It'S Me

It'S Me
S2 (14)



Setelah mereka sarapan, mereka segera mengantarkan Vekran ke sekolahnya. Kali ini Farid ikut, karena ada jadwal pemeriksaan. Farid bahagia, ini pertama kalinya mengantarkan cucunya ke sekolah. Karena biasanya saat dirinya masih tergolong muda, namun berjalan tua, Faris selalu sibuk dengan urusan kantor, hingga lupa melihat perkembangan anak dan cucunya.


...----------------...


Setelah mengantar Vekran, mereka segera menuju rumah sakit, untuk mengecek perkembangan kesehatan Farid.


Ini bukan pertama kalinya untuk Ariana dan Arkan menemani pengecekan kesehatan Farid, biasanya hanya jika mereka ada meeting penting dan tak bisa di undur, barulah kemudian tak mengantar Farid. Atau sedang berada di luar kota, maka mereka berdua tak akan mengantarkan Farid ke dokter, untuk check up.


Mereka menunggu pemeriksaan dokter untuk Farid, sembari melihat lihat keadaan Farid yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit.


"Dok tapi saya gimana?" tanya Arkan ketika melihat dokter sudah duduk kembali di tempatnya.


"Perkembangan tuan baik baik saja, kini tinggal penataan makanan saja, berikan banyak buah," kata dokter tersebut. "Misalnya kalau mau makan jus jangan pakai gula, atau mau makan ice cream sebaiknya buat sendiri, dengan buah dan susu tampa gula," lanjut dokter tersebut, sembari mencatat resep. "Kali ini obat nya sudah lebih ringan ya."


"Baik dok terimakasih," ucap Arkan sembari tersenyum.


Setelah mereka berterimakasih, mereka akhirnya keluar dari ruangan dokter, sembari menuntun Farid.


Arkan segera menuju mobil mereka, sementara Ariana segera menuju apoteker yang ada di rumah sakit tersebut. Cukup lama Ariana menunggu, tak lama kemudian nama dari Farid dipanggil.


"Farid Candana," kata salah seorang apoteker memanggil nama Farid.


Mendengar hal itu Ariana segera berdiri dan berjalan ke arah kasir sekaligus apoteker. Apoteker tersebut segera menyodorkan obat, sekaligus menyebutkan harga yang harus dibayar Ariana.


"Empat ratus lima puluh dua," kata apoteker tersebut menyebutkan jumlahnya.


"Lama ya?" tanya Ariana berbasa basi.


"Ga juga sayang, ayo kita langsung pulang atau bagaimana?" tanya Arkan sembari menghidupkan mesin mobilnya.


"Terserah, Ana ikut aja," kata Ariana semabari meletakkan tas di samping, karena saat ini Ariana tengah duduk sendirian di bangku belakang.


"Papi mau langsung pulang aja, badan papi kurang enak," kata Farid, karena memang saat tadi di tempat dokter, Farid juga mendapatkan suntikan. Kata dokter sendiri suntikan tersebut mengandung sedikit obat penenang, sehingga di sarankan untuk istirahat sejenak.


Arkan segera mengendarai mobilnya, dan keluar dari parkiran mobil, rumah sakit tersebut. Kemudian segera meluncurkan mobilnya ke rumah.


...----------------...


Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.