It'S Me

It'S Me
Episode 222



"Maksud anda apa? Saya memang orang kecil, tapi anda tidak berhak mengatakan hal itu, lagian saya kesini karna khawatir dengan keadaan anda." kata orang tersebut tak kalah tinggi.


"Dengar ya saya tak butuh rasa khawatir anda, cepat menyingkir dari mobil saya, saya tidak mau mobil saya lecet dan kotor karna anda." kata Ririn semakin meninggi. Belum selesai rasa kesal dari kesialan yang Ia terima, kini tiba tiba ada yang membantah kata kata nya, semakin membuat Ririn naik pitam.


...


Sementar di tempat lain, Ariana tampak tengah mengulum senyum manis di bibirnya, membuat wajah imutnya bertambah manis.


"Kenapa sayang kok senyum terus dari tadi?" tanya Arkan ketika melihat Ariana terus saja mengulum senyum, sejak dari lampu merah tadi.


"Entah lah Mas, Ana cuman merasa sedikit bahagia hari ini." kata Ariana sembari memeluk lengan Arkan, membuat Arkan terkekh dengan sikap istrinya pagi ini.


"Kamu jangan minta mas mengemudi seperti tadi lagi ya..." kata Arkan kepada istrinya.


Karna sejak tadi Ariana terkadang memintanya tiba tiba lambat, dan tiba tiba cepat. Seperti yang di lampu merah tadi sangatlah berbahaya, namun Arkan tak kuasa menolak keinginan istrinya.


"Iya Mas ku, tidak lagi." kata Ariana sembari menggelayut manja di lengan Arkan, membuat orang-orang yang melihatnya menjadi iri. Karna ke so sweet tan Ariana dan Arkan.


Ponsel Ariana tiba-tiba berbunyi menampilkan sebuah notifikasi pesan, pesan itu mengirimkan kepada Ariana sebuah link video. Ariana tersenyum samar melihat link video tersebut, kemudian menyimpan kembali ponselnya di dalam tasnya.


Arkan menggandeng tangan Ariana menuju ke dalam lift. Ketika lift hendak tertutup Ariana melihat sebuah mobil hitam yang mengikutinya tadi, baru datang di depan gedung Arkan. Ariana menampilkan senyum tipis di wajahnya, seolah-olah tengah tersenyum kepada para pegawai yang melewati lift mereka, namun sebenarnya Ariana tersenyum ke arah mobil tersebut.


Permainannya baru di mulai, dan kau sudah memperlihatkan banyak sekali kekalahan, ini bukan apa apa, kedepannya akan lebih menarik lagi. Kata Ariana dalam hati.


Sesampainya mereka di dalam ruangan Arkan, Ariana segera merebahkan badannya di atas sofa empuk.


Ariana segera memainkan ponselnya dan mecari kartun favoritnya di kanel youtube. Arkan yang melihat istrinya menonton film kartun hanya menggeleng geleng, mungkin itu bawaan bayinya.


"Sayang mau di pasangin TV ga?" tanya Arkan tersenyum ke arah Ariana.


"Ga usah mas nanti ganggu kamu lagi." kata Ariana sembari tersenyum, membalas senyuman Arkan. "Tapi sayang..." tiba tiba Ariana berdiri menuju ke meja kerja Arkan, dan berdiri di samping Arkan.


"Kenapa sayang? Hm?" tanya Arkan sembari menarik Ariana ke dalam pangkuannya, sembari memeluk erat tubuh istrinya. Ini adalah obat lelah dan setres Arkan akibat kerja yang bertumpuk.


"Kamu tutup mata dulu Mas." kata Ariana, membuat Arkan tersenyum senang.


Arkan menutup matanya, dan membuat Ariana segera mendekatkan wajahnya, dan cup... satu kecupan singkat mendarat mulus di bibirnya.


Arkan segera membuka matanya, dan meminta Ariana memutar tubuhnya dengan isyarat mata. Ariana tersenyum mengerti permintaan suaminya, dan segera mengembalikkan badannya.


"Sayang Mas senang banget ada kamu di sini, bikin Mas semangat." kata Arkan sembari mengecup pipi Ariana. Ariana segera mencium dan me*lu*mat bibir Arkan dengan lembut. Membuat Arkan tersenyum, di sela sela ciu*man mereka.


Pintu terbuka, dan membuat orang yang baru saja, ingin masuk membulatkan matanya. Melihat adegan panas tersebut, yang menyakit kan mata orang tersebut.


"Nona Ririn, tolong jangan langsung masuk." kata asisten Arkan mencoba mencegah Ririn, untuk masuk. "Nona nan..." kata kata Asisten Arkan terhenti ketika melihat adegan langsung di depan matanya. Menyadari kehadiran orang asing tersebut, Arkan segera menghentikan adegan panas mereka.


"Sayang ada orang." kata Arkan membuat Ariana segera mengalihkan pandangannya ke arah belakang. Arkan segera memberi kode kepada Asistennya untuk meninggalkan Ririn di ruangan mereka. Asisten Arkan segera menutup pintu, menyusahkan Ariana, Arkan dan Ririn.


"Sayang aku turun dulu ya, malu." cicit Ariana, membuat Arkan tersenyum melihat istrinya malu malu.


"Ga usah sayang, biar dia cepat pergi dari sini." bisik Arkan, sembari mengeratkan pelukannya. Membuat Ariana menyembunyikan wajahnya di pundak Arkan.


Arkan mengusap punggung Ariana, dengan tersenyum lembut. Kemudian beralih mengambil alih proposal yang di bawa Ririn.


"Baiklah silahkan klik jelaskan maksud dari kerja sama ini." kata Arkan sembari mengecup lembut kepala Ariana. Bukan tampa sengaja Arkan melakukan hal ini, Arkan bermaksud untuk membuat Ririn mengetahui posisinya yang sebenarnya, dan menegaskan bahwa Ririn tak akan pernah menggeser posisi Ariana di hati Arkan.


"Jadi begini Ar, perusahaan kami mengajukan kerja sama dengan perusahaan kamu Ar, tentang pembuatan restoran yang di pinggir pulau Bali itu Ar." kata Ririn berusaha menekan suaranya, agar tidak terlihat emosinya. Namu tangannya telah mengepal begitu erat di bawah sana.


"Saya tahu, saya bisa membacanya, tapi saya ingin bertanya kepada anda tentang penjelasan anda." kata Arkan membuat Ririn benar benar kehilangan kata kata.


Seluruh kata kata yang telah tersusun rapi, tiba tiba buyar seketika, karna kejadia tadi yang menimpanya saat di jalan, belum lagi kemesraan yang saat ini terpampang jelas di matanya. Bagaiman tidak lelaki selama ini yang di impikannya, tengah bermesraan dengan terang terangan di matanya.


"Jika kamu tidak bisa menjelaskan lebih baik kamu pelajari lagi proyek ini, saya tidak suka membeli kucing di dalam karung." tegas Arkan membuat Ririn benar benar kesal, hatinya sangat hancur saat ini.


"Apa kelebihan wanita itu? Kenapa kau mengistimewakannya? Aku lebih baik darinya." teriak Ririn, membuat Ariana terkejut, dan segera turun dari pangkuan Arkan.


"Apa apaan kamu Rin? Jangan pernah berkata tinggi di depan istri saya." kata Arkan menyoroti Ririn dengan dingin. "Kau tahu bahkan aku saja tak pernah berkata setinggi itu, dengan istri ku." kata Arkan dengan menekankan kata istri. Menegaskan posisi Ariana, di dalam kehidupan Arkan.


Ririn mengalihkan pandangannya ke arah Ariana, menimbulkan seringai licik di wajah Ariana.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.