It'S Me

It'S Me
Episode 261



Dokter itu mengangguk, dam mempersilahkan Ayu untuk memeriksakan ayu, di ruang periksa.


"Loh pak untuk apa cek kesehatan janini?" tanya dokter tersebut membuat Ayu dan Andre bingung.


...


"Maksud dokter apa?" tanya ayu bingung, begitupun Andre yang ada di sebelahnya.


"Iya dari pada melakukan pemeriksaan rahim, lebih baik memeriksa kandungan ibu." kata dokter tersebut, masih membuat sepasang suami istri ini bingung tak mengerti maksud dari dokter ini. "Pak untuk lebih jelasnya lagi, istri bapak sedang hamil, stigma minggu." kata dokter itu lagi, me.buat Andre dan Ayu melongo tak percaya.


"Hah? kok bisa?" tanya Ayu masih tak percaya, membuat dokter tersebut tersenyum, dengan pertanyaan konyol dari Ayu.


"Ya tentu bisa, kan ada suami." kekeh dokter itu, membuat Ayu tersipu malu ketika menyadari omongannya.


"Jadi maksudnya istri saya hamil beneran dok?" tanya Andre masih tak percaya.


"Iya istri anda hamil tiga minggu." kata dokter itu kembali meyakinkan Andre, yang saat ini masih shock. "Ini resepnya, nanti jika mual minum ini, jika kecapean minum yang ini." kata dokter itu, membuat Andre mengangguk faham.


"Terimakasih dok, saya permisi dulu." kata Andre, segera menuntun istrinya keluar dari ruang pemeriksaan.


Andre dan ayu segera keluar dari rumah sakit, kemudian Andre melajukan mobilnya. Di sepanjang jalan Andre menggenggam tangan Ayu. Terlihat jelas Andre benar benar bahagia, bagaimana mungkin selama ini istrinya sedang hamil, namun mereka tak mengetahuinya.


Setelah mereka sampai, mereka segera masuk ke kediaman Candana. Mereka tersenyum sembari keluar dari mobil. Sementara yang ada di dalam, memandang ke arah Andre dan Ayu.


Farhat mendekati Ayu dan Andre, dengan penasaran. Ayu tersenyum senang, membuat yang lain semakin bingung.


"Ada apa?" tanya Farhat penasaran.


"Papa ga cuman dapat satu cucu, tapi dua cucu." kata Andre tersenyum senang, membuat yang lain berbinar.


"Hah? Aku punya dua cucu?" teriak Ariana membuat yang lain tersenyum.


"Sabarlah nenek muda." kata Gilang menggoda Ariana. Sontak membuat Ariana memandang Gilang dengan kesal.


"Hadeh... kok Ana punya ponakan jauh lebih tua dari Ana ya." kata Ariana kesal. "Masa ada tante yang bisa kualat dengan ponakannya." membuat yang lain tertawa mendengar penuturan Ariana.


"Sudahlah, Ayu harus istirahat." kata Andre, sembari menuntun istrinya ke lantai dua.


"Sudah lah kalian juga istirahat." kata Farhat sembari tersenyum. Arkan segera mengangguki permintaan Farhat, kakak nya.


"Mas Ana bisa sendiri." protes Ariana, membuat Arkan bergelang.


"Engga sayang, Mas khawatir sama kamu." kata Arkan, sembari mengusap lembut kepala istrinya.


Ariana hanya mengangguk dan menurut, sementara Arkan terus menuntun istrinya, hingga ke kamar.


Setelah mereka sampai di kamar, Arkan segera menuntun Ariana menuju ke tempat tidur. Arkan tersenyum senang dengan sembari mengecup puncak kepala Ariana. Arkan menopang kepalanya dengan tangan kanan, sementara tangannya terus mengusap lembut kepala Ariana.


Arkan memang sangat manis, memperlakukan Ariana, membuat Ariana tersenyum senang. Arkan memandangi wajah Ariana dengan sangat lekat, Arkan bingung, entah kenapa istrinya semakin cantik dari hari ke hari, Arkan tersenyum senang, dan terus memandang ke arah Ariana.


"Kenapa Mas?" tanya Ariana, membuat Arkan tersenyum mendengar pertanyaannya.


"Mas cuman bingung, kok kamu tambah cantik ya?" tanya Arkan membuat Ariana tersipu malu.


"Mas ada ada aja, orang jadi buntel gini kok." kata Ariana tersenyum malu malu, membuat Ariana tampak semakin menggemaskan di mata Arkan.


Arkan menyingkirkan rambut Ariana, yang mengganggu mata Arkan, untuk menikmati wajah istrinya. Arkan mengusap lembut wajah istrinya, membuat istrinya benar benar tersenyum.


Arkan terus tersenyum melihat tingkah Ariana, entah ini yang keberapa kalinya ia jatuh cinta dengan Ariana. Dalam kondii apa pun Arkan terus terpesona dengan istrinya.


"Sayang, Mas sangat sayang dengan kamu." kata Arkan sembari tersenyum melihat istrinya.


Ariana tersenyum melihat tingkah Arkan, entah kenapa tingkah suaminya begitu lucu ketika mereka bersama. Terkadang manja, terkadang senang sekali memuji, terkadang emosional, apalagi ketika sedang menonton drama. Suaminya ini telalu ekspresif selama kehamilannya, mungkin saja itu bawaan bayinya. Bahkan suaminya ini terkadang sering cemburu, dengan hal yang tidak jelas, membuat Ariana tersenyum melihat tingkah suaminya.


"Mas, Mas kok lucu ya." kata Ariana tersenyum, sembari mengusap lembut wajah Arkan, membuat suaminya itu tersenyum senang.


Arkan segera membaringkan tubuhnya, sembari tersenyum ke arah Ariana, sembari tersenyum senang. Arkan memeluk dan mengusap lembut perut istrinya.


"Sayang sebentar lagi kita jadi orang tua." kata Arkan, sembari tersenyum senang.


Ariana ikut tersenyum dan mengusap lembut perutnya, membuat Arkan tersenyum, dan menggenggam tangan istrinya, yang mengusap lembut perut istrinya.


"Hm... Dua bulan lagi." kata Ariana membuat Arkan memandangnya dengan pandangan bahagia.


...


Selamat datang 2021.