
"Mas ini di kantor ya..." kesal Arkan sembari memukul lengan Arkan yang nakal.
"Yang bilang ini di rumah, nah kalau pun ini di rumah, sudah pasti saya bawa kamu ke kamar," kata Arkan sembari menarik turunkan alisnya, sembari menggoda Ariana.
"Maaasss, jangan mulai lagi ya..." kesal Ariana karena suaminya terus saja menggodanya.
...----------------...
Arkan terkekeh mendengar kekesalan istri kecilnya, Arkan sebenarnya hanya ingin menggodanya. Arkan sangat suka sekali melihat wajah kesal istrinya, menurutnya itu sangat menggemaskan.
Tok tok tok.
Bunyi ketukan mengejutkan pasutri tersebut, hingga membuat mereka segera memandang ke arah pintu tersebut.
"Mas pesanan kita kali," kata Ariana sembari mengalihkan pandangan ke arah suaminya. "Ana liat dulu ya mas."
Arkan mengangguk mengiyakan ucapan istri kecilnya. "Iya sayang," kata Arkan sembari mengusap punggung istrinya.
Ariana berdiri kemudian berjalan ke arah pintu, Ariana tersenyum ternyata benar yang datang adalah pesanan mereka.
Ariana segera masuk kembali dan menemui Arkan, Ariana menengadah tangannya ke arah Arkan. "Apa sayang?" tanya Arkan bingung.
"Duit buat delivery, soalnya udah datang," kata Ariana cengengesan.
Arkan segera mengeluarkan dompetnya, dan memberikannya ke Ariana. "Nih ambil sendiri sayang."
"Siap bos sekaligus Mas," kata Ariana memberikan tanda hormat, kemudian berbalik arah pintu. Arkan terkekeh
"Ini bang..." kata Ariana kepada tukang delivery nya.
"Iya mbak, terimakasih."
"Sama sama mas, hati hati," kata Ariana menutup pintu ruangan Arkan.
"Mas... sudah datang..." seru Ariana sembari mendudukkan pantatnya di samping Arkan.
"Ah sayang... seneng banget ya?" kata Arkan kepada Ariana.
Ariana mengangguk membenarkan keta kata Arkan. "Iya mas, soalnya lapar," kata Ariana sembari terkekeh.
Arkan ikut terkekeh mendengarkan Ariana, kemudian membuka bungkus makanan tersebut. "Sayang kita cuci tangan dulu."
Ariana mengangguk, dan langsung menuju ke wastafel yang ada di ruangan Arkan. Arkan mengikuti langkah Ariana, menuju wastafel.
Setalah mencuci tangan mereka, Ariana mendudukkan pantatnya. Ariana bersiap untuk menyantap makanannya, namun sebelu menyantap makanan nya, Ariana teringat anak dan juga papa mertuanya.
Ariana mengambil ponsel, dan segera menelfon ayah mertuanya, membuat Arkan tersenyum melihat perhatian istrinya, kepada papanya.
Tapi nampaknya Farid tak mengangkat telepon dari Ariana, Ariana menelfon Farid hingga tiga kali, namun tak ada yang di angkat.
Akhirnya Ariana memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Arkan tersenyum melihat Ariana makan dengan lahap, Arkan menyeka sudut bibir Ariana yang berantakan akibat saus. Ariana berhenti sejenak, kemudian tersenyum ke arah Arkan.
"Lanjutin lagi makannya gih," kata Arkan mengusap pipi Ariana.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.