
Jika aku harus melakukan perjalan waktu, untuk bertemu denganmu, aku akan melakukannya dengan senang hati. Ucap Gu Min, merebahkan badannya dan berbaring di sebelah Ruang Qin, dan ikut terlelap sambil memeluk Ruang Qin.
...
Sementara di pafilium Sakura, Gu Jun dan pangeran Nan Cheng tengah berkumpul, mengunjungi Gu Ana, dan pangeran Bao Ling. Mereka bercerita di penuhi canda tawa, mereka bahkan bercerita berbagai banyak hal.
"Jadi ternyata Jiejie itu orangnya sangat polos." kata Gu Ana sambil cekikik geli, ketika mengingat semua kejadian tadi siang.
"Hah? Polos gimana? Ga punya muka?" tanya Gu Jun mencoba membuat lelucon.
"Teman mu ya?" tanya Gu Ana, memandang Gu Jun, yang mencoba membuat lelucon namun tidak ada lucu lucunya sama sekali.
"Ibarat nonton badut, di tengah sulap." kata pangeran Nan Cheng, sontak membuat Gu Ana tertawa membayangkan.
"Badut di tengah sulap." beo Gu Ana membuatnya semakin tertawa. "Ling Ling kau pernah melihat badut?" tanya Gu Ana, kepada pangeran Bao Ling.
"Tidak, memangnya seperti apa?" tanya pangeran Bao Ling penasaran.
"Kau lihat tadi wanita, yang terus mengedipkan mata dengan kalian?" tanya Gu Ana memandang pangeran Bao Ling, sontak membuat pangeran Bao Ling, dan pangeran Nan Cheng mengingat kejadian tadi siang. Langsung saja mereka merinding mengingat kejadian tersebut. Sementara Gu Jun tertawa geli, ketika melihat raut wajah kesal dari pangeran Bao Ling dan pangeran Nan Cheng.
Bagai mana tidak, pangeran Bao Ling dan pangeran Nan Cheng, digoda secara terang terangan oleh seorang wanita, dengan riasan tebal, dan mencolok. Wajah wanita tersebut lebih putih dari pada lehernya, sedangkan bibir wanita itu menggunakan pewarna yang sangat merah, jangan lupakan pipi yang merah, dan kelopak mata yang menurut Gu Ana seperti pelangi. Gu Ana yang melihat hal tersebut sontak tertawa bersama Hi Jun, alih alih cemburu.
"Nah... badut seperti itu." kata Gu Ana, sambil tertawa memegangi perutnya.
"Ais... bahkan terakhir kali aku melihat badut, lebih baik dari pada dia." protes pangeran Nan Cheng. "Bahkan aku merasa dia mirip sesuatu, apa ya..." kata pangeran Nan Cheng, terlihat berfikir keras, di ikuti oleh Gu Ana dan Gu Jun. Tiba tiba secara serentak mereka menarik nafas dalam dalam.
"Annabelle." teriak mereka serempak, sambil tertawa.
"Iya... dia itu mirip boneka Annabelle." kata Gu Ana membenarkan pemikiran mereka. "Kau tahu Ling Ling, Annabelle itu lebih kepada boneka hantu." kata Gu Ana, bergidik ngeri.
Setelah mereka membicarakan tentang boneka Annabelle, tiba tiba mereka bertiga secara serentak merasa merinding.
"Jun'er ayo kembali." Ajak pangeran Nan Cheng, secara tiba tiba yang hanya di angguki oleh Gu Jun. Melihat kepergian mereka, Gu Ana langsung menarik tangan pangeran Bao Ling.
Gu Ana dan segera mencuci muka dan membersihkan badannya, kemudian di susul dengan pangeran Bao Ling. Gu Ana sebenarnya bukan merasa takut, namun Gu Ana ingin membicarakan sesuatu dengan pangeran Bao Ling. Setelah pangeran Bao Ling keluar, Gu Ana segera meminta pangeran Bao Ling berbaring di pahanya.
"Ling Ling kemarilah." kata Gu Ana menepuk pahanya yang, Gu Ana selonjorkan. Pangeran Bao Ling mengikuti perintah Gu Ana, dan segera mendekat lalu berbaring, di tempat yang Gu Ana tunjuk. Setelah pangeran Bao Ling membaringkan kepalanya, di paha Gu Ana. Gu Ana segera memijat kepala pangeran Bao Ling, hingga pangeran Bao Ling memejamkan kepalanya.
"Bagaiman? Enak bukan?" tanya Gu Ana, sambil memijat mijat kepala pangeran Bao Ling, membuat pangeran Bao Ling membuka matanya. Pangeran Bao Ling segera bangun, dan memandang Gu Ana.
"Ada apa sebenarnya, apa yang An'er ku ini ingin katakan?" tanya pangeran Bao Ling, memeluk tubuh Gu Ana. Pangeran Bao Ling segera mengangkat tubuh Gu Ana kedalam pangkuannya, dan menghadap kepadanya.
"Aish... kau kenapa kau selalu tahu tujuanku? Kau seorang peramal?" tanya Gu Ana, membuat pangeran Bao Ling terkekeh.
"An'er jangan berbelit belit lagi, cepat katakan sayang." kata pangeran Bao Ling geram dengan tingkah Gu Ana, yang terkadang suka berbelit belit.
"Hm... aku ingin bertanya tentang malam kemarin, tidak apa apa Kan?" tanya Gu Ana, memulai percakapan mereka.
"Jadi apa yang An'er ku ini inginkan?" tanya pangeran Bao Ling, sambil mencium pipi Gu Ana. Karna jujur saja pangeran Bao Ling sangat tidak tahan, untuk tidak mencium Gu Ana, jika hanya berdua saja.
"Aku ingin kau jujur ada apa." kata Gu Ana, sambil menusuk nusuk pipi pangeran Bao Ling.
"Tidak ada apa apa sayang." kata pangeran Bao Ling berbohong.
"Aish... baiklah kalau kau tak mau bercerita, bukankah Kita saling berjanji untuk tsaling terbuka satu sama lain." kata Gu Ana kesal, dengan tingkah pangeran Bao Ling, yang berbohong kepadanya. Gu Ana segera turun dari pangkuan pangeran Bao Ling, dan berbaring dengan menutupi kepalanya dengan selimut.
Pangeran Bao Ling tahu betul kalau Gu Ana tengah kesal, karna merasa di bohongi. Pangeran Bao Ling segera ikut berbaring, dan memutar posisi Gu Ana, hingga menghadap pangeran Bao Ling.
"Baikalah aku akan cerita." kata raja Bao Ling, segera memeluk Gu Ana dengan erat. "Tapi maafkan aku ya." kata pangeran Bao Ling, hanya di tanggapi anggukan oleh Gu Ana. "Kau tahu aku sangat takut kalau kau marah, dan meninggalkanku." lanjut pangeran Bao Ling, mengecup kepala Gu Ana.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like co mment, and favorite novel ini ya.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.