It'S Me

It'S Me
Episode 208



"Emang kenapa Mas?" tanya Ariana bingung.


"Banyak adegan kekerasan nya." kata Arkan asal.


"Ih Mas suka lupa nih Ana kan, Capten senior ya biasalah kalau liat yang begituan." protes Ariana kesal. Mambuat Arkan menggerutu Ki kebodohannya.


...


"Engga pokoknya kita nonton kartun aja ya sayang." kata Arkan menjauhkan remote dari Ariana. Ariana hanya menatap Arkan tak percaya. Akhirnya Ariana mengalah dan menonton film kartun. Tak lama kemudian sate dan es krim yang di pesan Ariana sudah datang, Ariana tampak sangat bersemangat saat menerima sate dan es krim tersebut. Dalam waktu setengah jam Ariana sudah menghabiskan sate dan es krim tersebut, seperti seorang yang kelaparan. Arkan yang melihat Ariana hanya menggelengkan kepala tak percaya.


Setelah memakan sate dan es krim tersebut, Ariana dan Arkan segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai dua. Arkan segera membersihkan diri sementara Aryana mempersiapkan tempat tidur mereka, setelah Arkan keluar, Ariana segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Saat Ariana keluar dari kamar mandi, Ariana melihat Arkan yang tengah duduk di atas tempat tidur mereka, sembari memainkan ponselnya. Ariana segera memakai skin Care malam nya, kemudian menaiki tempat tidur sembari memainkan ponselnya.


Arkan segera membaringkan badannya, dengan menjadikan kan paha Ariana sebagai bantalannya sembari memeluk perut Ariana. Ariana yang terkejut segera mengalihkan pandangannya kearah Arkan, sementara Arkan hanya tersenyum sembari sesekali perut Ariana. Ariana kembali fokus memainkan ponselnya, dengan membalas beberapa apa chat dari teman-temannya.


Arkan yang merasa terabaikan segera merebut ponsel Ariana dan meletakkannya di sembarang tempat. akan segera menarik tangan Ariana untuk mengusap kepalanya, Ariana terkekeh sekaligus menggeleng melihat tingkah suaminya yang begitu manja.


"Uh manjanya kambuh nih." kata Ariana gemas melihat tingkah suaminya. "Sini peluk Mas." kata Ariana sembari merentangkan tangannya. Tampa fikir panjang Arkan segera bangun dan memeluk Ariana dengan erat.


"Sayang besok kamu nggak usah ngampus ya ya temenin Mas di kantor." kata Arkan manja, Ariana yang sudah mulai terbiasa melihat sikap manja suaminya terhadap dirinya hanya terkekeh.


"Tapi kan Mas besok mana harus kuliah." ujar Ariana sembari mengusap kepala suaminya, yang kini menenggelamkan kepalanya di dada Aryana.


"Ngga, nanti kamu digodain sama cowok-cowok kalau kamu ke kampus." kata Arkan dengan nada merajuk.


"Kan ada Bima, Aldi sama Maxim yang jagain aku Mas dari cowok-cowok." kekeh Ariana, sementara Arkan masih menggeleng dan mengeratkan pelukannya nya di pinggang Ariana. "Ya udah besok Ana ikut Mas, tapi siangnya kita balik ke rumah ya, soalnya Mau masakin Papa masakan khas Tiongkok yang Ana pelajarin itu loh." kata Ariana mengalah, Arkan mendongakkan kepalanya tersenyum kearah Ariana.


"Kita tidur ya Mas soalnya kan besok kita bakalan ke kantor Mas sayangku ini." kata Ariana sembari mencubit pelan pipi Arkan. Setelah mereka berbaring akan segera menelusupkan badannya sembari memeluk Ariana. Namun tiba-tiba Arkan terbangun kembali dan memandang Ariana penuh arti, membuat Ariana bergidik ngeri melihat pandangan suaminya.


"Sayang buat cuci yuk buat Papa sama Daddy." kata Arkan tiba-tiba, dan langsung memulai aksinya, dan akhirnya terjadi lagi yang harus terjadi.


Keesokan paginya Ariana dan Arkan sudah turun dari kamarnya menuju meja makan, Ariana memberikan catatan kepada asisten rumah tangga mereka yang akan keluar untuk berbelanja.


"Catatan untuk apa tuh nak?" tanya Farid ketika melihat Ariana menyerahkan sebuah catatan kecil.


"Kan kita mau masak hari ini pah." kata Ariana tersenyum sembari mengambilkan makanan untuk mertuanya kemudian suaminya.


Di sepanjang koridor kantor seluruh karyawan memperhatikan Arkan dan Ariana yang tampak mesra. Bahkan beberapa wartawan segera memotret foto mereka secara diam-diam, karena menurut beberapa wartawan ini adalah sebuah pemberitaan yang sangat besar.


Ariana dan Arkan saat ini tengah berada di dalam kantor Arkan, Ariana membantu Arkan mengerjakan pekerjaannya.


Tiba-tiba pintu terbuka tanpa diketuk membuat Ariana dan Arkan memandang ke arah pintu masuk.


"Rin untuk apa kamu kesini?" tanya Arkan to the point, kesal karena Ririn masuk ke dalam kantornya seenaknya saja. Arkan takut Ariana salah faham terhadapnya.


"Ar... kamu jelasin semuanya aku tahu kamu cuman bercanda kan masalah kamu sudah menikah itu?" tanya Ririn kepada Arkan tak percaya.


"Rin tolong kamu hargai istri saya." kata Arkan kesal menunjuk Ririn. "Perkenalkan istri saya Ariana." kata Arkan merangkul Ariana. Sontak membuat Ririn kesal sekaligus jengkel dibuatnya.


"Apa kelebihan wanita ini? Wanita kampung ini bukan apa-apa dibanding saya, kamu jangan buta Arkan." teriak Ririn membuat suaranya membahana di dalam kantor tersebut, sembari menunjuk nunjuk Ariana.


"Cewek murahan kamu pastikan yang ngemis-ngemis untuk dinikahi Arkan? Dasar wanita kampung kamu pasti cuman mengincar hartanya Arkan kan." tuding Ririn kesal ingin menjambak rambut Ariana. Untung saja Arkan dengan sigap melindungi Ariana dibelakangnya.


"Ririn lebih baik anda keluar, Saya tidak mau mau memukul seorang wanita, silakan keluar sebelum saya panggilkan satpam." teriak Arkan tak kalah besarnya dari Ririn membuat nyali Ririn menciut.


Ririn segera keluar dari ruangan Arkan dengan berurai air mata. Pupus sudah harapannya, karena sebenarnya Ririn kembali ke Indonesia hanya untuk mengharapkan Arkan.


Ririn masuk kedalam mobilnya sambil menangis dan memukul stir. Di dalam hati urine bertekad untuk merebut Arfan dari Ariana.


sementara di dalam kantor Arkan, Arkan segera memanggil asistennya untuk masuk ke dalam kantornya. Arkan meminta agar asistennya, tidak membiarkan siapapun untuk masuk ke dalam kantor Arkan jika tidak di izinkan.


"Sayang kamu nggak papa kan? Maaf maaf Mas nggak tahu kalau dia mau datang ke sini." kata Arkan sembari memeluk Ariana dengan erat, Arkan benar-benar takut jika Ariana marah kepadanya.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.