
"Pertama Ana ga mau berhubungan dengan balok es, kedua menurut dari perspective Ana, om Arkan itu tidak cukup tampan." kata Ariana jujur.
Semua yang mendengarkan merasa tercengang karna mendengar kata kata Ariana. Bagaimana bisa Ariana mengatakan kalau Arkan tidaklah tampan, sementara hampir semua perempuan memuji ketampanan Arkan. Lalu bagaiman mungkin Gadis ini mengatakan kalau Arkan tidak tampan, apa mungkin matanya katarak? fikir mereka semua, ketika mendengarkan Ariana mengatakan bahwa Arkan tidaklah tampan.
...
"Ok, kamu boleh nolak..." kata Erik akhirnya, membuat yang lain tercengang. "Tapi kamu harus menjadi sekertaris Arkan selama setahun." lanjut Erick, membuat yang lain tersenyum, namun tidak untuk Ariana yang kini membulatkan matanya tak percaya.
"Muka tu biasa aja." kata Rayen mengusap wajah Ariana.
"Ais ini Ana lagi mode shook cantik tau." kata Ariana kesal kepada Rayen. "Aaa... no no no Ana tau kakak lagi mau ngalihin pikiran Ana kan?" kesal Arian. "Nah untuk jawaban Daddy, no Daddy. Daddy tahu kalau Ariana sudah di sibukkan dengan perusahaan Ariana, belum lagi punya Daddy." protes Ariana, yang tak setuju dengan permintaan Erick.
"Kamu cuman punya dua pilihan itu." ucap Erick. Erick tahu berapa keras kepanya Ariana, Sekali bilang tidak maka Ariana akan sulit untuk di bujuk, tak masalah sedikit berdebat di depan calon besannya, agar Ariana bisa menyetujuinya.
"Daddy ga bisa tambah options gitu Daddy? di Be millions aja ada empat opsi." protes Ariana cemberut. "Bisa call friend gitu Daddy atau call mantan." lanjut Ariana, yang menimbulkan tawa di antara mereka.
"Ana..." tegur Erick dengan tingkah Ariana.
"Yes Daddy." jawab Ariana dengan sedikit nada bersenandung.
"Eating sugar." Timpal Rayen mengalihkan perhatian Ariana.
"No..." Ariana tampak berpikir untuk menjawab lirik selanjutnya. "Brother." lanjut Ariana. "Ehhh suka sekali anda mengalihkan topik pembicaraan ya." kesal Ariana melihat Erick.
"Ya udah pilih salah satunya." jawab Rayen, memandang Ariana. "Ah jangan jangan kau takut jatuh cinta ya sama Arkan?" kata Rayen, mencoba mengintimidasi Ariana agar setuju.
"No..." bantah Ariana.
"Terus?" tanya Rayen mengangkat alis sebelah kirinya, seraya melipat tangannya ke arah kiri.
"Belok kanan, lurus ada perempatan, belok kiri, ada karaoke Raisa itu jalan bondowoso." kata Ariana sambil cengengesan, membuat yang lain menahan tawa melihat tingkah Ariana.
"Ariana Hanvei." kesal Rayen melihat Ariana.
"Fine... ya dia lumayan." akui Ariana. "Tapi dia itu galak, mau Ana tampol udah Om, Om." jujur Ariana. "Kalau ga di tampol gedeknya sampai ke ubun ubun." kesal Ariana memandang Arkan, dan mengingat bagaiman Arkan memperlakukannya dulu.
"Itu karna kamunya yang ngeselin." Kini giliran Arkan yang buka suara.
"Hei... Om om ganteng, ngaca siapa yang paling ngeselin di atara kita?" bantah Ariana kesal dengan Arkan.
Jika tidak di depan orang tua mereka, ingin sekali rasanya Arian mencakar dan memukul wajah tampan Arkan, yang sangat mengesalkan untuknya. Kembali lagi teringat kejadian yang telah lampau, andai Arkan mendengarkan nya mana mungkin Ariana terluka, dan tertidur selama tiga bulan.
"Oh ya... kamu itu harusnya bersyukur kalau saya mau menerima kamu." kata Arkan santai.
"What... bersyukur? Eh asal om tahu ya, yang mau sama Ariana ni banyak, melebihi ibu ibu kompleks lagi ngantri sembako." kata Ariana sombong ke arah Arkan.
"Penah kak, kemarin pas balik dari rumah sakit, ada ibu ibu yang lagi ngantri di depan rumah Pak Rt, jadi Ana tanyain deh. Ternyata mereka lagi ngantri sembako." jelas Ariana sambil tersenyum.
"Jadi gimana setuju atau ga ni?" tanya Erick mengembalikan topik utamanya.
"Ya... ya serah Daddy." kesal Ariana kemudian beranjak pergi.
"Eh mau ke mana?" tanya Rayen melihat Ariana yang sudah beranjak meninggalkan mereka.
"Toilet." jawab Ariana singkat, kemudian bergegas menuju toilet.
Setelah itu Ariana segera menyelesaikan hasratnya, dan segera keluar sambil merapikan diri. Saat Ariana keluar dari toilet Ariana berpapasan dengan Around, mereka pun keluar dari sambil berbincang bincang, meski akhirnya Around masuk ke dalam pantry untuk kembali memasak, dan Ariana ikut keluarganya untuk berbincang bincang.
"Ana tadi siapa?" tanya Gilang penasaran, karna Ariana dan Around seperti sangat akrab.
"Oh, Chef Around, yang punya ni restoran." Jujur Ariana sambil meminum minumannya.
"Widih kenal An?" tanya Gilang, penasaran.
"Ya kenal lah kak, orang man..." kata kata Ariana saat menyadari ada Erik yang berada di tengah tengah mereka, yang kini tengah menatap Arian dengan tajam, sungguh Ariana saat ini hanya bisa menelan ludahnya kasar. "Mantan teman Ana." jawab Ariana sedikit Gugup, karna terus di plototin oleh Erick.
"Oalah kirain mantan kamu." Goda Gilang yang jelas tahu Ariana saat ini tengah berbohong.
"Ais kak Gil jangan gitu dong, gini gini calon istri Om Arkan loh." Kata Arian mengalihkan pembicaraan. Sementara yang lain melongo tak percaya dengan apa yang di dengarkannya.
"Iya sih cuman baru calon." jawab Gilang dengan santai.
"Biar baru calon kan tetap harus membiasakan diri lah, ya ga mas Arkan." kata Ariana mengedipkan sebelah matanya kepada Arkan.
Sontak membuat yang lain tertawa terbahak bahak, sementara Arkan hanya melotot tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, membuat Ariana tambah kegirangan saat melihat ekspresi Arkan.
"Om, eh Mas Arkan jangan melotot gitu dong, terpesona ya." kata Ariana kembali menggoda Arkan, hingga membuat Arkan menggelengkan kepalanya.
"Ariana..." kesal Arkan saat selalu di goda Ariana.
"Iya sayang." jawab Ariana dengan mengedipkan matanya, membuat yang lain semakin tertawa.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.