It'S Me

It'S Me
Episode 211



"Sayang kita ke rumah sakit aja deh." kata Arkan khawatir melihat Ariana.


"Iya kayaknya aneh banget deh, aku kan gak pernah gini Mas." keluh Ariana karena sebelumnya memang tidak pernah merasakan seaneh ini, Ariana akan pusing tetapi jika itu ia demam, tetapi saat ini Ariana merasa badannya tidak demam, dan baik-baik saja tetapi tiba-tiba kepalanya pusing tampa sebab.


...


Tampa sarapan Ariana dan Arkan segera turun ke meja makan untuk pamit dengan Farid. Farid yang melihat keadaan menantunya menjadi khawatir karena wajah pucat Ariana.


"Ka istri kamu kenapa kok pucat?" tanya Farid khawatir.


"Iya Pa, tiba tiba tadi dia pusing padahal sebelumnya baik baik saja." kata Arkan menjelaskan. "Pah kami langsung ke rumah sakit aja ya, Papa makan sendiri aja soalnya istri Arkan tambah pucat." kata Arkan, dengan nada yang sangat menghawatirkan istrinya itu.


"Iya hati-hati kalau ada apa-apa langsung telepon ke rumah aja." kata Farid saat akan melangkahkan kakinya menjauh dari meja makan.


"Iya Pah." kata Arkan berteriak dari luar, Arkan menggendong Ariana karena tiba-tiba Ariana lemas tidak dapat berdiri, membuat Arkan semakin panik dibuatnya. Arkan berteriak memanggil sopir untuk mempersiapkan mobil yang akan melaju ke rumah sakit.


Entah kenapa jalanan pagi itu sedikit, sehingga waktu tempuh yang seharusnya hanya tiga puluh lima menit menjadi lima puluh menit. Membuat Arkan menggeram kesal karena keadaan Ariana yang semakin terlihat pucat. Sesampainya di rumah sakit akan segera menggendong Ariana keluar dari mobil dan dan segera memasuki rumah sakit. Arkan memanggil suster yang bekerja untuk membantunya menemui dokter untuk memeriksa Ariana.


Saat Ariana diperiksa Arkan gelisah tak menentu, ponsel Arkan berbunyi yang ternyata berasal dari asistennya.


"Pak ada orang dari perusahaan Chandra group ingin bertemu dengan anda." kata asisten tersebut, Arkan mengerutkan keningnya tak suka, Arkan tahu itu hanya akal akalan dari Ririn untuk dapat bertemu dengannya. Arkan tahu betul bahwa Ririn adalah anak Rahen Chandra, CEO Chandra group.


"Suruh dia menemui keponakan saya Gilang, untuk berdiskusi, Saya sibuk tolong jangan ganggu saya hari ini." kata Arkan kepada asistennya tersebut. Kemudian Arkan segera menelpon Gilang.


"Gilang tolong kamu urus Chandra group, saya tahu si Ririn itu mencoba mendekati saya kembali, Saya tidak ingin Ririn mengganggu rumah tangga saya." kata Arkan kemudian, tak lama kemudian dokter yang memeriksa Ariana keluar, membuat akan segera menemui dokter tersebut.


"Dok bagaimana keadaan istri saya apa yang salah?" tanya Arkan dengan khawatir terlihat dari raut wajahnya dan nada bicaranya.


"Istri anda tidak apa apa tetapi saya rasa istri anda sedang mengandung, untuk memastikannya lagi silakan datang ke dokter kandungan." kata dokter tersebut membuat Arkan tersenyum, Arkan mengalihkan pandangannya melihat istrinya yang tengah berbaring dengan lemah ranjang pasien.


"Iya dok terima kasih." kata Arkan berterima kasih kepada dokter tersebut. Arkan kemudian mendekati Ariana dan mencium kening Ariana.


"Ayo sayang kita ke ruang dokter kandungan." kata Arkan penuh semangat, Ariana hanya mengangguk tersenyum ke arah Arkan menyetujui Arkan.


Ariana dan Arkan meninggalkan ruang pemeriksaan dan segera menuju ruang dokter kandungan. Sesampainya di ruangan dokter kandungan akan segera masuk dan meminta Ariana untuk diperiksa. Arkan menunggu hasil pemeriksaan dengan wajah bahagia.


"Dok gimana dengan istri saya?" tanya Arkan penasaran terselip sedikit harap di wajahnya.


"Selamat ya pak istri bapak sepertinya hamil baru berusia empat hari." kata dokter tersebut memberi selamat kepada Arkan sehingga membuat akan tersenyum bahagia. "Tolong dijaga kandungannya jangan sampai kecapean karena usia kandungan yang masih sangat muda, dan masih sangat rentan." kata dokter tersebut sembari tersenyum kearah Arkan. "Ini resep vitamin yang harus diminumnya, oh ya jangan lupa perbanyak konsumsi buah-buahan dan daging." lanjut dokter tersebut.


Arkan dengan semangat menerima resep tersebut kemudian menghampiri Ariana. Arkan mencium kening Ariana dengan sangat lembut.


"Kamu mau makan apa sayang, biar Mas beliin." kata Arkan sembari mengecup mesra puncak kepala Ariana.


"Nanti aja dulu Mas Ana masih pusing." keluh Ariana yang masih merasakan pusing di kepalanya.


"Ya sudah baring dulu aja nanti kalau sudah sampai Mas bangunin ya." kata Arkan lembut kepada Ariana.


Tak lama kemudian sopir dari Arkan telah kembali dari menebus obatnya, setelah itu Arkan langsung memerintahkan sopirnya untuk kembali ke kediaman Candana. Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam dikarenakan macet akhirnya mereka sampai.


Arkan segera menggendong istrinya masuk ke kamar nya, Farid yang melihat Arkan menggendong istrinya, menjadi khawatir dan segera menyusul Arkan ke kamar Arkan.


"Istri kamu gimana dia nggak papa kan?" tanya Farid khawatir melihat Ariana.


"Ga papa Pah, biasalah calon ibu muda." kata Arkan melihat ekspresi dari Farid dengan seksama, Farid yang belum nyambung dengan ucapan Arkan terlihat masih sedikit bingung. Sedetik kemudian Farid memekik tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Istri kamu hamil? Papa mau punya cucu lagi dong." kata Farid bersorak bahagia. "Telfon daddy kamu dan beri tahu kabar ini." kata Farid melanjutkan.


"Iya Pah." kata Arkan sembari menyemut ponselnya yang ada di kantong jas nya. "Buat bubur untuk istri saya." kata Arkan kepada para pelayan sebelum menelepon Erick.


"Halo Assalamualaikum Daddy, Alhamdulillah ada kabar baik." kata Arkan membuat Erick penasaran.


"Ada apa Ar?" tanya Erick penasaran kepada Arkan.


"Ana Dad... istri Arkan hamil." kata Arkan penuh semangat, membuat Erick teriak bahagia terdengar jelas dibalik telepon.


Saat ditengah teleponnya dengan Erick, Ariana terbangun segera memanggil Arkan. Farid segera mengambil alih telepon tersebut, dan segera berbicara penuh bahagia, dan semangat kepada Erick sahabatnya.


Arkan tampak bahagia menghampiri Ariana, dan segera mengusap lembut kepala Ariana, sembari mengecup seluruh wajah Ariana.


"Sayang terimakasih." kata Arkan lagi lagi berterima kasih sembari memeluk Ariana dengan erat.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.