainya? Bagaimana kalian melakukannya? Bagaimana mungkin tak terbaca?” tanya raja Zang Zuan kepada mereka bertiga.


“Kami memulai rencanaa ini setelah ulang tahun Yang Mulia Ratu.” Jawab Gu Min.


Flashback on.


“Jadi bagaimana dengan msalah ini? Aku curiga raja Bei Qing belum melepaskan kalian.” Kata pangeran Nan Cheng.


“Kami juga berpikir begitu, makanya aku telah mengirim salah satu anak buahku untuk mengawasi pergerakan mereka.” Kata Gu Min.


“Nanti kita akan bertemu lagi di sini, kita harus berdiskusi lebih banyak lagi tentang rencana kita.” Kata pengeran Nan Cheng.


Setelah mendiskusikan langkah apa yang akan mereka rencanakan selanjutnya, mereka kembali ke pafilium Gu Ana di rawat.


“Ayah bagaimana keadaan An’er?” tanya Gu Min tiba-tiba masuk di antara mereka, Gu Min terkejut melihat keadaan Gu Ana yang semakin parah, demamnya semakin tinggi.


“Tabib bagaimana dengan An’er?” tanya Tuan Gu kepada tabib menghiraukan pertanyaan Gu Min.


“Saya sudah memberi obat penenang kepada nona Gu, seharusnya dia sudah tenang sekarang,” Kata tabib menjelaskan.


“Sebaiknya dia istirahat, dan sebaiknya kita jangan membahas tentang hari ini,” Kata pangeran Nan Cheng kepada sembari memandang Gu Ana.


“Baiklah aku dan Ratu akan kembali kekediaman,” kata Raja Zang Zuan.


“Ah… iya kami juga akan kembali,” kata yang lain.


“Terimakasih atas perhatiannya yang mulia,” kata tuan Gu.


Saat semua telah kembali tinggallah pangeran Zang Limo dan pangeran Nan Cheng beserta anggota keluarga Gu.


“Pangeran Limo aku kira kau akan ikut mereka?” goda pangeran Nan Cheng.


“Aku ing…” ucapan pangeran Zang Limo terpotong oleh kedatangan seseorang.


“Ehem…” tiba-tiba pangeran Zang Jade muncul di antara mereka.


“Ah… Gege Jade, ada apa?” tanya pangeran Nan Cheng dengan santai, sambil mengangkat alis sebelah kirinya.


“Aku tertinggal sesuatu,” kata pangeran Zang Jade sambil menarik tangan pangeran Zang Jade dan pangeran Nan Cheng.


“Gege bisa kah aku tinggal lebih lama sedikit? Aku sangat mencemaskan An’er,” pinta pangeran Zang Limo seperti anak kecil.


“Ya, bisakah aku tinggal lebih lama?” tanya pangeran Nan Cheng.


Melihat pandangan pangeran Zang Jade, pangeran Nan Cheng tersenyum.


“Ah tapi sepertinya aku sangat lelah hari ini, jadi aku memutuskan untuk kembali ke kediamanku,” katanya sambil meguap, dan berlalu meninggalkan mereka.


Pangeran Zang Jade bukannya kekediamannya Ia justru menunggu Gu Min dan Gu Jun di balik bangunan yang sama saat mereka berdiskusi sambil menunggu Gu Min dan Gu Jun.


Setelah pangeran Zang Jadi pergi pangeran Zang Limo memasuki kamar Gu Ana. Pangeran Zang Limo memrintahkan anggota keluarga Gu Ana untuk meninggalkan ruangan tersebut.


Tak lama kemudian Gu Min dan Gu Jun mendatangi tempat itu, lalu mereka berjalan menuju pafilium yang telah dipersiapkan untuk pangeran Nan Cheng.


“Baiklah kita telah menempatkan mata mata di antara para perajurit mereka, selanjutnya kita harus menempatkan beberapa dayang untuk memata matai seluruh aktifitas mereka.” Kata pangeran Nan Cheng.


“Tapi di antara mereka semua memiliki tato khusus, untuk pelayan itu tato telur bercorak naga di bagian lengan mereka, sedangkan perajurit tato mawar, sejauh ini aku hanya bisa mengumpulkan informasi ini.” Kata Gu Min diangguki Gu Jun.


Mendengar informasi dari Gu Min menimbulkan senyum di pangeran Nan Cheng.


“Malam ini kita akan menangkap seorang prajurit dan dan seorang dayang di antara mereka. Aku yakin salah satunya ada di pafilium Bulan tempat An’er di rawat.” Kata pangeran Nan Cheng.


“Lan keluarlah…” kata Gu Jun kepada anak buahnya yang selalu mengikuti mereka.


“Hambah menerima perintah tuan.” Kata Cheng Lan siap menerima perintah dari tuannya.


“kumpulkan beberapa anak buahmu yang lain untuk mengawasi An’er, jika ada pergerakan yang mencurigakan tangkap mereka.” Kata Gu Jun kepada pengawal peribadinya.


“Laksanakan…” kata Cheng Lan, sambil menunduk hormat.


30 menit kemudian Cheng Lan membawa seorang perajurit dan seorang dayang yang menurutnya mencurigakan.


“Lapor tuan, hambah melihat dayang ini berkali kali mencoba memasuki ruangan Nona Gu, setelah memasuki ruangan tersebut dayang ini hanya memperhatikan Nona Gu dan pangeran Zang Limo, setelah itu dayang ini keluar dan bertemu perajurit ini, setelah bertemu perajurit ini memutuskan untuk pergi keluar istana diam diam lalu pergi menuju penginapan yang di tempati oleh kerajaan Bei, Hamba melihatnya berbincang dengan Raja Bei Qing, setelah Hamba manangkap mereka Hamba memeriksa lengan mereka, di lengan perempuan ini terdapat tato telur bercorak naga, sedangkan laki laki ini terdapat tato mawar.” Teran Cheng Lan.


“Kerja bagus Lan, sekarang mari kita lihat informasi apa saja yang mereka miliki.” Kata Gu Min.


“Jika kau bekerja sama dengan baik kepada kami nasib mu tak akan sama seperti Rou Ling.” kata Gu Min.


Mendengar kata Rou Ling membuat mereka merinding, karna hingga saat ini Rou Ling tak ada kabar lagi.


“Rou Ling sama seperti kalian, dan selain Ia kehilangan nyawa, bahkan Ia juga kehilangan keluarga. Kalian mau seperti itu? Ah baiklah pertama tama mari kita berkenalan dahulu, siapa nama kalian?” tanya Gu Jun dengan aura intimidasi yang kuat.


“Nama hamba Jang dan dan pelayan ini ning.” Kata perejurit tersebut.


“Cari tahu tentang mereka, dan tangkap seluruh anggota keluarga mereka, aku mau malam ini juga.” Perintah Gu Min kepada Cheng Lan


“Baik tuan.” Kata Cheng Lan lalu pergi meninggalkan mereka.


Setelah kepergian Cheng Lan mereka mulai mengintrogasi mereka untuk mendapatkan informasi tetang raja Nan Cheng.


“Mari kita mulai dari tangan mereka.” Kata pangeran Nan Cheng sambil memandang perajurit dan pelayan tersebut.


Saat mendengarkan kata tangan mereka terkejut bukan main, wajah mereka pucat pasi karna takut tangan mereka akan dipotong.