
"Mas ga akan pernah ninggalin kamu sendirian." kata Arkana. "Mas sudah punya kamu dan Vekran, jadi apa lagi yang mas cari?" kata Arkan kali ini mengecup bibir istrinya.
...
"Iya mas sayang." kata Ariana, sembari mengalungkan tangannya.
"Sayang, coba deh tutup mata kamu." kata Arkan sembari menggenggam tangan Ariana.
Setelah melihat Ariana menutup matanya, Arkan segera meraih kotak perhiasan yang kemarin ia beli. Arkan segera membuka kotak perhiasan tersebut dan mengeluarkan isi nya. Isi kotak perhiasan tersebut, ternyata adalah ukiran dengan tulisan A&A yang artinya Ariana dan Arkan. Dengan sebuah mutiara biru yang bertengger di huruf &. Semakin membuat keindahan kalung tersebut.
Akan segera mengenakan kalung tersebut ke pada Ariana. Ariana yang terkejut, refleks membuka matanya. Mata Ariana segera mengusap ukiran kalung tersebut. Ariana mengulum senyum, membuat Arkan ikut tersenyum.
"Makasih mas." kata Ariana berbalik memandang Arkan.
Tampa Ariana sadari, Air matanya jatuh dan mengalir di pipi ya. Ariana tersenyum bahagia, dengan apa yang di berikan suaminya.
"Sama sama sayang, mas juga mau berterimakasih." kata Arkan, sembari tersenyum.
"Ayo mau turun atau tiduran dulu." tanya Arkan sembari mengusap kepala Ariana.
Lima tahun kemudian, semua orang berkumpul di kediaman Candana, Rayen dan Rose juga kini memiliki seorang anak laki laki. Mereka semua berkumpul bersama, sembari membawa pasangan dan anak masing masing.
"Wah... ternyata semua sedang berkumpul ya." kata seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu." kata Raya sembari menggandeng tangan suaminya.
Kini Raya memiliki hubungan yang baik dengan keluarga Ariana, dan Raya sendiri telah menikah dengan kekasihnya, Bili.
Bili saat ini tengah menggandeng tangan Raya, sembari menggendong anak mereka.
Raya dan Bili segera ikut bergabung dengan yang lainnya. Sementara Vekran asyik bermain dengan para keponakannya, yang umurnya hanya berbeda kurang satu tahun dari dirinya.
Vekran kemudian berlari menemui Mommy dan Daddy nya, karena melihat mama Raya.
"Mama Raya adik Melly imut gabung ke sini aja." teriak Vekran, segera menghampiri Melly yang baru berusia dua tahun.
Melly melihat Vekran berlari ke arahnya, segera turun dari gendongan Bili, dan menghampiri vekran.
"Kak Vekran ayo, tunggu Melly." kata Melly berlari ke arah Vekran.
Vekran segera menggandeng tangan Melly untuk ikut bermain bersama keponakannya yang lain.
"Ayo Melly, jangan takut, nanti kak Vekran yang lindungi kamu." kata Vekran sembari mengajak Melly bermain. Melly berlindung di belakang Vekran saat sebuah bola hampir mengenainya.
"Tu kan tidak apa apa." kata Vekran, mengusap lembut kepala Melly. Sementara yang lain masih asyik bermain lempar tangkap.
"Kakak Melly mau main ayunan saja." pinta Melly. Membuat Vekran mengangguk.
Vekran memang menganggap Melly seperti adiknya sendiri, apalagi Melly saat ini satu satunya anak perempuan yang sudah bisa di ajak bermain. Karena anak perempuan yang lain masih kecil, atau bayi. Sehingga tak bisa di ajak bermain. Sementara sikap Vekran yang lebih dewasa, dan lebih mudah mengalah, membuat Melly lebih memilih untuk bermain dengan Vekran.
Ok guys season kali ini sudah tamat ya...
Bunyi itu kembali terdengar, seperti sejauh delapan, hingga sepuluh meter darinya. Seperti nya itu menggunakan kamera resolusi tinggi, atau kamera dengan lensa yang cukup mahal.
Justin kembali mendengus, ia mencium bau pengacau, bau ini mudah di kenali, karena berbau tajam dan apek. Selain itu, Justin hanya mencium bau lembab dari tumbuhan sekitar, dan beberapa bau binatang melata. Ya tak salah lagi, ini bau para paparazi yang sangat di benci Justin. (Cinta tuan vampir.)