
"Ana kalau kamu ragu dengan saya, kamu cuman butuh membatalkan pernikahan kita." kata Arkan sedikit berteriak, dengan mata yang sudah memerah menahan marah, dan rasa sedih. "Saya memang sayang dengan kamu, tapi kalau kamu ragu dengan saya, saya tidak bisa memaksa." kata Arkan dengan raut yang tak terbaca, suaranya melemah. Ariana yang melihat kemarahan, sekaligus kesedihan di mata Arkan, merasa bersalah. Ariana maju kemudian memeluk Arkan.
"Mas maaf ya tadi Ana cuman bercanda." kata Ariana sembari memeluk erat tubuh Arkan. Arkan hanya diam, dan tak merespon Ariana. Arkan tau betul, bahwa Ia yang mengejar Ariana, sehingga melakukan segala cara untuk mendapatkan Ariana. Namun saat ini Arkan tengah merasa kurang percaya diri, untuk mendapatkan Ariana.
"Mas jangan marah dong, Ana cuman bercanda, habis tadi mas ga nolak ajakan buk Dewi, Ana kan jadi cemburu." kata Ariana melonggarkan pelukannya, kemudian mendongakkan kepalanya, untuk melihat wajah tampan Arkan. "Mas Ana minta maaf seerius." kata Ariana menampakkan wajah, yang memelas, sementara matanya sudah berkaca kaca.
...
Arkan merasa tidak tega melihat wajah Ariana, segera menangkup wajah Arian. Arkan melihat secara jelas wajah sedih Arian. Arkan segera membawa Arian ke tempat duduk, kemudian memangku Ariana.
"Mas ga suka kamu nyebut cowok lain, di hadapan mas." Jujur Arkan, menelusupkan kepalanya di leher Ariana. Arkan menghirup aroma yang membuatnya candu, kemudian membenamkan wajahnya, seolah mencari rasa nyaman. Arian mengelus punggung Arkan yang saat ini tengah memeluk pinggangnya.
"Mas ga usah khawatir, Ana cuman sayangnya sama mas kok." kata Ariana, sembari mengelus punggung Arkan. "Sayangnya saat ini Ana ga kangen sama mas." Kata Ariana tersenyum jahil.
"Maksud kamu?" tanya Arkan sedikit kesal, baru saja Ia mendengar kata kata manis dari Ariana, namun tiba tiba berubah menjadi pahit.
"Iya Ana kangennya sama ayam kentaki, sama saos." kata Ariana cengengesan, membuat Arkan mencubit pipi Ariana dengan gemas. "Bagian sayap atas sama paha ya mas." kata Ariana mempersilahkan ekspresi imutnya. Membuat Arkan semakin gemas do buatnya, dan segera mencium pipi Ariana, dengan gemas. Ariana yang merasa geli, terkekeh di buatnya. Membuat Arkan semakin gemas, dan kembali menciumi pipi Ariana.
"Udah mas... pesan dulu, Ana lapar nih." kata Ariana cemberut ke arah Arkan. Karna perutnya sudah menuntut untuk di beri makan. Arkan hanya terkekeh dan meraih ponselnya, yang ada di saku jasnya, kemudian memesan makanan dari sebuah aplikasi.
"Udah mas pesan sayang, sabar ya." kata Arkan kembali mengelus pipi Ariana, sembari mengecup pipi Ariana. Ariana hanya mengangguk sambil memeluk Arkan.
"Mas ga akan datang kan nanti malam ke tempat buk Dewi." kata Ariana memastikan, sembari merebahkan kepalanya di dada bidang Arkan. Ariana sangat suka merebahkan kepalanya di dada bidang Arkan, karna dapat mendengarkan detak jantung dari Arkan.
"Ga tau." kata Ariana terdengar sedikit nada merajuk, Ariana mendengus kesal di dalam pelukan Arkan. Arkan terkekeh mendengar kata kata Ariana, yang terkesan sedang merajuk. Arkan mengecup kepala Ariana, sembari memeluk erat Ariana, seakan tak ingin melepaskan Ariana.
"Sayang kamu menggemaskan banget sih, saat cemburu." kata Arkan sedikit terkekeh, sembari melepaskan pelukan Arian. Arkan memandangi wajah Ariana, yang saat ini tengah mengkerucutkan bibirnya. "Kenapa mau di cium bibirnya?" tanya Arkan, mencubit pelan pipi Ariana.
Cup.
Ariana mengecup bibir Arkan, membuat Arkan membulatkan matanya, karna terkejut. Arian kembali merebahkan kepalanya, tidak menghiraukan wajah terkejut Arkan. Arkan tersadar, sehingga menyunggingkan senyum, kemudian kembali memeluk Ariana dengan erat, sembari mencium puncak kepala Ariana. Arkan menyenderkan tubuhnya, di kursi agar Ariana merasa nyaman.
"Mas masih lama ya? Lapar tau." kata Ariana dengan nada manja. Membuat Arkan terkekeh mendengar nada manja dari Ariana.
"Sabar sayang sebentar lagi ya..." kata Arkan tersenyum, melihat tingkah Ariana, yang sangat menggemaskan saat ini. Ariana hanya mengembangkan pipinya, sembari mendongakkan kepalanya, melihat wajah Arkan yang terkekeh.
...
Sorry Guys ☹️😥 entah kenapa review nya se abad, jadi Author ga bisa up banyak banyak. Mungkin terjadi kesalahan di pusatnya, mohon pengertiannya teman teman.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.