It'S Me

It'S Me
Episode 238



"Nah setuju, jadi kan ga berat berat amat kitanya." kata Rayen meng Iya kan ide dari Armin. Membuat yang lainnya ikut meng iya kan ide dari Armin.


Mereka bertepuk ria, karna telah menemukan jalan keluar dari permasalah mereka, yang timbul akibat kejutan super romantis dari Arkan untuk Ariana. Sementara para wanita sibuk mengunggah momen romantis tersebut, sembari menandai Instagram Ariana dan Arkan.


...


"Ayo semua foto bareng." teriak Aida kakak ipar dari Arkan. membuat yang lain segera mendekati panggung, dan ikut berfoto dalam berbagai pose.


Setelah sesi photo selesai akhirnya mereka semua bubar, sementara Arkan dan Ariana masuk ke dalam kamar mereka.


Saat Ariana membuka pintu kamar mereka hal yang pertama yang ia lihat adalah jajaran balon yang berterbangan, hingga mencapai langit langit kamar mereka. Di setiap balon terdapat tali panjang, yang menggantungkan foto foto kebersamaan mereka.



Arkan kembali menutup pintu kamar mereka, dan segera menuntun istrinya, menuju balkon kamar mereka. Arkan membawa istrinya ke arah teleskop, untuk mengamati bintang bintang. Arkan kembali membantu istrinya untuk melihat bintang, dengan mengarahkan teleskop itu sembari memeluk pinggang istrinya. Arkan kemudian ikut mengamati bintang bintang.


"Kamu tahu tidak? Bintang yang paling bersinar itu adalah kamu." kata Arkan tersenyum ke arah Ariana, sembari mengecup pipi Ariana.


"Kok bisa?" tanya Ariana sembari memandang Arkan, dan membalas senyum Arkan.


"Hm... sekian banyak nya wanita yang bersinar di langit, tapi kamu yang paling bersinar di mata dan hati Mas." kata Arkan sembari tersenyum sembari mengeratkan pelukannya.


"Gombal ah." kata Ariana malu malu dengan apa yang di ucapkan Arkan.


"Gimana sayang?" tanya Arkan sembari meletakkan kepalanya di pundak Ariana, sementara tangan nya memeluk pinggang Ariana dari belakang.


"Yang mana sayang?" tanya Ariana bingung, karna menurut Ariana semuanya sangat mengesankan, dan sangat sangat istimewa.


Membuat Arkan sedikit gemas dengan pertanyaan istrinya, sehingga membalikkan badan Ariana, untuk menghadap ke arahnya.


"Hari ini." kata Arkan memandangi wajah cantik istrinya, sembari mengusap wajah Ariana, sembari mengecup kepala Ariana kembali, yang kini tengah hamil anaknya dua minggu.


"Istimewa, hari ini hari semua yang Mas kasih sangat istimewa, ulang tahun yang paling berkesan untuk Ana Mas." tutur Ariana dengan jujur, yang terlihat jelas dari pancaran sinar matanya.


"Terimakasih Mas atas kejutannya, Ana sangat bahagia." kata Ariana, sembari tersenyum ke arah Arkan, terpancar bahagia di mata Ariana.


Ariana kemudian mengalungkan tangannya di leher Arkan, kemudian menjinjing kan kakinya agar dapat mencium bi*bir Arkan.


Arkan yang mengerti maksud dari istrinya segera membungkukkan badannya, untuk mempermudah istrinya. Arkan kemudian menarik pinggang Ariana agar lebih dekat dengannya, kemudian memejamkan matanya.


Ariana mempertemukan bi*bir mereka, sembari menutup matanya. Ariana me*lu*mat dengan lembut bibir Arkan, membuat Arkan tersenyum senang. Arkan kemudian membalas lu*ma*tan Ariana. Saat tengah ber*ciu*man tiba tiba beberapa kembang api, meluncur ke langit malam bersahut sahutan, sehingga kembali menambah kesan romantis mereka berdua.


Arkan menarik tengkuk Ariana kemudian merengkuh kembali pinggang Ariana ke dalam pelukannya. Sehingga memperdalam ciu*man mereka.


Arkan kemudian mengangkat badan istrinya, masuk ke dalam kamar mereka, tampa melepaskan pa*ngu*tan bi*bir mereka. Arkan kemudian membaringkan istrinya di atas tempat tidur, kemudian mengecup singkat kening istrinya.


Ya sebuah kecupan yang akhirnya kembali menjadi lu*ma*tan, kemudian terjadi lah yang harus terjadi.


Sementara di tempat lain, Gilang dan Andre tengah sibuk memukul badan mereka yang di gigit nyamuk.


"Ah... Nyamuk nya banyak banget." keluh Andre sembari membakar kembang api kembali, sambil memukul nyamuk nakal yang menggigit tubuh putih miliknya.


"Iya nih, mereka asyik asyikan bermesraan, dengan kembang api, yang menambah kesan romantis sementara kita? Sibuk di gigit nyamuk." kata Gilang kesal, sembari terus memukul nyamuk di badannya, sambil terus menggaruk.


"Ini udah belum sih?" tanya Andre, karna seharusnya Arkan sudah memberikan kode untuk berhenti menyalakan kembang api, namun sepertinya tidak ada tanda tanda, dari Arkan untuk memberikan kode berhenti.


"Kak udah dong yuk." kata Gilang, meminta agar Andre berhenti membakar kembang apinya.


"Tapi Om gimana?" tanya Andre kepada Gilang, sembari terus memukul dan menggaruk lengannya.


"Om pasti baik baik saja, paling dia udah lupa dengan kita, karna lagi inde*hoy dengan istrinya." kata Gilang menarik tangan Andre, untuk segera masuk ke dalam rumah.


Mereka segera masuk ke rumah sehingga, mereka melihat kulit mereka penuh dengan bintik merah di badannya. Akibat gigitan nyamuk, dan di garuk.


"Ya ampun Mas..." teriak Ayu ketika melihat suaminya, dan adik iparnya terus menggaruk lengan dan wajahnya. "Kalian alergi apa? Atau kalian kena ulat bulu di mana?" tanya Ayu panik. "Vian..." teriak Ayu memanggil Vian dari lantai dua.


"Ada apa Mbak." tanya Vian turun dari lantai dua.


"Lihat nih suami suami kita pada gatal gatal." kata Ayu menunjuk Andre dan Gilang, membuat Vian mengerutkan keningnya bingung.


"Emang kak Andre sama kak Gilang dari mana mba?" tanya Vian kepada Gilang bingung, karna menurutnya mereka baik baik saja sebelumnya.


"Noh habis nolongin Om, buat ngidupin kembang api di belakang." kata Gilang sembari menggaruk lengannya, yang penuh dengan gigitan nyamuk. "Eh dia nya malah asyik asyikan mesra mesraan sama istrinya, lupah deh sama kita." kesal Gilang sembari terus menggaruk tubuhnya.


Gilang memandang Vian memelas ketika Vian sampai di depannya, dan memegang tangannya agar tak menggaruk lagi.


"Sudahlah Ayo kita ke kamar, terus kalian mandi dulu, baru di olesin saleb biar gatalnya reda." kata Ayu menengahi mereka, sembari menggandeng tangan Suaminya menuju kamar mereka.


"Iya kak ayo." kata Vian menggandeng kedu tangan Gilang, dan meletakkannya di pinggangnya, agar Gilang tak menggaruk lagi.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.