It'S Me

It'S Me
Episode 117



"Aku akan membuktikannya, aku berjanji melepaskan tahtaku, dan menikahimu. Kemanapun kau pergi akan ada aku di samping mu." kata raja Bao Ling, mempererat pelukan Kepada Gi Ana.


"Aku harap begitu." kata Gu Ana, mendongakkan wajahnya ke belakang, Gu Ana memandang wajah raja Bao Ling, yang saat ini tengah memeluknya. Raja Bao Ling tak menyianyiakan kesempatan, dan segera mencium kening Gu Ana.


...


Sudah satu minggu mereka berada di Gua, mereka sudah semakin akrab, dan raja Bao Ling sudah sembuh. Saat malam tiba, terdengar keributan di luar Gua, yang seketika membangunkan Raja Bao Ling. Raja Bao Ling segera menaikkan hanfu luar Gu Ana, yang Gu Ana pakai hingga ke leher, sementara hanfu luar dari raja Bao Ling, di gunakan untuk menutupi kaki Gu Ana, hingga ke pinggang.


Raja Bao Ling mengambil pedang miliknya, dan segera mengintip di balik cela air mata. Raja Bao Ling mengedarkan pandangan, sambil mencoba mengenali orang orang tersebut, di bawah cahaya bulan yang sedikit. Mata raja Bao Ling tertuju, kepada seorang laki laki yang sangat familiar, untuk raja Bao Ling. Seketika senyum tertukik di bibir raja Bao Ling, dengan segera raja Bao Ling keluar dari persembunyiannya.


"Hyung..." panggil raja Bao Ling kepada pengawal pribadinya.


"Yang Mulia, maaf atas keterlambatan Saya." ucap Hyung, pengawal pribadi raja Bao Ling. Di ikuti oleh seluruh perajurit, yang saat itu ikut mencari keberadaan raja Bao Ling, dan Gu Ana.


"Segera masuk ke dalam Gua, besok kita akan berangkat, ke kerajaan Nan." kata raja Bao Ling.


"Baik Yang Mulia, oh ya di belakang ada rombongan pangeran Nan Cheng, dan tuan muda Gu Min." kata Hyung, memberi tahu kehadiran pangeran Nan Cheng, dan Gu Min. Sembari menunjuk ke daerah arah mengalir sungai.


"Baik kita tunggu di sini, sebentar." Kata raja Bao Ling, sembari melihat ke arah yang di tunjuk Hyung.


Tak lama kemudian, terdengar suara ribut dari arah yang terus di pandang oleh raja Bao Ling. samar samar terlihat pangeran Nan Cheng, dan Gu Min tengah berada di depan barisan. Tampak jelas wajah khawatir dari wajah pangeran Nan Cheng dan Gu Min.


"Ah, kalian sudah datang, mari masuk." kata raja Bao Ling, menuntun mereka semua menuju Gua.


"Yang Mulia, An'er kemana? Apa dia baik baik saja?" Tanya Gu Ana, yang terlihat jelas sangat khawatir, karna tidak melihat kehadiran Gu Ana sejak tadi.


"An'er sedang tidur." kata raja Bao Ling kembali melangkah menuju Gua.


Sesampainya mereka di Gua, Gu Ana masih terlelap, tak terganggu oleh keadaan yang terjadi. Sedangkan para prajurit di tugaskan di luar, untuk menjaga Gua jikalau ada serangan, ataupun hal lainnya.


Pangeran Nan Cheng dan Gu Min, segera mendekati Gu Ana, yang tengah tertidur dengan pulas, di atas batu, yang berbentuk datar.


"Ah, Syukurlah An'er baik baik saja." kata Gu Min menghela nafas lega.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya pangeran Nan Cheng, kepada raja Bao Ling.


"Sebenarnya saat kami berada di tengah pesta lampion, aku menarik An'er ke tempat yang lebih sedikit orang, karna aku tak terlalu suka keramaian." sejenak raja Bao Ling mengambil nafas untuk melanjutkan ceritanya. "Namun tiba tiba sekelompok orang dengan jumlah banyak, tiba tiba menyerang kami." lanjut raja Bao Ling.


"Saat itu karna kami kalah jumlah, dan kami hanya memiliki satu senjata, akhirnya kami melarikan diri, dan ternyata kami terkepung di pinggir tebing." kata raja Bao Ling, mengalihkan pandangannya ke arah Gi Ana, yang tengah tertidur. "Karna terdesak, kami lomlat ke dalam jurang, dan menyebabkan tubuhku terluka parah, dan An'er menemukan tempat ini." kata raja Bao Ling, mengakhiri ceritanya.


"Tidak, aku melindunginya dengan tubuhku. saat aku bangun, aku sudah berada di dalam Gua ini." kata raja Bao Ling, menjelaskan.


"Ah Syukurlah, terimakasih banyak telah melindungi An'er." kata Gu Min menghela nafas lega.


"Aku sebenarnya..." kata kata dari raja Bao Ling, terhenti seketika, tampak raja Bao Ling sedikit mengerutkan keningnya. Seperti sedang berfikir keras seolah sedang mencari kata kata, yang sepadan.


"Katakanlah Yang Mulia." kata pangeran Nan Cheng, merasa penasaran terhadap raja Bao Ling.


"Aku akan memberikan tahta ku, kepada adikku." kata raja Bao Ling, memulai pembicaraannya. Sedangkan pangeran Nan Cheng dan Gu Min tampak terkejut, mendengarkan pernyataan dari raja Bao Ling.


"Maksud Anda?" tanya Gu Min, penasaran.


"Aku ingin menjadi rakyat biasa, dan hidup sederhana." kata raja Bao Ling.


"Lalu jika begitu bagaiman, dengan kehidupan anda? Apa anda sudah memikirkannya matang matang?" tanya Gu Min masih tak percaya dengan hal tersebut.


"Hm... aku sudah memikirkannya, aku sudah memiliki beberapa usaha, yang tersebar di beberapa kerajaan, dan saat ini sedang maju pesat." Kata raja Bao Ling, sambil tersenyum.


"Untunglah, tapi apa yang membuat anda ingin melepaskan tahta anda?" tanya pangeran Nan Cheng, penasaran.


"Calon istri ku, ingin aku menjadi rakyat biasa." Kata raja Bao Ling tersenyum ke arah api unggun.


"Siapa wanita yang beruntung itu?" tanya Gu Min penasaran, dengan wanita yang menaklukkan raja Bao Ling, hingga membuat raja Bao Ling rela melepaskan tahtanya.


"Benarkah?" tanya raja Bao Ling, ke arah Gu Min. Di sambut anggukan pangeran Nan Cheng dan Gu Min, membuat raja Bao Ling tersenyum.


"Saat ini dia sedang tertidur pulas." kata raja Bao Ling mengalihkan pandangannya ke arah Gu Ana yang tengah tertidur. "Wanita itu adikmu, An'er." kata raja Bao Ling, tersenyum ke arah Gu Ana.


"Anda yakin? Anda baru satu minggu lebih mengenal Gu Ana." kata Gu Min mencoba meyakinkan raja Bao Ling.


"Siapa bilang." kata raja Bao Ling, mengalihkan pandangannya ke arah Gu Min, masih dengan senyum yang menggantung di bibirnya. "Aku mengenali An'er sudah lebih dari dua tahun, saat ulang tahun raja Zang Zuan." kata raja Bao Ling, tersenyum ke arah Gu Min, yang saat ini mengangguk mengerti. "Setelah Kita keluar dari sini, aku akan mebawa kalian ke kerajaan Bao, dan mengangkat adikku sebagai penggantiku." Lanjut raja Bao Ling, sambil menambah kembali kayu bakar ke dalam api unggun.


...


Alhamdulillah sekarang laptop aku sudah baikan, berkat doa dari teman teman, terimakasih dukungannya.


Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?