It'S Me

It'S Me
Episode 161



"Sayang, Mas ga bisa lama lama di sini, nanti Mas bisa bisa nerkam kamu sayang." kata Arkan mencium kening Ariana sekilas, kemudian melangkahkan kaki keluar kamar Ariana. "Sayang minggu depan Mas mau lamar kamu." kata Arkan sembari keluar dari kamar Ariana, membuat Ariana tersenyum.


Sepertinya takdir memang mengatur kita sebagai pasangan. Kata Ariana dalam hati sambil tersenyum, ke arah pintu yang sudah tertutup rapat.


...


Setelah kepergian Arkan, Ariana segera bergegas untuk pergi ke kamar mandi. Setelah mandi Ariana segera mengenakan pakaian kaos Micky mouse lengan pandek, dipandukan dengan celana trening hitam, kemudian Ariana segera mengeringkan rambutnya yang basah, dengan pengering, sambil duduk di meja rias yang menampilkan dirinya di cermin besar.


Setelah selesai Ariana segera turun ke lantai satu. Ariana segera mencari Farid untuk di ajak berbincang. Namun yang di cari malah tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali, bahkan di ruang keluarga tempat favorite Farid untuk menonton Tv..


"Bi Nah, Kakek mana?" tanya Ariana kepada seorang asisten rumah tangga.


"Tuan sedang ke rumah tuan Farhat Non." kata Bik Nah, seorang asisten rumah tangga di kediaman Candana.


"Siapa aja yang di rumah ini." tanya Ariana kembali.


"Cuman ada tuan Arkan non." kata Bik Nah.


"Om Arkannya di mana?" tanya Ariana menanyakan keberadaan Arkan.


"Di ruang kerjanya non." kata Bik Nah.


"Tencu bik Nah." kata Ariana berlalu meninggalkan Bik Nah, dan berjingkrak menuju ruangan Arkan.


Sesampainya di ruangan Arkan Ariana segera membuka pintu ruangan Arkan, yang sontak membuat Arkan memandang ke arah pintu.


"Siapa yang..." belum sempat Arkan mencapai kata katanya, kepala Ariana telah mengembul ke dalam ruanga Arkan, sehingga membuat Arkan tersenyum.


"Masuk." kata Arkan tersenyum. Ariana segera masuk dan menutup kembali pintunya.


"Lah ga jadi marah Om?" goda Ariana, karna Ariana tau kalau Arkan tadi akan marah. Membuat Arkan tersenyum ke arah Ariana.


Bagaiman mungkin Arkan bisa memarahi Ariana, jikalau pun Arkan marah, mungkin karna atas rasa khawatir dari Arkan saja.


"Kalau kamu yang masuk Mas mana bisa marah sayang." kata Arkan lembut, sambil berdiri dari kursinya. "Ayo pasti ada apa apa nya nih." kata Arkan menebak isi kepala Ariana.


"Hehehe, Om tau tau an aja isi kepala Ana." kata Ariana cengengesan melihat Arkan. "Om teman teman Ana boleh main kesin?" tanya Ariana dengan memelaskan matanya, berharap belas kasihan dari Arkan.


"Untuk apa?" tanya Arkan memandang Ariana dengan lembut.


Menurut Ariana tampang memelasnya saat ini tiada yang bisa menolaknya, kecuali Ayah dan kakaknya.


Arkan yang melihat ekspresi Ariana pun merasa sangat gemas, hingga mencubit pipi Ariana dengan lembut.


"Hm... yang mana? Cewek atau cowok?" tanya Arkan sambil mencubit lembut pipi Ariana.


"Cowok Om." kata Ariana sambil tersenyum ke arah Arkan, meski pipinya di cubit Arkan.


Mendengar perkataan Ariana, membuat Arkan memandang Ariana dengan pandangan penuh selidik.


"Teman kampus kok Om, ada Maxim juga." kata Ariana dengan cepat ketikan mendapat tatapan menyelidik tersebut.


"Yang di kantin tadi?" tanya Arkan penuh selidik.


"Iya Om." kata Ariana sambil bergelayut manja lengan kekar Arkan. "Ayo lah Om... ga papa ya..." bujuk Ariana menusuk nusuk lengan Arkan. "Om dari pada Ana ketemu di luar mending di rumah kan." kata Ariana membujuk Arkan. Kini Ariana model manja pun keluar, demi bisa bermain dengan teman temannya, karna Ariana tahu Arkan tak akan memperbolehkan temannya bermain ke kediaman Candana jika tidak di bujuk. Jika itu Farid mungkin saja Ariana tidak butuh udaha se seksta ini.


Sejenak Arkan berfikir, jika Ia tak memperbolehkan Ariana bertemu temgan teman temannya, maka bisa di pastikan Ariana akan memilih bertemu di luar, dan bisa di pastikan pula, kalau Arkan tak akan bisa mengawasi Ariana dengan teman temannya. Jika hanya bersama Maxim Arkan tak akan khawatir, karna Maxim dan Ariana mungkin saja tidak akan akur jika berdua.


"Ya sudah." kata Arkan mengalah, dari pada tidak bisa mengawasi Ariana, ketika berada di luar, Arkan lebih suka Ariana membawa temannya ke rumah.


"Yey makasih Om ganteng ku." kata Ariana, memeluk lengan Arkan. "Ana sayaaaang banget sama Om ganteng." lanjut Ariana bersorak gembira.


"Ana sayang, kamu lupa bagaimana manggil nama saya?" tanya Arkan sembari mengelus puncak kepala Ariana.


Ariana tampak berfikir sejenak, Ariana merasa bahwa panggilannya sudah benar, tidak ada yang tidak sopan pada panggilannya. Memanggil Om memang pantas, jika di ukur dari segi umur Ariana. bagaimana tidak Ariana kini belum menginjak delapan belas tahun, sedangkan Arkan sudah mengijak yang ke tiga puluh tiga tahun, membuat Ariana berfikir jika Ia tidak salah.


...


Sorry guys kemarin aku sibuk, sepanjang hari. Pas balik rasanya badan remuk semua, jadi langsung tidur. mohon pengertiannya ya.


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.