
“Lalu kenapa bukan kalian saja yang bertunangan, kenapa harus aku dan Xu Jiali?” tanya pangeran Zang Limo, mengalihkan pandangnya kearah lain, karna tak kuasa memandang pangeran Zang Jade.
“Karna An'er menyukaimu…” kata pangeran Zang Jade yang kini tertawa saat melihat wajah pangeran Zang Limo.
“Kenapa kau tertawa? Apa kau fikir ini lucu Gege?” tanya pangeran Zang Limo yang kini semakin kesal di buatnya.
“Karna kau terlihat lucu saat di goda, pantas saja An’er suka sekali menggodamu, ayolah… bahkan aku sudah menganggap An’er seperti adikku sendiri, dan aku yakin An’er juga menganggapku sebagai Gegenya, kalau tidak bagaiman mungkin An’er yang menyebabkan aku bertunangan dengan kekasihku sendiri.” Kata pangeran Zang Jade sambil tertawa keras.
Sedangkan pangeran Zang Limo kini masih menganga di buat pangeran Zang Jade, karna awalnya Ia tidak mengira kalau pangeran Zang Jade hanya menggodanya.
…
“Ah… kalian tidak seru, kenapa tidak ikut mengejar? Padahal ini akan menjadi sangat mudah jika kalian ikut mengejar.” Kata pangeran Zang Handrong dengan kesal kepada pangeran Zang Jade dan pangeran Zang Limo.
Saat memandang wajah pangeran Zang Limo pangeran Zang Handrong bingung melihat wajah pangeran Zang Limo yang sudah memerah.
“Limo… ada apa dengan wajahmu?” tanya pangeran Znag Handrong, yang sontak membuat semua perhatian
tertuju kepada pangeran Zang Limo.
Sementara pangeran Zang Limo yang mendapatkan pertanyaan tersebut mengalihkan pandangan ke arah lain. Melihat hal tersebut akhirnya pangeran Zang Jade angkat bicara dan menceritakan semua kejadian yang baru saja terjadi selama mereka tidak ada. Mendengar cerita pangeran Jade membuat semua orang tertawa.
“Untung saja tidak ada aku, jika ada mungkin akan lebih seru.” Kata Gu Ana yang saat ini masih berada di dalam gendongan Gu Min.
“Karna hingga saat ini aku masih mendengar gossip tentang kalian.” Bela pangeran Zang Limo.
“Limo… terkadang apa yang kita dengar dan lihat tidak dapat kita percaya sepenuhnya, karna bisa jadi itu hanya omongan yang tidak benar, karna itu lebih baik memastikan terlebih dahulu sebelum mangambil tindakan karna terkadang tindakan yang diambil karna terburu buru akan menyebabkan panyasalan.” Kata Gu Min menasehati pangeran Zang Limo.
“Ah… sudah lah, kini anak satu ini kita apakan?” kata Gu Jun mengembalikan fokus mereka ke Gu Ana.
Mendengar hal tersebut membuat Gu Ana panik, Gu Ana tak ingin basah, dan mandi untuk kedua kalinya, ini masih terlalu pagi untuk mandi siang yang tak pernah Gu Ana lakukan.
“Gege, lepas aku aku mohon…” pinta Gu Ana, dengan wajah memelas kepada Gu Min.
“Ah kau membuatku tak tega saja.” Kata Gu Min melepaskan Gu Ana, namun melepaskannya dengan cara melempar Gu Ana kedalam kolam sambil tertawa bersama yang lainnya.
Namun saat Gu Ana dilemparkan, Gu Ana sangat terejut sehingga saat akan berenang ke tepian kaki Gu Ana justru keram hingga menyebabkan kesulitan dalam berenang.
“Tolong kaki ku keram.” Teriak Gu Ana kepada yang di atas gazebo.
“Ah… An’er kami tidak akan tertipu lagi.” Kata pengeran Zang Handrong.
“Aku mohon kakiku benar benar keram.” Kata Gu Ana panic, namun panggilan Gu Ana hanya ditanggapi tawa oleh merek.
Karna terlalu lama, akhirnya Gu Ana kehabisan nafas dan tenggelam ke dasar air, sebagian masih panik, namun pangeran Nan Cheng terua mengatakan bahwa itu hanya trik. Sudah beberapa menit berlalu namun Gu Ana tak kunjung muncul juga hingga membuat mereka semua panik dibuatnya, sehingga mereka langsung turun dan munyekam untuk mencari Gu Ana. Naas yang mereka cari tidak kunjung mereka temukan. Kekhawatiran kini melanda mereka, pangeran Zang Limo kini terus saja tak henti hentinya mencari kebaradaan Gu Ana.
Sedah satu jam mereka mencari keberadaan Gu Ana, namun mereka tidak kunjung menemukannya. Tiba tiba sebuah suara mengejutkan merek.
“Apakah kalian sudah puas berenangnya teman teman?” tanya Gu Ana sambil tersenyum manis sambil meminum teh, yang saat ini berada di atas gazebo dengan pakaian yang sudah bersih.