It'S Me

It'S Me
Episode 122



"Aku rasa ini waktunya ganti baju." kata Gu Ana, ke arah Gu Jun, yang mengangguk dan berlalu pergi, ke pafilium nya. Sementara Gu Ana segera berlari ke arah lemari, sambil mengambil hanfu barunya. "Malu malu malu... harga diri ku hancur." Guman Gu Ana sambil tertunduk malu, dan masuk ke ruang ganti. Masih terdengar jelas suara tawa, orang orang yang menertawai Gu Ana dan Gu Jun.


...


Setelah mengganti pakaiannya, Gu Ana segera bergabung dengan yang lain, yang sejak tadi berbincang di kamarnya.


"Aduh sepertinya kediaman ini tidak punya tempat lain, selain kamarku, sebenarnya ada apa Ayah?" tanya Gu Ana, bertanya ke tuan Gu, karna menurut Gu Ana di antara mereka semua, hanya tuan Gu, yang waras.


"Sebenarnya kami datang ke sini untuk membicarakan sesuatu dengan mu." kata tuan Gu, merubah wajahnya menjadi serius.


"Wah... kenapa tiba tiba wajah ayah berubah, aku tidak jahil kok, aku tidak nakal, dan aku akan menurut kata kata ayah." kata Gu Ana sok sedih. Berlutut di depan tuan Gu memasang wajah sok imut.


"An'er bukan begitu, kau tidak melakukan apa apa." kata tuan Gu, mengelus kepala Gu Ana. Mendengar kata kata dari tuan Gu, Gu Ana tersenyum manis.


"Jadi bisa kah aku mendapatkan dua puluh tusuk tanghul?" tanya Gu Ana, sambil mengeluarkan mimik wajah imutnya.


"Aduh kenapa di kepalamu hanya ada makanan? Siapa yang mau dengan mu, kalau kau selalu memikirkan makanan saja." ejek Gu Jun yang tiba tiba muncul memukul kepala Gu Ana.


"Ya... aku tidak ikhlas, titik. Lagian kalau kau bertanya siapa yang suka ku, tentu saja banyak, jika aku meminta mereka mengantri, maka kau akan melihat antrian sembako." kata Gu Ana, dengan sombongnya.


"Dasar makhluk sombong." kata Gu Jun sambil mencubit pipi Gu Ana, dengan ganas. "Ini biar pipimu melar, dan kau akan sendiri selamanya." kata Gu Jun yang masih setia mencubit pipi Gu Ana.


"Ayah... lihat lah Jun'er sangat jahat." kata Gu Ana, sambil merengek kepada tuan Gu.


"Sudah sudah, jangan berkelahi terus, ada yang lebih penting, yang harus kita bahas." kata tuan Gu.


"Nah ini yang dari tadi yang kutunggu, jadi dari tadi itu ayah mau membahaas apa?" tanya Gu Ana.


"Jadi begini, Yang Mulia Raja Bao Ling, ingin melamar mu, kalau Ayah terserah dengan mu." kata tuan Gu, membuat Gu mengalihkan pandangannya ke arah Raja Bao Ling.


Raja Bao Ling melihat tatapan Gu Ana, membuatnya yakin bahwa gadis tersebut masih bingung, dan tak percaya.


"Bisa tolong tinggalkan saya dan An'er, saya harus berbicara, dan meyakinkan An'er." kata raja Bao Ling. Setelah mendengar permintaan dari raja Bao Ling, segera yang lain keluar dari kamar Gu Ana. Setelah tinggal mereka berdua, di ruangan tersebut, segera raja Bao Ling mendekati, dan menggenggam tangan Gu Ana.


"An'er aku tahu kau masih ragu, tapi percayalah." kata raja Bao Ling, kini menatap mata Gu Ana, manik mata mereka bertemu, membuat hati mereka berdegub kencang. "An'er aku mohon buka hati mu untukka, jika kau mengatakan ya, maka kita akan bersama sama ke kerajaan Bao, aku akan menyerahkan tahta ku, dan menikah dengan mu." kata raja Bao Ling berusaha meyakinkan Gu Ana.


"Apa yang bisa membuatku yakin?" tanya Gu Ana, masih meragukan kata kata Raja Bao Ling.


"Baik lah, aku harap kau tak mengecewakanku." kata Gu Ana, dalam pelukan raja Bao Ling. "Aku akan belajar mencintai mu." lanjut Gu Ana. Raja Bao Ling melonggarkan pelukannya dan memperhatikan Gu Ana, dengan mata berbinar.


"Terimakasih." kata raja Bao Ling, merebakan kepalanya di bahu Gu Ana. Raja Bao Ling merasakan sebuah kelegaan yang sangat amat melegakan. "Besok kita akan berangkat ke kerajaan Bao." kata raja Bao Ling kembali mengangkat kepalanya dari bahu Gu Ana.


"Kenapa wajahmu?" tanya raja Bao Ling, saat melihat wajah Gu Ana.


"Ada apa dengan wajahku?" tanya Gu Ana bingung.


"Sini." kata raja Bao Ling meraih wajah Gu Ana, dan mengoreskan sesuatu yang berwarna hitam di wajah Gu Ana.


"Kau... ya Ling Ling, kau... ini kenapa wajahku hitam?" tanya Gu Ana tak percaya, baru saja orang di harapannya ini melamarnya, kini raja Bao Ling kembali menjahilinya. Dengan segera Gu Ana berdiri, menuju ke arah naklasnya, dan mengambil tinta hitam. Segera Gu Ana melumuri tangannya dengan tinta, dan membalas perbuatan raja Bao Ling.


"Rasakan ini, apa karna kau calon suami ku, maka aku tak berani?" kata Gu Ana dengan kesal. "Rasakan ini." kata Gu Ana berusaha membalas raja Bao Ling, hingga membuat keseimbangan raja Bao Ling hilang, hingga membuat Gu Ana menindih raja Bao Ling. Gu Ana tak mau menyianyiakan kesempatan ini, dan dengan segera membalas perbuatan raja Bao Ling, dengan mencoret coret wajah raja Bao Ling.


"Kau sudah puas?" tanya raja Bao Ling, membuat Gu Ana segera tersenyum kemenangan. "Kau tahu? Posisi ini bisa membuat orang orang menjadi salah faham." kata raja Bao Ling, tersenyum penuh arti kepada Gu Ana. Kini Gu Ana menyadari posisinya, membuatnya segera beranjak dari posisinya. Namun Raja Bao Ling telah bergerak lebih cepat, dan memeluk pinggang Gu Ana.


"Lepaskan aku." kata Gu Ana, dengan suara yang sedikit berbisik.


"Tidak mau." kata raja Bao Ling tersenyum kemenangan. dengan segera tangan kirihya, yang penuh tinta menarik tengkuk Gu Ana agar mendekat.


Cup.


Raja Bao Ling segera me*u*atn bibir Gu Ana, sambil memejamkan matanya, dan menikmati permainannya. Perlahan namun pasti, Gu Ana terbawa suasana, dan mulai membalas li*a*an tersebut. Selang beberapa menit mereka melepaskan pa**ut*n di antara mereka.


"Itu tandanya kau mulai mencintaku, karna kau tak pernah menolak, bahkan membalas ci*ma*n ku." kata raja Bao Ling, merebahkan badan Gu Ana ke dalam dekapannya, dengan posisi yang masih sama.


"Jantungmu berdetak kencang, membuatku nyaman." kata Gu Ana,mulai memejamkan matanya.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku ke tempat temanku baru bisa upload.