
Ariana tersenyum mendengarkan kata-kata suaminya, hatinya tersentuh hingga akhirnya tanpa terasa air matanya jatuh, karena terharu atas ucapan suaminya. "Terimakasih mas."
Arkan menghentikan mobilnya ketika telah sampai di depan sekolah Vekran, kemudian memandang ke arah istrinya. "Udah ah, masa mommy nya Vekran yang cantik nangis," kata Arkan berusaha menghibur istrinya. "Nanti dikira Daddy-nya ngapa ngapain lagi."
...----------------...
Ariana terkekeh mendengarkannya, membuat Arkan tersenyum. Arkan segera mengusap air mata istrinya.
Arian melirik jam di pergelangan tangannya, ternyata saat ini tepat pukul sembilan pagi. Ariana segera memandang ke arah luar.
"Mas ayo turun, Vekran mungkin sudah selesai," kata Ariana mengajak Arkan untuk turun dari mobil mereka. Arkan tersenyum kemudian segera turun dari mobilnya diikuti dengan Ariana.
Arkan segera menggandeng tangan istrinya untuk memasuki pekarangan sekolah tersebut. Mereka mengedarkan pandangan untuk mencari Vekran. Saat melihat setan dari kejauhan, Ariana segera menarik tangan suaminya untuk menemui Vekran.
"Mas itu Vekran-nya ada di sana," kata Ariana sembari menarik tangan suaminya.
Arkan tertarik dan segera mengikuti langkah Ariana. "Iya sayang pelan pelan," pintar kan karena Ariana terlihat sangat buru buru.
"Iya mas..." kekeh Ariana kemudian memperlambat langkahnya menuju Vekran.
Vekran yang menyadari kehadiran orang tuanya, segera berlari ke arah kedua orang tuanya.
"Mommy, Daddy..." teriak Vekran sembari berlari mendekati Arkan dan Ariana.
Arkan dan Ariana terkekeh melihat hal tersebut, mereka juga ikut berjalan sembari mengikis jarak diantara mereka. Beberapa orang tua wali murid memperhatikan mereka, karena Arkan dan Vekran termasuk pasangan yang selalu sukses merebut perhatian publik.
Arkan pun ikut berjongkok, sembari tersenyum. Vekran menghamburkan pelukannya ke arah Ariana, sembari mencium pipi Ariana. Vekran sangat bahagia kedua orang tuanya menjemputnya. Rasanya ia seperti anak lainnya, yang di jemput kedua orang tuanya.
"Daddy ga di peluk juga?" tanya Arkan mengusap punggung Vekran.
"Daddy gendong aja," kata Vekran membuat Ariana dan Arkan terkekeh.
Arkan segera menggendong Vekran sembari mencium pipinya yang gembul. Arkan tertawa karena merasa geli.
"Dad, coba lihat anak yang lain, di jemput mommy nya, kemarin Vekran berharap bisa di jemput mommy atau Daddy, dan sekarang Vekran di jemput keduanya," seru bekran dengan senang hati. Vekran terlihat benar benar begitu bahagia hari ini, tapak dari raut wajahnya, dan mulutnya yang terus mengoceh.
Ariana sedikit merasa bersalah, membuatnya sedikit tertunduk. Arkan yang menyadari hal itu, segera menggandeng tangan istrinya, dan tersenyum kearah istrinya. Seolah mengatakan bahwa ia adalah istri yang hebat.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.