It'S Me

It'S Me
Episode 100



"Heh Jiejie ku ini cantik, sungguh banyak orang yang lebih tampan, yang menyukai Jiejie ku yang super cantik ini." kata Gu Jun menghibur Gu Ana.


Mendengar hal tersebut Gu Ana tertawa. "Ah tuben Ju'er memujiku, oh ini harus tercatat oleh seharah." kata Gu Ana membalas candaan dari Gu Jun. "Tapi nanti malam aku akan tetap ke ulang tahun pangeran Zang Limo, sebagai tanda perpidahanku dengan para penggemarku." kata Gu Ana cengengesan menyembunyikan kesedihannya.


...


Saat malam tiba, keluarga Gu datang dengan pakain terbaiknya. Pangeran Zang Limo yang sejak tadi cemas menunggu kedatangan Gu Ana menjadi tenang, karna sepanjang perjalan tadi pangeran Zang Limo mendengar desas desus pembatalan pertunangannya dengan Gu Ana. Pangeran Zang Limo sangat cemas, jika Gu Ana tahu tentang kesalahannya, namun pangeran Zang Limo juga tak dapat menyembunyikan perasaannya terhadap kekasih masa lalunya, yang saat ini tengah memandangnya dengah senyuman penuh ketulusan.


Gu Ana datang dengan penampilan yang sangat menawan dengan sedikit polesan bedak, yang menambah kecantikannya, sambil membawa sebuah gitar dan kotak kecil sebagai hadiah untuk pangeran Zang Limo.


Pangeran Zang Handrong, pangeran Zang Jade dan putra mahkota Zang Liue sedikit menghembuskan nafas lega atas kedatangan keluarga Gu. Meski mereka telah menasihati pangeran Zang Limo, pangeran Zang Limo tetap juga menjalin hubungan dengan nona Fu Roq kekasih masa kecilnya.


"Pangeran Nan Cheng datang memasuki aula." kata kasim dengan kencang mengumumkan kedatangan pangeran Nan Cheng.


Saat masuk pangeran Nan Cheng langsung saja mendekati keluarga Gu, dan membisikkan sesuatu di telinga Gu Min, dan hanya di balas anggukan oleh Gu Min.


Raja Zang Zuan dan ratu Xu Jian, sejak tadi hanya terdiam dan dengan perasaan yang gelisah. Bagaiman mungkin malam ini adalah malam pembatalan pertunangan pangeran Zang Limo dan Gu Ana, atas kesalahan pangeran Zang Limo sendiri.


Kini pertunjukan bakat masing masing, sedangkan Gu Ana memilih menjadi yang terakhir, dan pada saat terakhir Gu Ana menaiki panggung sambil benenteng gitar kesayangannya, kali ini Gu Ana tidak banyak omong, dan hanya membungkuk hormat kepada Raja Zang Zuan dan ratu Xu Jian, serta kepada para pangeran dan putra mahkota.


Apa yang harus.


Kulakukan lagi.


Bila kau tak setia.


Karena aku hanya seorang manusia.


Yang tak kau anggap.


Aku t'lah coba untuk memahamimu.


Tapi kau tak peduli.


Cukup sudah.


Kau sakiti aku lagi.


Akan ku bawa mati.


ketika mendengar bait lagu yang dinyanyikan Gu Ana membuat aula seketika riuh, menandakan fakta tentang perselingkuhan pangeran Zang Limo, sementara pangeran Zang Limo mendengarkan lagu dari Gu Ana memejamkan matanya dan menyadari bahwa Gu Ana kini mengetahui segalanya.


Aku mencoba.


Memberikan segala.


Yang telah aku punya.


Namun semuanya hanya sia-sia.


Percuma.


Aku t'lah coba untuk memahamimu.


Tapi kau tak peduli.


Cukup sudah


Kau sakiti aku lagi


Serpihan perih ini


Akan ku bawa mati


Ooo... Ooh.


Cukup sudah.


Kau sakiti aku lagi.


Akan ku bawa mati.


Ooo... Ooh.


Sampai kapan.


Bisa membuatmu mengerti.


Membuat aku bermakna.


Di hatimu.


Di matamu.


Sayang.


Gu Ana mengakgiri lagu nya dan membungkuk memberi tanda hormat, lalu berjalan mendekati pangeran Zang Limo dan memberikan sebuah kotak.


Pangeran Zang Limo bergetar merima hadiah tersebut, apalagi saat ini Gu Ana sudah tak menggunakan kalung pasangan yang telah pangeran Zang Limo berikan. Saat mengambil kotak tersebut, pangeran Zang Limo mencoba menggapai Gu Ana, namun dengan cepat Gu Ana menarik tangannya, dan menjauihi pangeran Zang Limo. Gu Ana membungkuk di hadapan Raja Zang Zuan dan ratu Xu Jian.


"Saya harap Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu, memenuhi keinginan Gege Min." kata Gu Ana sembari membungkukkan badannya, kemudian turun dari panggung.


Raja Zang Zuan dan ratu Xu Jian, hanya terdiam, tak menyangka ini adalah akhir dari hubungan pangeran Zang Limo dan Gu Ana. yang berakhir dengan penghianatan pangeran Zang Limo.


Akhirnya Raja Zang Zuan mengangkat tangan, dan segera berbicara.


"Malam ini aku akan mengumumkan, pemutusan pertunangan antara pangeran Zang Limo dan Gu Ana." kata Raja Zang Zuan dengan berat hati, sambil memejamkan matanya.


Mendengar hal tersebut, pangeran Zang Limo terduduk, dan memandang Gu Ana yang kini meninggalkan aula, setelah pengumuman tersebut.


Ingin rasanya pangeran Zang Limo mengejar dan memutar waktu atas kesalahannya, pangeran Zang Limo hanya terdiam mematung, sementara pangeran Zang Handrong dan pangeran Zang Jade memandang kearahnya, seolah menyatakan.


"Ini lah yang telah ku peringatkan kepadamu, kau memetik apa yang kau tuai."


Acara ulang tahun pangeran Zang Limo berakhir dengan ricuh, karna pemutusan pertunangan tersebut. Sementara pangeran Zang Limo kembali ke pavilium nya dengan menenteng kotak kayu kecil pemberian Gu Ana.


Setelah pangeran Zang Limo memasuki pavilium nya pangeran Zang Limo membuak kotak kayu tersebut, ternyata kotak kayu tersebut berisi sebuah surat, dan kalung setengah hati pemberian pangeran Zang Limo.


Untuk pangeran Zang Limo.


Terimakasih atas waktu nya selama ini, maaf aku tak bisa memberimu kesempatan lagi. Aku rasa semua telah berakhir, dan aku fikir kau tak terlalu mengerti tentang ku, aku mungkin dapat memaafkan seluruh kata kata yang keluar dari mulutmu, maupun perbuatan mu yang keterlaluan. namun jika menyangkit penghianatan, maaf aku tak dapat memaafkan mu, selamat tinggal, semoga kau bahagia dengan kekasih masa kecil mu, jika kau tak dapat memilih, maka aku yang akan mengalah.


Isi surat dari Gu Ana yang kini membuat pangeran Zang Limo menyesali segalanya, andai waktu dapat berputar, maka Ia tak akan melakukan hal itu. Kini hatinya telah pergi meninggalkannya, dan mungkin tak akan kembali.


"An'er maaf kan aku, jangan menghukum dengan pergi dari hidupku, kau tahu aku tak dapat hidup tampa mu, jika kau bersedia kembali aku akan menunggu mu." isak pangeran Zang Limo, saat tengah memegang Surat dari Gu Ana dan kalung setengah hati yang dikembalikan oleh Gu Ana.


"An'er..." kata pangeran Zang Limo lirih, sambil memeluk kalung dari Gu Ana.


Pangeran Zang Limo berdiri, dan mengambil lukisan Gu Ana yang tengah tesenyum, pangeran Zang Limo tak henti hentinya menitihkan air matanya.


"An'er..." Lirih pangeran Zang Limo sambil mengusap wajah Gu Ana, sambil memeluk lukisan Gu Ana, dan mengenakan kalung yang telah di kembalikan oleh Gu Ana.


Di tempat lain tuan Gu, Gu Min, Gu Ana, Gu Jun dan pangeran Nan Cheng tengah dalam perjalanan menuju kerajaan Nan dengan kereta.


"An'er, jangan bersedih ayah, Min'er, dan Jun'er disini bersamamu." kata tuan Gu menghibur.


...


Maaf teman teman kalau banyak Typonya soalnya ini ngetiknya pakai Hp. Laptopnya belum baik, besok baru bisa di ambil.