It'S Me

It'S Me
Episode 270



Arkan segera menggendong Ariana menuju kamar mereka. Untuk membaringkan Ariana di tempat tidur mereka. Arkan mengecup puncak kepala Ariana, sembari memperhatikan dengan lekat wajah Ariana.


"Ibu dari anak anakku memang sangat cantik." guman Arkana, sembari membelai wajah Ariana.


...


Arkan turun ke bawah, dan menemui yang lain, yang tengah berkumpul, di bawah. Tampak Bima sedang bermain video game bersama Maxim. Sementara Andre, Armin dan Rayen sedang membicarakan bisnis. Para orang tua sedang membicarakan kenakalan anak anak mereka. Sementara para wanita asyik menggosipkan, tentang aktor Korea yang baru baru muncul.


Arkan memilih untuk duduk bersama dengan Andre, Armin, dan Rayen. Mereka tengah membicarakan tentang, mereka larut dalam membicarakan tentang bisnis, dan kondisi perekonomian saat ini.


"Arkan istri kamu mana?" tanya Aida kepada Arkan karena tak melihat Ariana sejak tadi.


"Lagi di atas mbak, lagi tidur." kata Arkan menjelaskan.


"Sudah minum obat belum?" tanya Aida.


"Belum mbak, tadi langsung tidur dia." kata Arkan.


"Ya sudah bawain gih makanan, biar mbak siapkan, habis itu minum obat." kata Aida segera berdiri menuju dapur.


Arkan mengangguk, segera menyusul Aida ke dapur. Semenetara yang lain kembali fokus ke pembicaraannya.


"Aishh Bim ganti dong, lo jago banget main game ini." keluh Maxim.


Kini teman kampus yang sering berkunjung dan bermain dengan Ariana, hanya Maxim dan Bima. Mereka benar benar hampir setiap hari datangnya, baik ke rumah sakit, maupun ke rumah Ariana.


"Ya udah serah lo, tapi gue bilangin, kalau sekali kalah aja ga akan pernah bisa menang." kata Bima meledek Maxim.


"Ya kan dia temen gue, lo tau kan kalau temenan sama mang parfum bisa ketularan wangi." kata Bima tersenyum sinis.


Melihat senyum sinis Bima membuat Maxim emosi, dan semakin kesal.


"Iya diem Lo dasar kang somai." kesal Maxim beranjak mencari video game baru lagi.


Cukup lama Maxim mencari game yang hendak di mainkan nya, akhirnya Maxim menemukan salah satu game yang memang dia sukai. Maxim memandang Bima menyeringai, sembari menunjukkan game yang akan mereka mainkan.


"Nah ini nih, gue hebat main ini." kata Maxim sembari tersenyum ke arah Bima.


Bima yang melihat itu hanya mengangkat bahu, meremehkan Maxim.


"Awas lah, lo bakalan kalah dari gue." kata Maxim tersenyum ke arah Bima.


Maxim memang sudah jarang bertengkar dengan Ariana, apalagi setelah Ariana hamil. Tapi Maxim memiliki teman berantem yang baru, yaitu Bima. Bima memang memiliki sifat ceplas-ceplos ketika dengan teman nya. membuatnya sangat ringan mulut, untuk mengatai sahabatnya.


Tak lama kemudian Bima kembali memenangkan permainan, dan tersenyum kemenangan.


"Sekali kalah ya kalah aja." kata Bima sembari terkekeh.


...


Bunyi itu kembali terdengar, seperti sejauh delapan, hingga sepuluh meter darinya. Seperti nya itu menggunakan kamera resolusi tinggi, atau kamera dengan lensa yang cukup mahal.


Justin kembali mendengus, ia mencium bau pengacau, bau ini mudah di kenali, karena berbau tajam dan apek. Selain itu, Justin hanya mencium bau lembab dari tumbuhan sekitar, dan beberapa bau binatang melata. Ya tak salah lagi, ini bau para paparazi yang sangat di benci Justin. (Cinta tuan vampir.)