
"Malam ini aku akan sedikit berbagi cerita untuk kalian semua." ucap Xie Jun Ze menyauti dengan sebuah senyuman misterius yang masih terlihat sangat menawan.
Sesekali Xie Jun Ze juga menatap ke arah penonton, seakan sedang mencari seseorang diantara ribuan orang itu. Hingga akhirnya dia mulai menemukan seorang pemuda yang begitu tak asing sedang duduk di bangku VVIP.
Di dekat pemuda ada seorang pria paruh baya dengan pakaian necisnya. Dan di sebelahnya ada seorang wanita paruh baya dengan gaya berpakaiannya bak seorang istri pejabat.
Senyuman miring itu masih menghiasi wajah tampan Xie Jun Ze. Dan dia kembali mendekatkan michrophone pada mulutnya.
"Namun sebelum itu aku ingin meminta maaf kepada tuan besar Xu dan semua yang ada di tempat ini. Karena mungkin ceritaku ini akan sedikit mengejutkan kalian semua. Dan aku juga minta maaf jika ceritaku nantinya akan membuat kalian semua merasa tidak nyaman ..." ucap Xie Jun Ze kembali menatap sang MC.
"Apapaun cerita dan kisah kamu di masa lalu, pastinya kita semua akan selalu mendukungmu, Xie Jun Ze! Sebuah perjalanan panjang, berliku dan penuh dengan tantangan pasti sudah kamu lewati dengan baik selama ini." sahut sang MC wanita tersenyum lebar.
Xie Jun Ze tersenyum tipis dan kembali menatap para penggemarnya dan sesekali juga menatap Xu Kai.
"Sebenarnya aku di masa lalu hanyalah seorang pemuda biasa yang mencintai musik. Dan aku juga memiliki hobi menulis lagu. Terkadang aku sering menyanyikan laguku sendiri seadanya dengan iringan permainan gitarku atau piano. Seperti yang kalian lihat di dalam video yang telah beredar. Itu adalah aku dengan penampilanku di masa lalu." ucap Xie Jun Ze menatap nanar ribuan penggemarnya itu.
Tidak mungkin!! Mengapa dia malah mengakui jika video rekaman Yuru adalah dia?! Apa dia sudah gila?!
Batin Yan Chen mengeraskan rahangnya dan masih menatap lurus Xie Jun Ze dari kejauhan.
"Menjadi seorang musisi adalah impianku di masa lalu. Namun belum sempat aku mengejar dan mewujudkan mimpiku, seseorang telah menghancurkannya begitu saja! Aku dicelakai oleh seseorang. Seseorang yang sangat aku sayangi dan selalu aku percaya. Aku sungguh tidak menyangka jika dia begitu tega melakukan hal kotor terhadapku ..." imbuh Xie Jun Ze masih menatap nanar ribuan orang di hadapannya.
Sementara Yan Chen dan mamanya sudah menjadi semakin ketar-ketir dan was-was. Mereka sungguh tak menyangka jika hal ini tiba-tiba saja terjadi. Bahkan pemuda itu malah berniat untuk mengungkapnya di depan umum.
Semua itu membuat nyali Yan Chen dan sang mama menciut. Bahkan rasanya mereka sangat ingin segera meninggalkan tempat ini saat ini juga.
"Aku dicelakai oleh dia dan terjatuh di sebuah tebing curam yang berada tak jauh dari sebuah hutan ... hutan Wild Kaazane ..." imbuh Xie Jun Ze lagi yang sukses membuat para penggemarnya menjadi semakin ricuh dengan mengeluarkan segala argumennya dan beradu argumen dengan penonton-penonton lainnya.
"Malam ini aku akan mengungkap semuanya! Bukan karena aku menggilai dunia dan ingin merebut kembali apa yang sehafusnya menjadi milikku!! Namun karena aku ingin dunia mengetahui siapa kalian yang sebenarnya!! Tidak baik menyimpan dan memelihara berwajah 2 dan sangat berbahaya seperti itu ..."
Xie Jun Ze beralih menatap sisi samping panggung dan menatap seorang pria yang bertugas di bagian audio. Xie Jun Ze mulai memberikan sebuah isyarat melalui matanya kepada pria yang sedang memakai sebuah headphone hitam itu.
Hingga akhirnya beberapa tanyangan yamg terjadi 2 tahun yang lalu di dekat tebing dan hutan Wild Kaazane mulai terlihat. Seorang pemuda yang masih cukup muda berlarian dan dikejar-kejar oleh segerombolan pria yang jauh lebih tua darinya.
Pemuda yang dikejar-kejar itu adalah Yan Yuru yang saat ini sedang menggunakan identitas sebagai Xie Jun Ze. Sementara segerombolan pria yang sedang mengejarnya itu adalah Yan Chen dan teman-temannya, atau lebih tepatnya orang-orang bayarannya saat itu.
Mereka masih terus mengejar Yan Yuru dan berusaha untuk mencelakai Yan Yuru. Bahkan semua percakapan mereka terekam dan terdengar dengan begitu jelas. Menggaung memenuhi venue mewah ini.
"Kejar dia dan lenyapkan dia!! Jangan sampai lolos!!" titah Yan Chen kepada kelima anak buahnya yang berperawakan kekar dan sangar.
"Siap, Bos!!" sahut kelima anak buahnya mulai mengejar kembali Yan Yuru yang sudah berpenampilan sedikit kacau dan berantakan.
"Yan Yuru!! Kau tak akan bisa lolos kali ini!! Setelah kau lenyap dari muka bumi ini, maka seluruh kekuasaan keluarga besar Yan akan jatuh padaku. Dan tak akan ada lagi pengganggu dan penghalangku!" gumam Yan Chen dengan seringai liciknya dengan aura yang begitu kelam dan mematikan.
Semua orang yang menyaksikan video itu merasa sangat syok bukan main. Suasana mencadi sangat ricuh saat ini.
Bahkan tuan Yan merasa sangat syok saat melihat video rekaman yang ditayangkan pada sebuah layar berukuran raksasa itu. Dia sangat tidak menyangka jika putranya-Yan Chen setega itu melakukan hal kotor itu terhadap Yan Yuru-putra kandungnya.
Sementara Yan Chen dan dan mama terlihat gelagapan dan sangat ketakutan. Karena apa yang ditakutkan selama ini, kini benar-benar telah terjadi. Yan Yuru telah kembali, karena rupanya Yan Yuru masih hidup dan selama ini menggunakan identitas barunya sebagai Xie Jun Ze.
Bahkan para penonton yang kebetulan melihat keberadaan Yan Chen, seketika mulai saling berbisik dan memperolok Yan Chen.
"Bukankah dia adalah pria yang terekam itu? Dia yang sudah berusaha untuk mencelakai Xie Jun Ze bukan? Jahat sekali dia!! Bukankah mereka bersaudara?" seorang gadis yang juga sednag berada di bangku VVIP menyudutkan Yan Chen dan menatapnya tajam.
"Wah!! Benar sekali!! Itu adalah dia!! Cihhh sebaiknya segera tangkap dan beri hukuman saja!! Jahat sekali dia!!" timpal gadis lainnya lagi.
Yan Chen mendengar semua itu dan segera duduk bersimpuh di hadapan papanya dengan menyentuh sepasang sepatu loafer hitam milik sang papa.
"Papa! Ini semua tidak seperti yang papa lihat ..." Yan Chen segera duduk bersimpuh di hadapan papanya berharap sang papa tidak akan mempercayai semua itu.
"Yan Chen!!" geram tuan besar Yan yang masih duduk di bangku VIP menatap Yan Chen penuh amarah. "Papa sungguh tidak menyangka kau bisa gelap mata dan hati seperti ini!!" geram sang papa sudah dengan raut wajah penuh amarah dan penuh dengan kekecewaan.