
Ini juga merupakan salah satu cara agar Bili, mendapatkan restu dari calon papa mertuanya. Karna Bili tahu akan sulit untuk mendapatkan restu, karena ibu tirinya.
"Tidak, seandainya saja aku bisa menyadari obsesi Ririn, dan menghentikannya sejak awal, pasti ini tak akan terjadi." kata Raya di sela sela Isaknya. Semua terdiam tak terkecuali Mala, yang terus menyalahkan Raya.
...
"Kau... jangan berpura pura lugu, aku tahu siapa kau." teriak Mala, membuat Andra benar benar menarik tangan Maya.
"Iya aku yang salah... Aku yang salah." teriak Raya seperti seorang yang benar benar histeris. "Aku yang salah, karena tak menginginkan nama Ririn semakin hancur. Aku yang salah, karena meminta Ririn untuk merelakan suami orang." isak Raya, di sela sela pelukan Bili.
"Aku yang salah, karena tak ingin Ririn merusak rumah tangga orang. Aku yang salah, karena menghalangi Ririn." kata Raya kembali. "Ya salahkan saja aku, seperti Ririn yang menyalahkan ku. Kalian boleh membenciku seperti Ririn yang membenciku." kata Raya kembali, terdengar begitu menyedihkan.
Bili kembali memeluk Raya dengan erat, Raya menangis tersedu sedu, seraya membalas pelukan dari Bili.
"Sudah lah, jangan salahkan dirimu terus." kata Bili seolah tengah menghibur raya. "Maaf lebih baik Raya saya antar kan ke kamarnya." kata Bili seolah tengah benar benar mengiba kepada Raya.
Bili akhirnya mengantar Raya menuju kamarnya. Bili membuka pintu kamar, kemudian menguncinya. Bili menciumi Raya yang saat ini tersenyum ke arahnya.
"Sayang aku merindukanmu." kata Bili menyingkirkan rambut Raya ke belakang.
Bili menarik tengkuk Raya, kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Raya. Bili me*lu*mat dan membawa Raya segera ke tempat tidur.
"Aku sangat merindukanmu, kenapa sulit sekali menemuinya sekarang." kata Billy mengiba kepada Raya.
"Sabarlah sayang, setelah semuanya selesai kita akan mudah bertemu." kata Raya sembari mengusap pipi Billy.
Bili segera menindih badan Raya, kemudian kembali mencium bibir Raya, Bili kembali me*lu*mat, hingga merasa nafas mereka tersengal. Mereka baru melepaskan pa*ngu*tan me*re*ka. Raya tersenyum memandang Bili, begitu pun Bili.
"Sayang aku benar benar menyayangimu, apakah kau juga menyayangiku?" tanya Bili meyakinkan hatinya.
Ia takut raya hanya memanfaatkannya, sedangkan ia sangat ingat menyayangi Raya. Raya tersenyum mendengarkan penuturan kekasihnya, Raya kemudian meminta Bili untuk berbaring disampingnya.
"Baring di sini sayang." kata Raya meminta Bili berbaring disampingnya. Bili pun mengikuti permintaan Raya. Raya segera membaringkan badannya tepat di atas dada Bili, sontak membuat Bili tersenyum. "Bagaiman menurut mu?" tanya Raya membuat Bili mengeratkan pelukannya.
"Aku hanya takut kalau kau hanya memanfaatkan ku saja, setelah ini kau akan membuang ku." kata Bili mengeratkan pelukannya kemudian mencium puncak kepala Raya.
"Sayang percaya padaku, aku hanya menyayangimu." kata Raya sembari tersenyum kearah Bili.
Bili yang senang akhirnya menarik wajah Raya untuk menghadap kearahnya, kemudian mengecup bibir Raya. Kecupan itu lama-kelamaan menjadi lu*ma*tan, Bili seolah seperti singa kelaparan. Raya pun merespon lu*ma*tan Bili, membuat pilih segera mengarahkan tangannya ke segala arah.
Bili melepas pa*ngu*tannya, kemudian berpindah ke leher jenjang Raya. Raya sedikit me*le*nguh, membuat Bili semakin bersemangat.
Tiba tiba Raya sadar akan situasi saat ini, Raya segera mendorong Bili untuk menjauh darinya.
"Belum saatnya sayang." kata Raya sembari tersenyum kearah Bili.
"Baik lah." kata Billy mengiba kepada ada Raya. "Nanti jika aku bisa, aku akan membuatmu tidak bisa." kata Bili kemudian kembali mengecup bibir Raya. "Sayang aku ke bawah dulu ya, kini aku hanya perlu menonton." kata Bili beranjak dari tempat tidur Raya.
"Aku mencintaimu." kata Bili lagi, sembari mengecup bibir Raya sebentar kemudian keluar dari kamar Raya.
Bili melangkahkan kakinya ke lantai satu, sembari mencari yang lainnya. Namun yang ia temukan hanyalah Lidia.
"Bagaiman keadaan Raya?" tanya Lidia khawatir dengan keadaan Raya.
"Sekarang dia sudah tidur, tadi dia menangis." kata Bili berbohong kepada Lidia. "Yang lain mana Tan?" tanya Bili kepada Lidia.
"Mereka di ruang kerja Papanya anak anak." kata Lidya, sembari mengantarkan Bili menuju ruang kerja Rahen.
Ketika Bili masuk, terlihat Mala, masih dalam keadaan marah-marah, sembari memaki dan menyalahkan Raya.
"Ini dia, aku sangat mengetahui bahwa ja*lang itu hanya pura pura." teriak Mala tidak terima anaknya meninggal.
"Jangan meneriaki orang ja*lang, sebaiknya anda memperhatikan diri anda." kesal Billy karena kekasihnya dihina. "Sebaiknya anda berkaca, percuma saja Ayah saya ya selalu memberikan anda uang yang banyak, jika tidak anda pergunakan untuk membeli kaca." Teriak Bili, membuat Mala marah, dan menampar pipi Bili.
"Ayah lihat istri kesayangan Ayah? Sudah cukup mempermalukan keluarga kita, sekarang dia menamparku." kata Bili kepada Andra. "Ayah jangan kira aku tak berani menyentuh istrimu ini, jika bukan karena masih menghormatimu." kata Bili, memandang Mala, dengan tajam. Membuat Mala menjadi takut, ada kilat kebencian yang di tunjukkan Bili. Mala baru mengingat kalau Bili adalah kekasih Raya.
Mala terduduk lemas, mengingat apa yang akan terjadi kepadanya. Apalagi Mala tahu jika Andra akan keluar negri, dalam waktu yang lama.
Tapi Mala tahu, bahwa sekarang ancamannya sudah berkurang, Ririn telah tiada, setidaknya mereka tidak bisa lagi mengancam melalui Ririn.
"Ayah ayo kita kembali, jangan sampai istri kesayanganmu ini semakin mempermalukan keluarga kita." Kata Bili. "Maaf Om, Rik saya permisi dulu, maaf atas kelakuan istri ayah saya." kata Bili, segera keluar meninggalkan ruang kerja Rahen. Kemudian pamit dengan Lidia untuk pulang.
...
Selamat datang 2021.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Pencinta dari cerita horor juga bisa mampir, di My Horror story, sesuai dengan judulnya, cerita ini tentang kisah pengalaman horor, baik punya Author, punya pembaca yang mengirimkan ceritanya, maupun orang orang terdekat author.
Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.